DETAIL KOLEKSI

Perancangan Desain Komposter Sebagai Unit Pengolahan Sampah Organik Pasar (sk. : Pasar Induk Kramat Jati)


Oleh : Fitrio Ashardiono

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Setijati H.E.

Pembimbing 2 : Pramiati P.

Subyek : Compost

Kata Kunci : compost, composting, composter, organic waste, waste processing


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_STL_08200029_Halaman-Judul.pdf 2339.37
2. 2006_TA_STL_08200029_Bab-1.pdf 752.75
3. 2006_TA_STL_08200029_Bab-2.pdf 1959.62
4. 2006_TA_STL_08200029_Bab-3.pdf 2401.12
5. 2006_TA_STL_08200029_Bab-4.pdf 1353.35
6. 2006_TA_STL_08200029_Bab-5.pdf 1594.39
7. 2006_TA_STL_08200029_Daftar-Pustaka.pdf 664.73
8. 2006_TA_STL_08200029_Lampiran.pdf 3072.52

S Sampah adalah sisa basil kegiatan manusia yang sudah tidak terpakai lagi clan merupakan pencemar lingkungan :fisik, yang dapat mencemari lingkungan tanah, udara dan air. Masalah persampahan di kota besar seperti DKI Jakarta adalah masalah yang serius, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya karena bertambahnya penduduk clan kemajuan teknologi. Sampah semakin lama meningkat secara kualitatif maupun kuantitatifseiring dengan pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Hal ini mengakibatkansemakin beraganmya jenis sampah yang dihasilkan oleh penduduk baik berupa sampah organik maupun sampah anorganik. Penyumbang sampah organik di DK.I Jakarta yang cukup besar adalah rumah tangga clan pasar dengan sampah organik yang dihasilkan rata-rata adalah 90%. Cara pengolahan sampah organik yang paling tepat untuk dilakukan pada sampah pasar adalah dengan cara diolah menjadi kompos karena C/N rasio dari sampah pasar sudah mendekati C/N rasio yang disyaratkan dalam pengolahan sampah menjadi kompos, sehingga tidak diperlukan banyak perlakuan tambahan. Waktu yang diperlukan untuk merubah sampah organik menjadi kompos relatif cukup lama, yaitu IO - 12 minggu. Proses pengomposan adalah proses pembusukan dengan bantuan penguraian mikroorganisme alamiah. Pengomposan dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode windrow (penumpukan) clan dengan menggunakan komposter. Permasalahan yang ada dalam penggunaan komposter adalah sistem pem.balikan sampah atau proses aerasi. Maksud dari pelaksanaan Tugas Akhir Penelitian ini adalah melakukan penelitian mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan komposter dengan sistem aerasi (injeksi udara), sehingga proses pengomposan berjalan lebih cepat. Berdasarkan basil penelitian dan pengambilan sampel, diketahui bahwa Sampah Pasar Induk Kramat Jati sebagian besar berupa sampah organik yaitu sebesar 99,85 %. Penggunaan sistem injeksi udara pada komposter dengan jalur pipa aerasi dan pengaduk aerasi, (Al dan A2) mampu mereduksi berat sampah akhir lebih banyak 1-2 kg dari komposter blanko ldan 2 (tanpa sistem aerasi), jalur pipa aerasi berfungsi dengan baik banya pada saat tumpukan sampah cukup tinggi, sebaliknya jika tumpukan sampah rendah, adanya jalur pipa aerasi akan mengurangi sirkulasi udara. Penggunaan sistem injeksi udara pada komposter dengan pengaduk aerasi (Bl clan B2) memiliki reduksi sampah rata-rata, I kg lebih banyak dari pada komposter blanko I dan 2 (tanpa sistem aerasi) pada berat sampah akhir. Untuk pengolahan sampah organik di Pasar lnduk Kramat Jati, sistem injeksi udara dengan jalur pipa aerasi merupakan desain yang paling tepat karena sampah yang dihasilkan perharinya cukup banyak dan kontinu. Dalam penelitian ini kompos yang dihasilkan kurang begitu baik, karena itu perlu dilalrukan penelitian lebih lanjut dalam proses pengomposan agar dihasilkan kompos yang berkualitas, seperti penggunaan sistem injeksi udara bersama-sama dengan penambahan lumpur aktif

S Solid waste is a residue from human activities, that is unusable and can polluted the environment such as soil, air and water. Solid waste issues in metropolitan cities such as Jakarta is indeed a serious issues, there are many factors that can caused it, such as population increase and advance technology. Solid wasted is increased in quality and quantity in linear with the increase of population and technological advance. This caused more diverse waste produced by the citizen as an organic waste and anorganic waste. Households and markets give the largest contribution on organic waste production in Jakarta with the average of 90%. The most suitable way to process organic waste from municipal solid waste is to process it into compost, because market wastes C/N ratio is suitable with the determined C/N ratio in waste into compost processing, additional treatment is also not very needed. The length of time for processing organic waste into compost is relatively long, it takes 10 - 12 weeks. Composting process is a decomposition process with the help from natural microorganism There are several methods of composting, such as windrow method (piling) and with the use of composter. Problem that arose during composter use is the turning process or aeration process. The objective of this research is to reduce composting time lenght in organic waste process with the use of composter with forced aeration system. From research and sample collecting, it is known that wastes from Kramat Jati Head Market is mostly consist of organic wastes as much as 99,85 %. Forced aeration system usage on composter with aerated pipeline and aerated mixer (Al and A2), is able to reduce the average of 1-2 kg waste on final weighing than regular composter (without aeration system), when the waste pile is high, the aerated pipeline able to function properly, on the contrary when the pile is low, the usage of aerated pipe line will reduce the air circulation. Forced aeration system usage on composter with aerated mixer (B 1 and B2) on final weighing are able to reduce 1 kg waste on average than regular composter (without aeration system). Forced aeration system with aerated pipeline is the most suitable design in Organic waste processing in Kramat Jati Head Market, because a large amount of wastes is produced continuously everyday. In this research the produced compost is in poor quality, because of that further research is needed in composting process to get a compost with good quality, such as the usage of forced aeration process together with the addition of activated sludge.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?