DETAIL KOLEKSI

Penerapan Teory Of Constrain Untuk Mencapai Target Produksi Dengan Pendekatan Bottleneck Scheduling Di Pt Indokarlo Perkasa Departement Moulded Bagian Mixing


Oleh : Mega Rahma Pertiwi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Sumiharni Batubara

Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya

Subyek : Production process - production target;Manufacturing system;Scheduling - problem solving

Kata Kunci : makespan, scheduling bottleneck, theory of constraint


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06307117_Halaman-Judul.pdf 2092
2. 2012_TA_TI_06307117_Daftar-pustaka.pdf 623.51
3. 2012_TA_TI_06307117_Lampiran.pdf 15861.13

P PT. Indokarlo Perkasa merupakan perusahan yang bergerak di bidang manufaktur yang bergerak pada industri otomotif yang terbuat dari bahan karet. Sistem manufaktur yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan jumlah pesanan (make to order). Proses produksi pada departemen moulded ini memiliki pola aliran proses flowshop dengan n job dan m mesin.Permasalahan yang ada pada departemen moulded bagian mixing terjadi karena ketidakmampuan memenuhi permintaan produksi harian yang telah ditetapkan perusahaan. Produk yang diproduksi oleh departemen tersebut diantaranya N3624, E1645, N3620, N3721, dan E1707. Sehingga banyak pekerjaan yang tidak selesai dengan yang diharapkan perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu perusahaan belum memperhatikan sistem penjadwalan produksi sehingga waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan tidak efektif.Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan Theory of Constraint agar dapat mengidentifikasi stasiun kerja yang mengalami hambatan. Kemudian dengan pemberian time buffer dapat mengupayakan memenuhi kekurangan dalam terpenuhinya target produksi dari perusahaan. Selain itu diusulkan metode penjadwalan untuk meminimasi makespan dengan metode Bottleneck Scheduling.Theory of Constrai merupakan pendekatan teori kendala. TOC adalah suatu pendekatan ke arah peningkatan proses yang berfokus pada elemen-elemen yang dibatasi untuk meningkatkan output. Langkah yang dilakukan yaitu pertama dengan mengidentifikasi constrain dan hambatan pada kapasitas yang dibutuhkan dan kapasitas tersedia. Apabila kapasitas tersedia lebih kecil dari yang dibutuhkan sudah berarti terjadinya bottleneck. Ketika kapasitas kurang terpenuhi maka dibutuhkannya penambahan time buffer untuk memenuhi kekurangan yang dibutuhkan perusahaan. Selain time buffer yang diberikan, perusahaan membutuhkan usulan perbaikan dalam menjadwalkan job yang akan meminimasi makespan yang dibutuhkan perusahaan. Usulan penjadwalan yang digunakan dengan bottleneck scheduling. Metode tersebut memprioritaskan pada bagian yang mengalami bottleneck. Sehingga permasalahan yang diperlukan sesuai dengan yang dibutuhkan.Pada pengolahan data,dari 10 stasiun kerja yang dimiliki perusahaan yang mengalami bottleneck yaitu pada stasiun kerja 7 yaitu stasiun kerja kneader. Kapasitas yang dibutuhkan sebanyak 242.142 detik, sedangkan yang tersedia sebanyak 162.000 detik. Sehingga solusi yang dilakukan dengan penambahan time buffer sebanyak 80.142,01 detik atau 22,26 jam yang dilaksanakan pada hari Minggu. Dalam usulan penjadwalan bottleneck scheduling menghasilkan sequence atau urutan job. Pada awalnya sequence perusahaan adalah J1-J2-J3-J4-J5 , kemudian dengan bottleneck scheduling menghasilkan sequence adalah J4-J2-J3-J5-J1. Penjadwalan dan perusahaan menghasilkan makespan 12.383,4 detik atau 3,3 jam/batch, sedangkan dengan perhitungan Bottleneck Scheduling diperoleh makespan 11.465 detik atau 3,18 jam/batch. Sehingga terdapat penurunan makespan sebesar 37,47%.

P PT. Indokarlo Perkasa a company engaged in manufacturing which operates in the automotive industry is made of rubber. Manufacturing system that is applied is based on the number of orders the company (make to order). The production process at the department has molded the flow pattern flowshop with n jobs and m machines.Existing problems in the department of molded parts mixing occurs due to inability to meet the target demand of daily production that has been set by the company. Products manufactured by the departemnt include N3624, E1645, N3620, N3721, dan E1707. So many that do not finish as expected the company to meet market demand. In addition the company has not noticed the production scheduling system so that the time required by the company are not effective.The final task of this research aims to apply the Theory of Constraint in order to identify the work station is congested. Then with the provision of buffer time can seek to meet deficiencies in the fulfillment of production targets of the company. In addition to the suggestions given by the company providing the proposed scheduling method to minimize makespan with Bottlenjk eding method.Theory of Constraints is an approach to the theory of constraints. TOC is an approach toward the improvement process that focuses on the elements that are constrained to —increase output. The first step taken by identifying h the constraint on the required capacity and available capacity. If the available capaity is smaller than required has meant the bottleneck. When capacity is less fulfilled tie need for the addition of buffer to meet the shortage of time that the company needs addition to buffer a given time, the company needs the proposed improvements in the job schedule that will minimize the makespan that the company needs. Proposed scheduling used by the scheduling bottleneck. The method of prioritizing on the part of a bottleneck.In the data processing from 10 work stations owned company that is a bottleneck at the work station 7 kneader work stations. Capacity is required as many as 242.142 seconds, while the available total of 162.000 seconds. So the solution is performed by the addition of buffer time as much as 80.142.01 seconds or 22.26 hours held on Sunday. In the proposed scheduling of bottleneck scheduling generating job sequence or sequences. In the first sequence is the J1-J2 -J3-J4-J5, then the bottleneck scheduling generating sequence is J243-J4-.15-J1. Makespan scheduling of company result in 12.383 seconds or 3,4 hour/batch, while the calculation of makespan obtained Bottleneck Scheduling 11.465 seconds or 3,18 hour/batch. So there is a decrease of 37.47% makespan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?