DETAIL KOLEKSI

Analisis Getaran Pada Bantalan Luncur Yang Diakibatkan Oleh Pengaruh Kekentalan Pelumasan


Oleh : Andriyansa

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Noor Eddy

Subyek : Vibration analysis - sliding bearing;Digital signal analyzer

Kata Kunci : velocity, viscosity, fast fourier transform, oil whirl, oil whip.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_MS_06110044_Halaman-Judul.pdf 4670.29
2. 2014_TA_MS_06110044_Daftar-Pustaka.pdf 1016.72
3. 2014_TA_MS_06110044_Lampiran.pdf 11173.03

D Dalam industri, terutama mesin produksi umumnya bekerja secara terus menerus maka diperlukan suatu kondisi mesin yang baik agar hasil produksi dapat maksimal. Salah satu cara paling efektif dan efisien untuk mengetahui kondisi mesin adalah dengan menganalisis getarannya. Mesin-mesin rotasi dalam industri umumnya menggunakan bantalan luncur sebagai penopang porosnya. Salah satu karakteristik yang timbul pada bantalan luncur adalah oil whirl. Oil Whirl dapat dideteksi dengan melihat pola frekuensinya dari poros yang ditumpu bantalan luncur. Model penelitian terdiri dari pompa oli \"Aqua DB125\", motor listrik 3 phase 4 HP \"Elektrim\", inverter 3 phase \"Mitsubishi Freqrol E500\", dan dua bush bantalan luncur dengan ukuran dimensi rancangan yang sama yaitu diameter luar 57 mm, diameter dalam 49 mm menggunakan bahan material bronze dan bronze babbit. Model dihubungkan dengan sensor accelerometer yang berfungsi untuk membaca getaran yang ditimbulkan oleh bantalan luncur tersebut dan akan diterima oleh oleh digital signal anlyzer. Pengolahan hasil data vibrasi diolah dengan menggunakan software yang berbasis metode fast fourier transform untuk mengubah domain waktu menjadi domain frekuensi.Hasil penelitian menggunakan 17 kecepatan putaran mulai dari 900 rpm sampai dengan 4300 rpm, dari hasil dua kondisi pelumasan didapatkan bantalan luncur yang menggunakan kondisi pelumas SAE 40 getarannya jauh lebih kecil daripada yang menggunakan pelumas SAE 30 dengan nilai amplitudo pada SAE 30 mencapai puncak amplitudo pada 14,375 m/s2 sedangkan pada SAE 40 hanya mencapai 9,108 m/s2. Oil whirl muncul pada kecepatan 1600 rpm dan berkembang menjadi oil whip pada kecepatan 4200 rpm, oil whirl yang berkembang menjadi oil whip diperkirakan berada pada 0,45xRPM

I In industry, rotating machine usually operated continuosly. Required machine in good condition to result of the production can be maximum. One way most effective and efficient to know the state machine is analyze the vibration.Some rotating machine in the industry uses sliding bearing as launch pads of its axis. One of the characteristics that arise on journal bearing is oil whirl. Oil whirl can be detected by looking at the pattern of frequency of the shaft glide pads are held.The research model consists of oil pump \"Aqua DB 150\", 3 phase electric motor 4 HP \"ELEKTRIM\", 3 phase inverter \"Mitsubishi Freqrol E500\", and two pieces of journal bearings with the dimensions of the design same diameter outer 57mm, diameter inner 49mm using materials bronze and bronze babbit. Models connected with the accelerometer sensor function to read the vibration caused by the journal bearing and then read by the digital signal analyzer. The processing of vibration data results were processed using the software-based method of fast Fourier transform to convert time domain into the frequency domain. The research use 17 speed from 900 rpm until 4300 rpm, from two condition lubrication obtained bearing that uses lubricating SAE 40 make vibration are smaller than uses lubricating SAE 30 with peak amplitude on 14,375 m/s2 while in SAE 40 only reached 9,108 m/s2. Oil whirl appears at 1600 rpm and develops into oil whip on speed 4200 rpm, oil whirl that devlops into oil whip are expected in 0, 45XRPM.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?