DETAIL KOLEKSI

Usulan Perancangan Expert System Berbasis Fmea Untuk Mendiagnosis Dan Mengidentifikasi Kegagalan Pada Proses Produksi Rear Combination E83 Truk Hino Dutro Di Pt Ichikoh Indonesia


Oleh : Benza Hadi Perdana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Pembimbing 2 : Winnie Septiani

Subyek : Designing Expert System - Fmea

Kata Kunci : minor parts, manufacturing company, FMEA


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06308062_Halaman-Judul.pdf 3036.65
2. 2012_TA_TI_06308062_Daftar-Pustaka.pdf 676.89
3. 2012_TA_TI_06308062_Lampiran.pdf 4895.95

M Minor parts dapat disebut sebagai onderdil penyusun mobil yang memiliki fungsi sangat penting. Beberapa contoh minor parts adalah head lamp, rear combination lamp, door mirror, dan small lamp. Atas dasar fenomena tersebut perusahaan car maker berupaya untuk membuat minor parts yang berkualitas. Hal ini Pula memberi dampak persaingan antar sesama perusahaan manufaktur minor parts. PT. Ichikoh Indonesia merupakan perusahaan pembuat minor parts selalu berusaha untuk menjaga kualitas produknya demi kepuasan konsumen. Terjadinya kegagalan proses pada proses produksi Rear Combination E83 berdampak pada penurunan kualitas produk akhir. Berikut data persentase kecacatan produk Rear Combination E83 yang tercatat dari bulan Oktober sampai Desember 2011, E83 RC1 HSG 15.6%, E83 R/C T/S Lens 13.1%, E83 R/C B/L Lens 12.8%, E83 R/C T/T Lens 12.5%, E83 R/C T/S Lens -Flu !aru 10.5%, Assy Lensa 12.4%, dan Assy Housing 6.7%. Tujuan melakukan penelitian injuntuk membantu perusahaan melakukan pendiagnosisan dan identifikasi kegagalan proses dalam sistem produksi Rear Combination E83. Dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pendiagnosisan dan identifikasi kegagalan proses menjadi efektif dan efisien. Penanganan terhadap masalah yang timbul akan menjadi prioritas dalam metode FMEA ini. Ditambah dengan perancangan sistem pakar akan mempermudah dalam mengakses FMEA menggunakan komputer, serta membantu operator untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul pada proses produksi Rear Combination E83. Program sistem pakar yang dirancang menggunakan software Winexsys. Pada akhir proses pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 fungsi proses yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu memanaskan bahan baku (RPN = 192), mencetak bahan baku (RPN = 280), dan pengeringan bahan baku (RPN = 280). Upaya penanggulangannya adalah mengkalibrasi mesin pemanas, operator menggunakan peralatan K3, dan memantau pasokan bahan baku

M Minor parts can be called by the parts of the car which have an important function. There are some example of minor parts such as head lamp, rear combination lamp, door mirror, and small lamp. Because of that phenomenon the car maker company try to make the best quality product. It also gives the impact of competition between the members of minor parts manufacturing company. PT. Ichikoh Indonesia is a manufacturing company which is make minor parts will always try and keep it\'s quality product for consumen satisfaction. The failure process on system production of Rear Combination E83 cause the reduction of the final quality pro( nere\'s the percentage data of product defects for Rear Combination E83 on October until December 2011. E83 RC1 HSG 15.6%, E83 R/C T/S Lens 13.1%, E83 R/C B/L Lens 12.8%, E83 R/C T/T Lens 12.5%, E83 R/C T/S Lens + Am — am 10.5%, Assy I ensa 12.4%, dan Assy Housing 61%. The main purpose of this research is to help the o )mpany for diagnostic and indenthication the failure process on system production of Rea Combination E83. By using the failure mode and effect analysis method, the diagnostic and identification become effective efficient Mc of FMEA is to handle the problem which cause failure process. Integrated by expert system will simplify to access FMEA with computer, and help operator to solve the problem of failure process on system production of Rear Combination E83. The expert system programe designed by using software Winexsys. At the end of data processing, it can take the conclusion that there are three process function which have the highest RPN values. Heating the raw material (RPN = 192), mold the raw material (RON = 280), and finally drying of the raw material (RPN = 280). The prevention effort for the failure process are calibrate the heating machine, operator uses K3 equipments, and monitor the supply of raw material.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?