DETAIL KOLEKSI

Rancangan kestabilan lereng tanah liat di Kuari Mliwang PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Tuban, Jawa Timur.


Oleh : Ario Bagus Bramastya

Info Katalog

Nomor Panggil : 331/TT/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Pancanita Novi Hartami

Pembimbing 2 : Bani Nugroho

Subyek : Mining

Kata Kunci : lereng, alumina, kohesi, sudut gesek dalam


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TB_07311016_HALAMAN-JUDUL.pdf 739.77
2. 2016_TA_TB_07311016_BAB-I.PDF 32.94
3. 2016_TA_TB_07311016_BAB-II.PDF 510.03
4. 2016_TA_TB_07311016_BAB-III.PDF 264.41
5. 2016_TA_TB_07311016_BAB-IV.PDF 627.61
6. 2016_TA_TB_07311016_BAB-V.PDF 469.12
7. 2016_TA_TB_07311016_BAB-VI.PDF 47.47
8. 2016_TA_TB_07311016_KESIMPULAN-&-SARAN.PDF 11.96
9. 2016_TA_TB_07311016_DAFTAR-PUSTAKA.PDF 10.41
10. 2016_TA_TB_07311016_LAMPIRAN.pdf 1167.43

D Dalam proses penambangan dengan metode kuari ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu kestabilan lereng. Penelitian ini dilakukan untuk merekomendasikan bagaimana geometri lereng tunggal dan keseluruhan yang stabil dan aman serta sesuai dengan ketentuan nilai faktor keamanan sebesar 1,5 dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kestabilan lereng. Penelitian ini dilakukan di Kuari Tanah Liat Mliwang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Tuban Jawa Timur. Lereng Kuari Tanah Liat Mliwang memiliki material penyusun yaitu Topsoil, Low alumina, dan High alumina. Pengujian uji geser di laboratorium dilakukan dengan dua kondisi 0% dan 50% kandungan air guna mendapatkan nilai kohesi dan sudut gesek dalam dari material penyusun lereng. Hasil dari pengujian dan simulasi diperoleh pada kondisi 0% nilai kohesi top soil 17,64 kN/m2 dan sudut gesek dalam 35°, kohesi low alumina 43,12 kN/m2 dan sudut gesek dalam 60° serta kohesi high alumina 25,97 kN/m2 dan diperoleh nilai FK sebesar 1,894 dengan sudut kemiringan lereng tunggal 60°. Kondisi 50% diperoleh kohesi top soil 3,0576 kN/m2 dan sudut gesek dalam 25°, kohesi low alumina 5,782 kN/m2 dan sudut gesek dalam 58° serta kohesi high alumina 1,6072 kN/m2 dan sudut gesek dalam 34° dan diperoleh nilai FK sebesar 1,396 dengan sudut kemiringan lereng 35°. Lereng yang direkomendasikan yaitu dengan sudut kemiringan lereng tunggal 60° dan keseluruhan 34° untuk kondisi 0% dan sudut kemiringan lereng tunggal 35° dan keseluruhan 23° untuk kondisi 50%.

I In the process with mining quarry method there are several factors that must be considered, one of them is the stability of the slope.The study is done to recommend how geometry the single and a whole stable and safe and in accordance with the provisions of the security factor of 1,5 and the anything that might affect the stability of the slope.The research was conducted in clay Mliwang quarry PT Semen Indonesia (Persero) Tuban East Java. Clay Mliwang quarry having building materials that topsoil, low alumina, and high alumina.Testing the slide in the laboratory done with two conditions 0 % and 50 % water content to get a cohesion and angles in of building materials slope. The result of a testing obtained on condition 0 % value cohesion top soil 17,64 kN/m2 and angles scratch in 35° , cohesion low alumina 43,12 kN/m2 and angles in 60° and cohesion high alumina 25,97 kN/m2 and obtained safety factor 1,894 value of the corner of the single slope 60° .The 50 % obtained cohesion top soil 3,0576 kN/m2 and angles in 25° , cohesion low alumina 5,782 kN/m2 and angles in 58° and cohesion high alumina 1,6072 kN/m2 and angles in 34° and obtained safety factor 1,396 value of the corner of the slope slope 35° .Slopes recommended by the angle of inclination of the single 60° and the whole 34° for the condition 0 % and angles slope the single 35 ° and the whole 23°for the condition 50 %.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?