DETAIL KOLEKSI


Optimalisasi Biaya Oprasional Keserasian Alat Gali Muat Pc2000 Dan Alat Angkut Hd785-7 Pada Pengupasan Tanah Penutup Di Pt Pamersada Nusantra Job Site Jembayan Kalimantan Timur


Oleh : Jonathan Axel Pangemanan

Info Katalog

Nomor Panggil : 305/TT/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Reza Aryanto

Pembimbing 2 : Pancanita Novi Hartami

Subyek : Mining

Kata Kunci : Match Factor, biaya operasional, optimalisasi, produktivitas


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2016_TA_TB_07312098_Halaman-Judul.pdf 1319.83 (KB)
2. 2016_TA_TB_07312098_Bab-1.pdf 107.72 (KB)
3. 2016_TA_TB_07312098_Bab-2.pdf 938.88 (KB)
4. 2016_TA_TB_07312098_Bab-3.pdf 683.38 (KB)
5. 2016_TA_TB_07312098_Bab-4.pdf 198.41 (KB)
6. 2016_TA_TB_07312098_Bab-5.pdf 565.86 (KB)
7. 2016_TA_TB_07312098_Bab-6.PDF 213.16 (KB)
8. 2016_TA_TB_07312098_Bab-7.PDF 87.66 (KB)
9. 2016_TA_TB_07312098_Daftar-Pustaka.PDF 81.12 (KB)
10. 2016_TA_TB_07312098_Lampiran.PDF 806.7 (KB)

P PT. Pamapersada Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan. Salah satu perusahaan yang menggunakan jasa PT. Pamapersada merupakan PT. Jembayan Muara Bara yang berada di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Rendahnya Harga batubara saat ini mengakibatkan adanya penekanan pengeluaran biaya operasional yang ada agar kegiatan pertambangan dapat berjalan dengan normal. Biaya Operasional terbesar yang ada saat ini berasal dari pemuatan dan pengangkutan batubara maupun tanah penutup sehingga perlu diefisienkan dengan keserasian (match factor) yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keserasian alat muat dan alat angkut yang ada, untuk mengoptimalkan kegiatan penambangan dan menghemat biaya operasional yang ada.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan jumlah alat gali muat (PC2000) yang berjumlah 4 unit dan alat angkut (HD785-7) yang berjumlah 20 unit, masih belum optimal (MF = 0.922). Dengan keadaan ini produktivitas yang dapat dicapai sebesar 3145.513 BCM/jam dengan biaya operasional teoritis sebesar 1.4731 US$/jam atau biaya operasional perusahaan sebesar 1.7103 US$/jam. Untuk itu perlu adanya peningkatan keserasian yang ada, dengan 2 opsi yaitu menjadi 4 unit alat gali muat (PC2000) dan 21 unit alat angkut (HD785-7) sehingga faktor keserasian yang ada meningkat menjadi 0.96, dengan peningkatan produktivitas menjadi 3302.755 BCM/jam dengan biaya operasional teoritis sebesar 1.4604 US$/jam atau biaya operasional perusahaan sebesar 1.6953 US$/jam. Maka penghematan biaya operasional teoritis yang didapatkan sebesar 0.1269 US$/BCM atau biaya operasional perusahaan sebesar 0.0149 US$/BCM. Hal ini akan menghemat biaya operasional teoritis sebsar 29,176.017 US$/bulan atau biaya operasional perusahaan sebesar 34,336.655 UD$/bulan. Opsi kedua yaitu dengan penambahan unit alat angkut menjadi 4 unit alat gali muat (PC2000) dan 22 unit alat angkut (HD785-7) sehingga faktor keserasian yang ada meningkat menjadi 1.01. Dengan adanya peningkatan keserasian maka produktivitas yang dapat dicapai menjadi 3409.92 BCM/jam dengan biaya operasional teoritis sebesar 1.4702 US$/jam atau biaya operasional perusahaan sebesar 1.7065 US$/jam. Maka penghematan biaya operasional teoritis yang didapatkan sebesar 0.002935 US$/BCM atau biaya operasional perusahaan sebesar 0.003799 US$/BCM. Hal ini akan menghemat biaya operasional teoritis sebesar 6,966.81 US$/bulan atau biaya operasional perusahaan sebesar 9,016.974 US$/bulannya.

P PT. Pamapersada Nusantara is a mine contract service provider which currently offering its services to various clients including PT Jembayan Muarabara, a coal mining company located at Separi Village, Tenggarong Seberang District, Kutai Kertanegara District, East Borneo. Low coal prices has forced coal miners to cut operational cost to ensure continuity of operation. Loading and hauling of overburden material and/or coal is the major cost item in coal mining activity, hence improving truck-shovel matching (as stated with Match Factor (MF)) could help optimizing cost efficiency. This study was conducted to evaluate truck-shovel matching, improving it and reaching better operational cost efficiency. Study showed that pairing 4 units of Komatsu PC2000 Excavator with 20 units Komatsu HD785-7 Truck gave a match factor of 0.922 and a productivity of 3145.513 BCM/hour with operating cost of 1.4731 US$/hour (theoretically) or 1.7103 US$/hour (data given by company). Based on this study, two options on improving match factor are suggested. First option is to pair 21 units of HD785-7 truck with 4 units of PC2000 excavator resulting in match factor of 0.96 and system productivity of 3302.755 BCM/hour, drops operating cost to 1.4604 US$/hour (theoretically) or 1.6953 US$/hour (data given by company). This option could help save 0.1269 US$/BCM or 29,176.017 US$/month (theoretically) and 0.0149 US$/BCM or 34,336.655 US$/month (data given by company) on operational cost. The second option is to pair 22 units of HD785-7 truck with 4 units of PC2000 excavator, improving match factor further to 1.01. Thus, boosting productivity to 3409.92 BCM/hour with operating cost of 1.4702 US$/hour (theoretically) or 1.7065 US$/hour (data given by company). This option could help save 0.002935 US$/BCM or 6,966.81 US$/month (theoretically) and 0.003799 US$/BCM or 9,016.974 US$/month (data given by company) on operational cost.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?