DETAIL KOLEKSI

Kajian Kualitas Air Sungai Ciliwung Ditinjau Dari Parameter Ammonia,nitrat Dan Nitrat


Oleh : Yolani Oktiera

Info Katalog

Nomor Panggil : TATL.06604

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Setijati H. Ediyono

Pembimbing 2 : Mawar D. Silalahi

Subyek : Water quality;Water pollution

Kata Kunci : Ciliwung River, nitrate, nitrite, ammonia, mass balance.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_STL_08201052_Halaman-judul.pdf 954.27
2. 2006_TA_STL_08201052_Bab-1.pdf 460.56
3. 2006_TA_STL_08201052_Bab-2.pdf 2256.53
4. 2006_TA_STL_08201052_Bab-3.pdf 964.01
5. 2006_TA_STL_08201052_Bab-4.pdf 6797.7
6. 2006_TA_STL_08201052_Bab-5.pdf 132.94
7. 2006_TA_STL_08201052_Daftar-pustaka.pdf 328.96
8. 2006_TA_STL_08201052_Lampiran.pdf 2692.18

K Kualitas perairan sungai Ciliwung semakin hari semakin menurun, hal ini terjadi akibat banyaknya pencemar-pencemar yang masuk ke sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung melintasi pemukiman yang sangat padatr yang ada di Jakarta. Cemaran yang mengalir ke Sungai Ciliwung diduga mengandung senyawa-senyawa anorganik, diantaranya nitrat, nitrit dan ammonia yang semakin hari semakin meningkat konsentrasinya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2005 hingga Bulan Januari 2006. Pengambilan sampel air dilakukan di 10 stasiun yang berbeda. Parameter yang dianalisa meliputi TDS, kekeruhan, DO, BOD, suhu serta kandungan nitrat, nitrit dan ammonia. Pengambilan sampel dilakukan pada Bulan Mei dan desember 2005. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat di sungai berkisar antara 0.14 mg/l - 1.42 mg/l pada sampling pertama dan 0.35 mg/l - 1.68 mg/l untuk sampling kedua. Konsentrasi tertinggi di kedua sampling terdapat di stasiun Kalibata, sumber pencemar di stasiun ini diduga karena banyaknya pemukiman penduduk yang membuang langsung buangannya ke sungai. Konsentrasi nitrat di sungai pada sampling pertama yaitu berkisar antara 0.0006 mg/l-0.25 mg/l dan pada sampling kedua yaitu berkisar antara 0.001 mg/l-0.58 mg/l. Konsentrasi tertinggi di kedua sampling yaitu pada stasiun Teluk Gong yaitu0.25 mg/l, hal ini diduga karena pengaruh sampah organik yang berasal dari kegiatan pertokoan, perkantoran dan pemukiman di sekitar sungai tersebut. Namun demikian konsentrai nitrat dan nitrit di sungai Ciliwung tidak melebihi baku mutu golongan B SK Gub KDKI No.582/1995 yaitu untuk nitrat sebesar 10 mg/l, dan untuk nitrit sebesar 1 mg/l. Sedangkan konsentrasi ammonia pada sampling pertama dan kedua berkisar antara 0.13 mg/l-3.95 mg/l dan 0.27 mg/l - 3.97 mg/l. Pada 4 stasiun terakhir yaitu Guntur , Pejompongan, K.H Mas Mansyur dan Teluk Gong. Konsentrasi ammonia melebihi baku mutu golongan B SK Gub KDKI no 582/1995 yaitu sebesar 1 mg/l. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya jumlah buangan kegiatan industri, hotel rumah sakit dan pemukiman yang kemungkinan mengandung bahan organik khususnya protein, mengingat ammonia dapat berasal dari fase ammonia yang merupakan proses dekomposisi bahan organik yang mengandung protein oleh mikroba. bentuk nitrogen yang paling banyak terkandung di perairan Sungai ciliwung adalah ammonia (NH3), selanjutnya dalam bentuk nitrat dan kemudian dalam bentuk nitrit. Suhu dan oksigen terlarut (DO) memberikan pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan ammonia., nitri dan nitrat. penurunan kadar ammonia menggunakan jartest dengan koagulan PAC (Poly Alumunium Clorida) merupakan cara yang tidak efektif karena persentase penurunan terbesar hanya sebesar 34,9% dengan penambahan PAC sebanyak 10 ppm. Konsentrasi kesetimbangan massa nitrat yang terbesar yaitu di stasiun 5 (Kalibata) dengan jumlah konsentrasi pada sampling pertama 1,405 mg/l dan sampling kedua 1,6 mg/l. Konsentrasi kesetimbangan massa nitrit yang terbesar pada sampling pertama dan kedua terdapat di stasiun 10 (Teluk Gong) dengan nilai sampling pertama sebesar 0,25 mg/l dan nilai sampling kedua sebesar 0,58 mg/l. Konsrntrasi massa ammonia yang terbesar juga pada stasiun 10 (Teluk Gong) yaitu sebesar 3.95 mg/l dan 3,97 mg/l.

T The quality of Ciliwung River become worst day by day, it is caused by the overloaded pollutants that entering the river. Ciliwung River croses over the densely populated in Jakarta City.The Pollutants that flow in Ciliwung suspected contain the inorganic compounds, such as nitrate, nitrit and ammonia which concentration are increasing these days. The experimen was done in May 2005 until January 2006. The sample were took in ten different station. The parameter that examined included Total Dissolved Solids. Turbidity, DO, BOD, temperature and the amount of nitrate, nitrite and ammonia. the result of this experiments showed that nitrate concentration in Ciliwung was about 0.14 mg/L - 0.25 mg/L for the first sampling, and about 0.35 mg/l - 1.68 mg/l for the second sampling. The highest concentration of nitrate for both of the sampling was in Kalibata stastion, the pollutan sources were suspected caused almost all the communities around put away their waste in the river. Nitite concentration for the first sampling was about 0.0006 mg/L - 0.25 mg/L and about 0.001 mg/L - 0.58 mg/L for the second sampling. The highest concentration for both of nitrite sampling was in Teluk Gong station that was 0.25 mg/L, this was assumed caused of the garbage that covering the surface of the river, so the organic from the activities shopping complex, offices and the community around the decomposed in sueface water pollute the river quality. However, the concentration of nitrate and nitrite in Ciliwung was not greater than 10 mg/L for nitrate and 1 mg/L for nitrite based on Indonesian water standardize section B SK Gub. KDKI No. 582/1995. The ammonia concentration for the first and second sampling were about 0.13 mg/L - 3.39 mg/L and 0.27 mg/L. The ammonia in four last station. Guntur, Pejompongan, KH. Mas Mansyur and teluk Gong were greater than 1 mg/L based on indonesian water standardize section B SK Gub. KDKI No. 582/1995. These probably caused the amount of the waste from industies, hotels, hospitals and communities actively that put away the organic compounds aspecially protein into the river were too much, remining to the ammonia that could be from the ammonification phase of ythe organic decomposition process which contain protein by the microbe. The most amount of nitrogen form in Ciliwung River were ammonia (NH3), nitratr (NO3) and nitrite (NO2) for the least component. Temperature and disslved oxygen influentce the forms of ammonia, nitrate, nitrite. Jartest with Poly Alumunium Cloride (PAC) coagulant could not remove the amount of ammonia effectively, cause the highest removal percentage was only 34.9% by the addition of 10 mg/L PAC. The maximum concentration nitrate mass balance was in station five (Kalibata), with the concentration for first sampling was 1.405 mg/L and second sampling was 1.6 mg/L. The maximum conentration of nitrite mass nalance was in station ten (Teluk Gong) with 0.25 mg/L for the first sampling and 0.58 mg/L for the second sampling. The maximun concentration of ammonia 3.39 mg/L for the second sampling.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?