DETAIL KOLEKSI


Usulan Penerapan Metode Failure Mode And Effect Analysis (fmea) Dan Model Pengetahuan (knowledge Model) Dalam Proses Produksi Meja Cross Di Cv. Jaya


Oleh : Decky Horiyanto Putra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Failure occurs - industrial engineering;Failure mode and effect analysis;Production process

Kata Kunci : cross table, FMEA, knowledge model, RPN


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2012_TA_TI_06307032_1_Halaman-Judul.pdf 2068.97 (KB)
2. 2012_TA_TI_06307032_8_Daftar-pustaka.pdf 591.53 (KB)
3. 2012_TA_TI_06307032_9_Lampiran.pdf 2718.25 (KB)

C CV. Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi furniture. Meja cross merupakan satu dan produk dengan tingkat permintaan yang cukup tinggi dari pasar domestik maupun luar negeri. Kualitas meja cross yang dihasilkan menjadi salah satu faktor utama yang yang menjadi fokus perusahaan untuk menghadapi persaingan usaha, tetapi dalam pelaksanaannya perusahaan mengalami kendala dalam mengatasi permasalahan mengenai kualitas produk. Dalam proses produksi meja cross ditemukan kecacatan yang disebabkan oleh kegagalan yang terjadi pada proses prduksi mulai pada tahap awal penerimaan bahan balm, saat proses oven, proses pemotongan,penghalusan, proses pelapisan bambu sampai dengan proses akhir pengemasan. Penelitian tugas akhir ini dilakukan dengan tujuan membantu perusahaan dalam melakukan identifikasi terhadap kegagalan proses yang terjadi. Identifikasi kegagalan proses dilakukan dengan cara pengamatan terhadap proses produksi meja cross dan melakukan wawancara dengan pihak perusahaan yang dilanjutkan dengan pembentukan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini diharapkan mampu menganalisa dan mengetahui penyebab dan kegagalan proses sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan untuk mengatasi masalah yang dihadapi perusahaan. Sedangkan penanganan prioritas masalah dengan metode FMEA dilakukan untuk mendapatkan nilai rangking prioritas masalah yang hams diperbaiki berdasarkan resiko paling tinggi. Adapun nilai RPN tertinggi terjadi pada proses oven dengan nilai RPN 288, proses pemotongan dengan nilai RPN 384, Setelah identifikasi masalah dengan FMEA, penanggulangan masalah dilakukan dengan membangun model pengetahuan (knowledge model), model pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi supporting tools sebagai sumber informasi untuk para pekerja di perusahaan tersebut untuk memudahkan proses pencarian informasi dan proses pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai masalah dalam proses produksi tanpa hams berhubungan langsung dengan pakar. Dalam membangun model pengetahuan dilakukan penentuan dan solusi yang akan diterapkan dengan jenis model pengetahuan yang relevan. Berdasarkan analisa yang dilakukan, maka untuk penanggulangan masalah pada proses oven dilakukan dengan membangun composition ladder proses oven, atribute ladder proses oven dan process ladder sistem oven. Sedangkan untuk proses pemotongan dilakukan dengan membangun composition ladder proses pemotongan, process ladder SOP mesin ripsaw dan banndsaw, dan SOP pemberian tanda ukur. Usulan perbaikan dalam bentuk standard operating procedure (SOP) proses oven dan proses pemotongan direkomendasikan kepada perusahaan agar dimasa mendatang tidak terjadi kesalahan yang sama dengan masalah yang selama ini dihadapi oleh perusahaan.

C CV. Jaya is one of the companies engaged in the production of furniture. Cross table is one of the products with a fairly high of demand both from domestic and overseas markets. The quality of the resulting cross table became one of the main factors that are the focus of the company to face competition, but in the company actual experienced difficulties in addressing the problem of product quality. In the process of table cross production has found defect caused by failures in the production process began in the early stages of raw material receipt, process in the oven, the process of cutting, smoothing, bamboo coating process until the final packaging process. This study aimed to help the company in the identification of a process failure occurs. Identification of the failure process is made by observation of the production process of cross table and by interviews the company, followed by the formation of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). This method was expected to analyze and find out the cause of the failure process so that corrective action can be determined to address the problems faced by the company. While in handling the priority of problems with FMEA method performed to obtain the ranking of problems priority that should be corrected based on the highest risk. The highest RPN valueshas occur in the process of oven with RPN value of 288, the process of cutting with RPN value of 384, and the bamboo coating process with RPN value of 256. After identifying the problem with FMEA, in addressing the problems made by constructing of knowledge model, Knowledge model is expected to be a supporting tool as a source of information for workers in the company to facilitate the searching information and decision-making processes in dealing with various problems on the production process without having to deal directly with the experts. In building a model of knowledge made the determination of solution to be applied to model the relevant knowledge. Based on analysis carried out, then for overcoming problems in the process of oven is done by constructing composition ladder, atribute ladder and process ladder. While for the process of cutting is done by building process ladder for SOP of ripsaw machine and banndsaw machine, dan SOP of marking gauge. Proposed recommended improvements to the company performed in the form of SOP for the oven process and cutting process. Purpose of making this SOP in order to avoid the same mistake with the problems facing the company during this.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?