DETAIL KOLEKSI

Perencanaan Pengumpulan Dan Pengangkutan Sampah Permukiman Di Kecamatan Bekasi Timur


Oleh : Nur Khabibah

Info Katalog

Nomor Panggil : 082.661

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Dwi Indrawati

Pembimbing 2 : Pramiati Purwaningrum

Subyek : Waste

Kata Kunci : Solid waste; Organic; Non - organic; Collection and transportation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TL_08202024_JUDUL.pdf 593.16
2. 2008_TA_TL_08202024_KATA-PENGANTAR.pdf 606.73
3. 2008_TA_TL_08202024_ABSTRAK.pdf 641.06
4. 2008_TA_TL_08202024_DAFTAR-ISI.pdf 769.75
5. 2008_TA_TL_08202024_BAB-I.pdf 600.52
6. 2008_TA_TL_08202024_BA-II.pdf 820.23
7. 2008_TA_TL_08202024_BAB-III.pdf 1581.41
8. 2008_TA_TL_08202024_BAB-IV.pdf 765.26
9. 2008_TA_TL_08202024_BAB-V.pdf 1070.05
10. 2008_TA_TL_08202024_BAB-VI.pdf 933.02
11. 2008_TA_TL_08202024_BAB-VII.pdf 585.15
12. 2008_TA_TL_08202024_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 584.57
13. 2008_TA_TL_08202024_LAMPIRAN.pdf 1801.3

D Di Kecamatan Bekasi Timur, terdapat sampah yang dikelola, hal ini secara tidak langsung menunjukkan konsidi pengelolaan sampah yang berlangsung. Kecamatan Bekasi Timur memiliki luas sebesar 1,349 Ha dengan jumlah penduduk 241.331 jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan laju timbunan sampah kawasan permukiman, mengevaluasi kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah dan merencanakan pengumpulan dan pengangkutan sampah dengan konsep terpadu. Penentuan jumlah sampel ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994 sedangkan untuk menghitung proyeksi jumlah penduduk dengan metode Geometri karena memiliki standar deviasi lebih kecil sehingga tingkat ketepatannya lebih tinggi. Dari hasil perhitungan diperoleh timbulan sampah di Kecamatan Bekasi Timur pada tahun 2006 sebesar 204, 38 m3/hari, laju timbulan sampah sebesar 2,09 L/jiwa/hari.Dengan komposisi sampah orhganik rata-rata sebesar 62, 72 % dan sampah an organik sebesar 37, 28%. Teknik operasional yang saat ini diterapkan oleh Seksi Kebersihan Kecamatan Bekasi Timur masih konvensional. Perencanaan teknik operasional pengelolaan sampah terdapat dua alternatif. Alternatif terpilih , yaitu alternatif I dengan menggunakan pola pengumpulan sampah untuk permukiman permanen menggunakan pola individual langsung dn pola individual tidak langsung. Untuk permukiman semi pernanen dan sementara menggunakan pola individual tidak langsung dan komunal tidak langsung. Dengan biaya pengumpulan dan pengangkutan sebesar 54, 48 % bersedia melakukan kegiatan pemilahan dengan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi dasar pemilahan dan pengolahan. Alat pengumpulan sampah berupa gerobak, dump truck dan kontainer. Sampah yang telah terkumpul langsung dibawa ke TPST yang direncanakan adalah TPST Rawa Aren dan TPT Teluk Angsan.

W Within the East Bekasi Sub District there are a lot lof unrecycled solid waste which show that the condition of the area in terms of the waste material treatment/dumping is still very poor. East Bekasi Sub-District covers an area of 1349/Ha with a population of around 241.331. The objective of this survey/research is for finding out the composition and the rate of trash dumping within housing complexes, evaluating the condition of the existing trash treatment system and planning the collection and transportation of waste materials with an integrated concept. The sampling method adopted is that of SNI method 19-3964 which is able to calculate the number of inhabitants using the Geometry Method as it has a smaller deviation standard and the accuracy level is higher. From the results of calculation it was found that the produced solid waste at the East Bekasi Sub-District during 2006 was307, 67 m3/day, the waste generation rate each day came to a quantity of 2,09 L/people/day. With a composition of organic trash amounting tp 62, 72 % on an average and non organic trash amounting to 37, 28 %, it appears that the method of treating the waste materials employed by the Cleaning Service Section of the East Bekasi Sub-District is still conventional. There are two alternative of treating the wsate materials. The chosen alternative i.e. alternative I using the trash collecting pattern for permanent housing/dwelling place and using direct individual pattern is used and indirect coomunal pattern. The collecting and transporting cost of Rp. 323.136.-/m3/year. Based on the questionnaire with a 54,48 % respondents, the separation or sorting out method was used the 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) which serve as the basic for the sorting out and treatment of the waste materials. Waste materials have been collected using trash carts, dump trucks and container which is partitioned off. The solid waste that have been collected will be transported direct to be Rawa Aren integrated and Teluk Angsan integrated.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?