DETAIL KOLEKSI

Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Metode Fuzzy Failure Mode And Effect Analysis ( Fmea) Pada Proses Produksi Pipa Api 24 Inch Di Pt Bakrie Pipe Industries


Oleh : Nugi Nugraha

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Deddy Sugiarto

Pembimbing 2 : Wawan Kurniawan

Subyek : Pipelines - industrial engineering;Pipelines - quality improvement - level failure

Kata Kunci : Bakrie pipe industries, FMEA, FRPN, fuzzy inference system


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06307081_1_Halaman-Judul.pdf 2662.77
2. 2012_TA_TI_06307081_2_Bab1.pdf 1438.38
3. 2012_TA_TI_06307081_3_Bab2.pdf 2252.3
4. 2012_TA_TI_06307081_4_Bab3.pdf 2961.63
5. 2012_TA_TI_06307081_5_Bab4.pdf 4022.59
6. 2012_TA_TI_06307081_6_Bab5.pdf 8170.18
7. 2012_TA_TI_06307081_7_Bab6.pdf 1916.02
8. 2012_TA_TI_06307081_8_Bab7.pdf 660.34
9. 2012_TA_TI_06307081_9_Daftar-pustaka.pdf 644.93
10. 2012_TA_TI_06307081_10_Lampiran.pdf 11134.34

P PT. Bakrie Pipe Industries merupakan anak perusahaan dari PT. Bakrie & Brothers Tbk yang menghasilkan pipa baja. Produk yang dihasilkan PT. Bakrie Pipe Industries tidak hanya satu macam tetapi dengan berbagai ukuran dan macam jenisnya seperti API, ASTM, SNI, SIO dan BOS. Salah satu plant yang berada di PT. Bakrie Pipe Industries adalah plant KT-24. Berdasarkan data kecacatan dan order produksi pada tahun 2011 untuk pipa 24 inch, cacat tertinggi terjadi pada order ke-4 yaitu sebesar 11 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko kegagalan proses terbesar dalam proses produksi Pipa Baja API 24 Inch di Plan KT-24 dan memberikan usulan perbaikan kualitas dengan merancang alat bantu untuk mengurangi terjadinya kegagalan proses. Untuk mengetahui hal tersebut perlu ditelusuri langsung ke lantai produksi dan wawancara langsung ke kepala produksi KT-24. Untuk itu, dilakukan analisa serta perbaikan lebih lanjut terhadap proses produksi menggunakan metode Fuzzy FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengidentifikasi factor penyebab kegagalan dan menghitung nilai FRPN tertinggi sebagai prioritas penyebab kecacatan utama. Pada metode ini langkah-langkah yang dilakukan adalah fuzzifikasi, fuzzy rule base dan deffuzifikasi. Dari basil pengolahan data dengan menggunakan Fuzzy FMEA, diketahui cacat yang terbesar adalah pada proses cutting off dengan nilai FRPN 896. Kegagalan proses terjadi aldbat terlalu dekatnya jarak pisau dengan pipa yang mengakibatkan cacat HL x Flat x. Untuk mencegah atau minimal mengurangi kecacatan, maka dibuatlah alat bantu "tongkat jarak pisau dan pipa" yang diharapkan dapat membantu mempelancar proses produksi pipa 24 inch pada KT-24. Alat bantu ini digunakan untuk mempermudah mengukur jarak pisau dan pipa dengan jarak yang telah di tentukan perusahaan atau sesuai dengan SOP mesin cut off yaitu 18 mm -- 20 mm. Bahan yang digunakan dalam pembuatan alat bantu ini adalah baja.

P PT. Bakrie Pipe Industries is a subsidiary of PT. Bakrie & Brothers 'Tbk, which produces steel pipes. The product resulted by PT. Bakrie Pipe Industries is not merely a type of product but some products with various sizes and types such as API, ASTM, SNI, SIC) and BOS. The KT-24 plant is one of plants is located in PT. Bakrie Pipe Industries. Based on the defect and order data of production in 2011, for the pipe sized 24 inch, the highest defect occurred in the fourth order as many as 11 percents. The purpose of this study was to find the highest level of failure in the production process of 24-inch API Pipe Steel at KT-24 Plant and provide suggestions to improve the quality by designing a tool to reduce failure in these processes. To know this needs to be traced directly on the production floor and make interviews with the head of production at KT-24 Plant. For that reason, further analysis and improvement of production processes using the Fuzzy FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method to identify the influencing factors of the failure and calculated the highest FRPN value as priority causes of main defect. In this method, the steps sequenced are fuzzyfication, fuzzy rule base and deffuzzyfication. Results of data processing by using Fuzzy FMEA indicated that the highest defect had occurred on the cutting off process with FRPN value of 896. The failure in process occurs due to the distance of the blade is too short to the pipe resulting in defective on HL x Flat x. To prevent or at least reduce the defect, a tool named "the spacing stick between blade and pipe" had made which is expected to help expedite the process of production of 24 inch pipe at the KT-24 plant. This tool is used to facilitate in measuring the distance between pipe and blade with predefined space by the company which in accordance with SOP of cut off engine in the range of 18 mm - 20 mm. The material used in creating this tool is steel.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?