DETAIL KOLEKSI

Analisa Teknis Problem Pipa Terjepit Pada Operasi Pemboran Offshore Sumur X Phe

1.0


Oleh : Diego Riawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 453/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Ali Suanda

Subyek : Teknik Pemboran

Kata Kunci : Teknik Pemboran


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07112061_HALAMAN-JUDUL.pdf 1442.37
2. 2016_TA_TM_07112061_BAB-I.pdf 204.03
3. 2016_TA_TM_07112061_BAB-II.pdf 554.63
4. 2016_TA_TM_07112061_BAB-III.pdf 737.35
5. 2016_TA_TM_07112061_BAB-IV.pdf 879.05
6. 2016_TA_TM_07112061_BAB-V.pdf 95.15
7. 2016_TA_TM_07112061_BAB-VI.pdf 90.42
8. 2016_TA_TM_07112061_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 156.48
9. 2016_TA_TM_07112061_Daftar-Simbol.pdf 91.38
10. 2016_TA_TM_07112061_LAMPIRAN-A.pdf 258.42
11. 2016_TA_TM_07112061_Lampiran-B.pdf 248.92
12. 2016_TA_TM_07112061_THESIS-PAPER.pdf 111

O Operasi pemboran bertujuan untuk mencari hidrokarbon baik berupa oil,gas ataupun kondesat. Tujuan utama atau objek yang paling penting adalah mencapai kedalaman akhir dengan aman,cepat, dan ekonomis disamping menjaga kondisi sumur agar tidak rusak. Agar nantinya sumur tersebut dapat diproduksikan dengan volume dan waktu yang menguntungkan. Dengan demikian lubang bor akan dapat dibor dengan kecepatan yang effisien hingga dicapainnya kedalaman target (hidrokarbon) yang diinginkan. Namun pada operasi pemboran Sumur X yang menjadi bahan penelitian, operasi pemboran menghadapi masalah stuck pipe secara terus-menerus saat operasi memasuki formasi Rancak, formasi dengan batuan shale yang sangat reaktif. Dimana problem stuck pipe ini berujung pada harus dihentikannya operasi dan gagal untuk mencapai target reservoir. Berdasarkan hasil perhitungan dan plot dapat terlihat bahwa sesungguhnya penggunaan mud weight pada operasi pemboran Sumur X sudah sesuai dengan kaidah yang ada. Dimana besaran mud weight yang digunakan sudah berada diatas pore pressure mw dan berada dibawah fracture pressure mw. Dari segi penggunaan properties pada operasi pemboran Sumur X ini terutama saat operasi melewati formasi Rancak. Formasi yang menjadi perhatian pada penelitian ini dengan menggunakan sumur Y sebagai Offset well, terlihat bahwa properties yang digunakan indentik dengan properties pada sumur X. Yaitu menggunakan Kcl 7-10%, dimana zat ini berfungsi untuk mengatasi masalah v Formasi Rancak yaitu Shale yang cukup reaktif. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari segi properties mud bukan menjadi alasan mengapa formasi mengalami collapse secara terus-menerus yang mengakibatkan terjadinya penyempitan lubang pemboran dan berujung pada masalah stuck pipe. Berdasarkan hasil dari perhitungan Transport Cutting (Ft).Diketahui nilai dari Transport Cutting (Ft) yaitu pada daerah dp sebesar 93.92% dan pada dc 93.66%. Dimana pada kedua titik yang diuji menunjukan hasil > dari 90%. Secara teori hal ini sudah sangat baik. Berdasarkan hasil dari perhitungan Cutting concentration (Ca), dan Particle Bed Index (PBI). Dari perhitungan Cutting concentration (Ca) didapat hasil dimana Ca pada daerah dp sebesar 1.051% dan pada daerah dc juga didapat angka 1.051%. Pada operasi Pemboran dimana biasanya nilai Ca yang baik berada dikisaran 1%- 3%. Meskipun secara teorikal dikatakan bahwa batasan wajar untuk nilai Ca maksimal sebesar 5%. Sehingga dapat dikatan untuk Cutting concentration (Ca) pada perhitungan ini dapat dikatan masih tergolong baik. Dari particle bed index (PBI). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan,didapat hasil nilai PBI sebesar 1. Hasil PBI ini dapat dikatan ideal,dimana secara teorikal nilai PBI bila nilainya PBI> 1 ,maka tidak terjadi pengendapan. Bila PBI= 1, kondisi dimana hampir terjadi pengendapan. Dan bila PBI< 1 maka hal ini menunjukan cutting mengalami pengendapan. Berdasarkan perhitungan nilai CCI pada sumur ini diketahui nilai CCI sebesar 6.134 dan 8.644. Hal ini menunjukan bahwa cutting capacity index pada pemboran ini memiliki nilai yang baik. Dimana berdasarkan teori yang ada nilai CCI dinyatakan baik apabila bernilai > 1. Oleh sebab itu berdasar pada hasil vi perhitungan ini maka hidrolika seharusnya bukan menjadi masalah penyebab terjadinya stuck pipe. Dari segi parameter pemboran seperti Drag, Torsi dan DLS analysis. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa factor-faktor diatas tidak ditemukan kejanggalan. Dimana parameter yang diuji masih berada dalam batasan yang optimum untuk suatu operasi pemboran. Sehingga dapat dinyatakan bahwa parameter pemboran tersebut tidak menjadi penyebab masalah. Diketahui bahwa ternyata operasi pemboran sumur X ini ternyata arah pemboran sumur X ini searah dengan stress minimum dari formasi itu. Sedang pada pemboran sumur Y arah pemboran membentuk sudut dari arah stress formasi tersebut sendiri. berdasarkan teori yang ada apabila suatu pemboran berarah terhadap stress minimum dari suatu formasi maka gaya vertical pada kondisi itu akan bekerja secara maksimum. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab dari collapse dinding formasi yang berujung pada terjadinya stuck pipe terus menerus terjadi.

T The drilling operation aims to search for hydrocarbons in the form of oil , gas or condensate . The main purpose or object which also the most important is to reach the final depth safely, quickly , and economically in addition to maintaining the condition of the well to prevent damage. So that later the well can be produced with a favorable volume and time . Thus the drill holes will be drilled at an efficient speed to reach the target depth ( hydrocarbon ) that is desired . But in well drilling operations X, drilling operations face the problem of stuck pipe continuously when the operation enters Rancak formations , which is a shale rock formations with highly reactive . Where the stuck pipe problems caused the drilling operation failed to reach the target reservoir . Based on calculations and plot it can be seen that the actual use of mud weight on wells drilling operations X is in conformity with the existing rule . Where the amount of mud weight used already above mw pore pressure and fracture under pressure mw . In terms of the use of the properties on this X wells drilling operations , especially when the operation passes Rancak formation. In the same formation (Rancak) Wells Y as the offset well in this study appears that the properties that used is identical to properties on wells X. That is using 7-10 % KCl. So it can be said that in terms of the properties of mud is not the reason why the formation experiencing continuous collapse resulting in a narrowing of drilling holes and lead to stuck pipe problems . ii Based on the results of the calculation of Cutting Transport (Ft) . Value of Transport Cutting (Ft) in dp area is 93.92% and 93.66% dc. In theory it is already very good. Based on the results of the calculation Cutting concentration (Ca), and Particle Bed Index (PBI). The calculation of concentration (Ca) in dp area is 1,051% and the dc area also gained 1,051% . In the drilling operation which is usually a good value Ca is around 1% -3%. Although it said that reasonable limits to the value of Ca maximum of 5%. So it can be said for Cutting concentration it still quite good. For particle bed index (PBI). From calculations that have been done, the result is 1.Which is good. CCI value based on calculation are CCI for 6.134 in dp and 8.644 in dc. This shows that the cutting capacity index in this drilling has a good value. based on the theory that there is a good value if the CCI declared worth> 1. Therefore, based on the results of this calculation hydraulics should not be a problem the causes of stuck pipe. In terms of drilling parameters such as Drag , Torque and DLS analysis. Based on calculations in mind that the factors above is not found irregularities . Where the parameters tested still be located in the optimum for a drilling operation . So it can be stated that the drilling parameter does not cause a problem . It is allegedly that the direction of well X is in line with minimum stress of the formation. Meanwhile in the Y direction the drilling wells form a different approching to reach the target. Based on the theory that exists when a directional drilling in the line of a minimum stress of a formation the vertical force on the iii formation will work to the maximum. This is thought to be the reason of the formation collapse that led to stuck pipe.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?