DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Ekstrak Cinnamon (cinnamomum Burmannii) Terhadap Zona Hambat Pertumbuhan (laporan Penelitian)


Oleh : Caesary Cloudya Panjaitan

Info Katalog

Nomor Panggil : 571 PAN p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : drs. Alfred Pakpahan, M.Si.

Pembimbing 2 : -

Subyek : Biology

Kata Kunci : Cinnamon extract, Streptococcus mutans, The inhibition of growth


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KG_04010135_Halaman-Judul.pdf 1082.85

I Indonesia sebagai negara tropis memiliki keanekaragaman dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Banyak bahan herbal digunakan untuk obat-obatan sebagai alternatif dari obat-obatan kimia yang mempunyai banyak efek samping. Salah satunya adalah tumbuhan Cinnamomum burmannii yang lebih dikenal dengan kayu manis. Ekstrak dari kulit cinnamon mengandung senyawa cinnamaldehyde yang bersifat antibakteri. Hal ini menjadi dasar pemikiran untuk mengatasi karies gigi yang merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi yang bisa disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek dari ekstrak cinnamon terhadap zona hambat pertumbuhan Streptococcus mutans dengan menggunakan teknik Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan medium agar darah. Uji daya hambat dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak cinnamon yaitu 2,5%, 5% dan 10% yang diinkubasi selama 24, 48 dan 72 jam. Akuades digunakan sebagai bahan kontrol negatif dimana klorheksidin 0,2% dan tetrasiklin 2% sebagai bahan kontrol positif. Diameter zona hambat yang dihasilkan yaitu, 19,9 mm pada cinnamon 2,5%, 24,1 mm pada cinnamon 5%, 27,5 mm pada cinnamon 10%, 0 mm pada akuades, 22,6 mm pada klorheksidin dan 28,1 mm pada tetrasiklin. Cinnamon 10% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan S. mutans jika dibandingkan dengan klorheksidin, namun tidak sebaik tetrasiklin. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji statistik yang menunjukkan bahwa perbandingan bahan uji memiliki pengaruh signifikan (p<0,05) terhadap diameter zona hambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak cinnamon mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

I Indonesia as a tropical country has varieties of plants. Many herbs are used for medicine as an alternative to chemical drugs, which has many side effects. One of the herbs is Cinnamomum burmannii which is well known as cinnamon. The extract of the cinnamon’s bark contains cinnamaldehyde substances which has the function as an antibacterial. This is the basis of thought to overcome dental caries as one of the dental problems health problems which could be caused by the bacterium Streptococcus mutans. The purpose of this study was to determine the effect of cinnamon extract on growth of Streptococcus mutans in inhibition zone by used Minimum Inhibitory Concentration techniques (MIC) with blood agar as the medium. Inhibition test was conducted by using three variations of cinnamon extract concentration, 2.5%, 5% and 10% which were incubated for 24, 48 and 72 hours. Aquades was used as negative control material while chlorhexidine 0.2% and tetracycline 2% as positive control material. The result of this study showed diameter of inhibition zone is 19.9 mm for cinnamon 2,5%, 24.1 mm for cinnamon 5%, 27.5 mm for cinnamon 10%, 0 mm for aquades, 22.6 mm for chlorhexidine and 28.1 mm for tetracycline. Cinnamon 10% is the best concentration to inhibit the growth of S. Mutans compared to chlorhexidine, but is not as good as tetracycline. Statistical test results showed that the ratio of test material had a significant effect (p<0.05) toward the inhibition zone diameter of Streptococcus mutans growth. It can be concluded that cinnamon extract has the ability to inhibit the growth of the Streptococcus mutans bacteria.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?