DETAIL KOLEKSI


Cara Mendapatkan Ilmu Dan Penggunannya Oleh Tenaga Medis (studi Pustaka)


Oleh : Tissa Anngraeni

Info Katalog

Kategori Koleksi (ComboBox) :

Nomor Panggil : 174.2 ANG c

Pengarang Pertama : Tissa Anngraeni

Subyek : Dentistry - Humanities

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : drg. Rudy Santoso, MP.

Pembimbing 2 :

Kata Kunci : axiology, dentistry, epistemology, knowledge, medicine, ontology, science


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2015_TA_KG_04011216_Halaman-Judul.pdf 1786.11 (KB)
2. 2015_TA_KG_04011216_Bab-1.pdf 733.83 (KB)
3. 2015_TA_KG_04011216_Bab-2.pdf 729.53 (KB)
4. 2015_TA_KG_04011216_Bab-3.pdf 682.15 (KB)
5. 2015_TA_KG_04011216_Bab-4.pdf 649.23 (KB)
6. 2015_TA_KG_04011216_Daftar-Pustaka.pdf 653.16 (KB)

I Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas atauhubungan sebab dan akibat dari suatu obyek. Sesuatu dapat disebut sebagai ilmu apabila diperoleh melalui suatu metode ilmiah. Metode inilah yang membedakanilmu dengan pengetahuan lainnya. Selain itu, ilmu juga dapat dibedakan dengan pengetahuan lain melalui 3 aspek, yaitu ontologi ilmu, epistemologi ilmu, danaksiologi ilmu. Ontologi ilmu merupakan batasan bidang jelajah ilmu, hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia tidak dapat disebut sebagaiilmu, karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Ilmu bersifat netral, namun netralisasi ilmu hanya sebatas epistemologinya saja atau bagaimanacara seseorang mendapatkan ilmu. Sedangkan secara ontologi dan aksiologi, ilmu tidak bebas nilai. Terutama pada aksiologi ilmu, landasan moral sangat berperan dalam menentukan baik dan buruk tindakannya dalam menggunakan ilmu yangdimiliki seseorang. Landasan moral seseorang berkaitan dengan berbagai profesi, salah satunya tenaga medis, dimana landasan moral yang dimilikinya tersebutmendasari setiap keputusannya dalam melakukan tindakan medis. Sehingga sudah semestinya seorang tenaga medis melakukan tindakan medis sesuai dengan etika, landasan moral yang baik, kompetensi, indikasi medis, dan prosedur medisberdasarkan ilmu yang diperolehnya melalui pendidikan formal. Hal-hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan tujuan ilmu kedokteran di masyarakat sepertimelakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif terhadap penyakit, serta meringankan penderitaan dan mendampingi pasien.

S Science is an accumulation of knowledge that explain causality or causation of anobject. Something can be referred as a science when it was obtained through a scientific method. This method distinguishes science with the other knowledge.Moreover, science can also be distinguished from the other knowledge through three aspects; the ontology, the epistemology and the axiology. The ontology is astudy about the nature of existence of something. Things that are beyond the range of human experience cannot be considered as a science, because it cannot beverified empirically. Science is neutral, but it is also limited to its epistemology or to how someone obtained the science. On the other hand, science is not value-freefrom its ontology and axiology. Particularly in axiology, moral foundation has become a very important factor in determining good and bad actions done by a person in using their knowledge. A person’s moral foundation is connected withvarious professions. Paramedics, as one of the example, whose moral foundation underlies every decision taken to perform a medical act. Therefore, it is necessaryfor a paramedic to act based on ethic, strong moral ground, competencies, medical indications, and medical procedures that he or she gained through a formal education. Those things are done to reach the objective of medical science insociety, such as being preventive, curative, and rehabilitative against disease, reduce the sufferings and support the patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?