DETAIL KOLEKSI

Pemanfaatan Bottom Ash Dari Pembakaran Batubara Sebagai Soil Stabilizer Dengan Metode Solidifikasi


Oleh : Nikita Putri R

Info Katalog

Nomor Panggil : 082.660

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Christiana Siallagan

Pembimbing 2 : Edison Effendi

Subyek : Coal usage - the industrial sector;Strength depress test

Kata Kunci : bottom ash, soil, soil stabilizer, leaching test


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TL_08203018_Halaman-Judul.pdf 822.12
2. 2008_TA_TL_08203018_Bab-1.pdf 564.75
3. 2008_TA_TL_08203018_Bab-2.pdf 674.8
4. 2008_TA_TL_08203018_Bab-3.pdf 575.2
5. 2008_TA_TL_08203018_Bab-4.pdf 913.22
6. 2008_TA_TL_08203018_Bab-5.pdf 576.96
7. 2008_TA_TL_08203018_Daftar-Pustaka.pdf 559.39
8. 2008_TA_TL_08203018_Lampiran.pdf 1436.29

P Penggunaan batubara untuk sektor industri untuk mewakili energi alternatif penggunaan untuk menggantikan peran bahan bakar minyak yang saat ini jumlahnya telah semakin menipiskan di Dunia. Dilihat dari sisi ekonomi, penggunaan batubara lebih menguntungkan karena lebih murah, tapi pembakaran batubara ini juga dapat menghasilkan kontaminasi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. pencemaran lingkungan ini dimungkinkan terjadi karena batubara pembakaran akan menghasilkan 5% abu (fly ash dan bottom ash) dari jumlah batubara yang dibakar. Kedua limbah ini termasuk limbah B3 karena masih mengandung logam berat yang dapat mempengaruhi lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan dengan memanfaatkan abu dasar sebagai stabilizer tanah. Hal ini dilakukan karena sampah yang lebih besar. Sehingga, jika tidak diproses maka potensi akan membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Itu Metode pemadatan dipilih untuk mengobati abu dasar. proses pembekuan mewakili Proses pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengurangi kelarutan dan mobilitas kontaminan dan juga membentuk massa padat. Proses ini dilakukan dengan meningkatkan semen ke dalam campuran tanah dan abu dasar, sehingga pengikatan antara partikel yang lebih kuat. Dan hasil uji Batas Atterberg, dikenal dengan tanah yang stabil dalam penelitian ini termasuk dalam kategori tanah liat MH dan OH. Mengontrol kualitas lainnya yang diperoleh dan hasil Pemeriksaan yang kuat menekan serta uji pencucian. Hasil kuat tekan untuk menunjukkan bahwa bagian bawah abu 6% dengan penambahan semen 9% menghasilkan yang terbaik kekuatan tertekan yaitu sebesar 104,5 Kg / cm2, dengan nilai kuat tekan yang sama dengan ini maka hasil pemadatan sudah cukup baik karena melayani tujuan subbase dan jalan trotoar. Bila dibandingkan dengan kualitas dari sesuai beton SNI No. 03-0691-1996 maka nilai maka nilai tersebut termasuk dalam kualitas D beton yang digunakan sebagai taman trotoar. Pemadatan produk terbaik yang memiliki nilai terbaik tertekan kekuatan diuji tingkat pencucian, dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat logam berat Cd, Cr, Cu, Pb, dan Zn masih di bawah baku mutu TLCP PP No. 85 tahun 1999 tentang Penentuan karakteristik sifat racun.

C Coal usage for the industrial sector of to represent the alternative of use energy to replace the role of oil fuel which in this time its amount have progressively attenuate in the world. Seen from economic side, coal usage is more beneficial because its cheaper, but this coal combustion also can generate the contamination to environment if not managed well. Environmental contamination is possible happened because coal combustion will yield 5% ash (fly ash and bottom ash) from total coal that is combusted. Both of this waste is inclusive of B3 waste because still contain the heavy metal which can influence to environment. In this research, it is conducted by utilizing bottom ash as soil stabilizer. This matter is conducted because the waste more large. So that, if it is not processed hence potency will endanger the environment and human being health. The solidification method is chosen to treat bottom ash. Solidification process represent the process of waste processing which aim to lessen the solubility and mobility contaminant and also form the solid mass. This process conducted by enhancing cement into mixture of soil and bottom ash, so that cordage between its particles more stronger. And result of test of Atterberg Limit, known by the soil which stabilized in this research included in category of ground clay MH and OH. Control the obtained other quality and result of strong examination depress as well as test leaching. Result of strength depress to indicate that the bottom ash 6% with the addition cement 9% yielding the best strength depress that is equal to 104.5 Kg/cm2, with the strength depress value equal to this hence result of solidification have good enough because serve the purpose of subbase and road pavement. When compared to its quality of concrete pursuant to SNI No. 03-0691-1996 hence assess hence the value is included in quality of concrete D which is used as a garden pavement. The best solidification product which have best strength depress value is tested the rate leaching, from research result known that the heavy metal rate of Cd, Cr, Cu, Pb, and Zn still under permanent quality of TLCP PP No. 85 year 1999 about characteristic determination of nature of poison.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?