DETAIL KOLEKSI

Relevansi kelainan mukosa mulut pada perokok aktif : Kajan pada sopir kantor di Wisma Metropolitan, Jakarta (Laporan Penelitian)


Oleh : Tifany Areane

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 ARE p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : drg. Enny Marwati, M.Kes.

Pembimbing 2 : -

Subyek : Dentristry - oral disease;Cigarette - oral disease

Kata Kunci : active smokers, cigarette, oral mucosal


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011215_Halaman-Judul.pdf 2008.83
2. 2015_TA_KG_04011215_Bab-1.pdf 733.67
3. 2015_TA_KG_04011215_Bab-2.pdf 853.48
4. 2015_TA_KG_04011215_Bab-3.pdf 797.67
5. 2015_TA_KG_04011215_Bab-4.pdf 876.53
6. 2015_TA_KG_04011215_Bab-5.pdf 957.37
7. 2015_TA_KG_04011215_Bab-6.pdf 890.48
8. 2015_TA_KG_04011215_Bab-7.pdf 802.23
9. 2015_TA_KG_04011215_Daftar-Pustaka.pdf 829.17
10. 2015_TA_KG_04011215_Lampiran.pdf 1607.65

L Latar belakang: Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemuidalam kehidupan sehari-hari. Dari segi kesehatan rongga mulut, merokok dapat mengakibatkan terjadinya kelainan dalam rongga mulut terutama pada jaringan lunak yang berkontak langsung dengan asap rokok yang panas. Tujuan penelitian: untuk mengetahui prevalensi kelainan jaringan lunak rongga mulut pada perokok aktif di kalangan sopir kantor di Wisma Metropolitan, Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilakukan dengan melakukan survei dengan cara mengisi kuesioner dan mencatat berbagai kelainan jaringan lunak yang ditemukan. Hasil Penelitian: Dari 75 subjek yang diteliti, kelainan jaringan lunak di rongga mulut yang paling sering ditemukan adalah smoker’s melanosis dengan persentase sebesar 64%, dan banyak terjadi pada kelompok usia 41-50 tahun (46,7%). Kelainan jaringan lunak mulut paling banyak ditemukan pada gingiva (65,3%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kelainan jaringan lunak pada perokok aktif di kalangan sopir kantor cukup tinggi. Tingginya prevalensi ini menandakan masih kurangnya perhatian para perokok terhadap kesehatan rongga mulut.

B Background: Smoking is a habit that is commonly found in daily life. In terms of the oral health, smoking may cause abnormalities in the oral cavity, especially in soft tissues that come into contact with cigarette smoke. Objective: The objective of this study is to determine the prevalence of oral soft tissue abnormalities in active smokers among drivers in Wisma Metropolitan Office Building, Jakarta. Methods: This research is a descriptive observational study that was conducted in a survey by filling out the questionnaires and the varieties of soft tissues abnormalities found were record. Results: Within 75 subjects that were examined, the most common oral soft tissues found was smoker's melanosis with a percentage of 64%, and more common in the age group 41-50 years (46.7%). found was smoker's malanosis with a percentage of 64%. In smokers, oral soft tissue abnormalities were most commonly found on the gingiva (65.3%). Conclusion: The results of this research showed that the prevalence of soft tissue abnormalities in active smokers among office drivers is quite high. This high prevalence, indicates that there is still a lack of awareness of smokers concerning their oral health.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?