DETAIL KOLEKSI

Analisis Kualitas Air Sungai Ciliwung Ditinjau Dari Paramater Minyak Dan Lemak


Oleh : Daceu Zondari

Info Katalog

Nomor Panggil : TATL.06595

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Christiana M.S.

Pembimbing 2 : Pramiati P

Subyek : Water quality - Analysis

Kata Kunci : Ciliwung's river, content, fat and oils, method, flow rate


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_STL_08201005_Halaman-judul.pdf 1746.71
2. 2006_TA_STL_08201005_Bab-1.pdf 2527.1
3. 2006_TA_STL_08201005_Bab-2.pdf 2241.67
4. 2006_TA_STL_08201005_Bab-3.pdf 1309.54
5. 2006_TA_STL_08201005_Bab-4.pdf 3887.14
6. 2006_TA_STL_08201005_Bab-5.pdf 803.85
7. 2006_TA_STL_08201005_Daftar-pustaka.pdf 677.85
8. 2006_TA_STL_08201005_Lampiran.pdf 7928.17

S Sungai Ciliwung merupakan salah satu contoh sungai yang mengalir melintasi batas kota/propinsi dan memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai sumber air baku, penggelontor, jalur transportasi dan sebagainya. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air ditinjau dari parameter minyak dan lemak. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi dan sumber pencemaran tertinggi dari hulu sampai dengan hilir yang diakibatkan oleh penggunaan tata guna lahan di sepanjang sungai. Beberapa faktor penting mengenai kondisi sungai terdiri dari arus, debit, kemiringan dan penampang sungai. Penentuan minyak dan lemak dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode yang berbeda yaitu, metode berdasarkan lokasi pencemaran tertinggi. Pada tahapan pengambilan sampel pertama diperoleh kandungan tertinggi di titik Kalibata (dengan kandungan sebesar 0,01 mg/l dan debit sebesar 9,71 m kubik/dtk) dan Pantai Indah Kapuk/PIK (dengan kandungan sebesar 0,03 mg/l dan debit sebesar 8,57 m kubik/dtk). Selanjutnya, pada tahapan kedua pengambilan sampel diperluas mulai dari outlet saluran buangan, dengan kandungan tertinggi di titik Kalibata I (dengan kandungan sebesar 6,9 mg/l debit sebesar 24,90 m kubik/dtk) dan PIK 2 (dengan kandungan sebesar 7 mg/l dan debit sebesar 37,65 m kubik/dtk). Dan terakhir, pada tahapan ketiga diperoleh kandungan tertinggi di titik PIK 2 (dengan kandungan sebesar 2,96 mg/l dengan metode Gramimetri dan kandungan sebesar 0,045 dengan metode Inframerah serta memiliki debit sebesar 37,65 mkubic/dtk). Secara keseluruhan kandungan tertinggi untuk parameter minyak dan lemak berada pada titik PIK 2, hal tersebut diduga diakibatkan oleh tingkat kepadatan penduduk dan tata guna lahan yang tinggi sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kehidupan dalam perairan Sungai ciliwung. Jenis minyak dan lemak yang berpotensi mengakibatkan pencemaran adalah termasuk jenis nabati yang dominanberasal dari pemukiman. Adapun saran yang dapat diberikan adalah dengan menggalakkan oil trap di setiap perumahan untuk kondisi ekonomi menengah ke atas, memperbaharui penataan saluran secara pribadi dahulu, merelokasi pemukiman kumuh dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta meninjau ulang peruntukan sungai untuk Golongan B.

C Ciliwung 's river is one of river's wxample which its flowing to get through town boundary/province and having the important function fo society as a standart water source, drainage, transportation path and etc. Intent from this research is to give information of quality water to society evaluated from fat and oils parameter. While, intention of this research is to know highest contamination source and location of pate from the upstream to downtream which usage arrange for farm alongside river . Some important factors of river's condition are the flow, velocity, slope and cross-sectional area. Determination of fat and oils conducted by using two different method with are, Infra-Red and Gravimetry methods. Intake conducted by 3 step pursuant to highest contamination location First step of taking the sample is obtained at Kalibata (with content is 0.01mg/l and the velocity is 9.71 m cubic/s) and Pantai Indah Kapuk/PIK (with content is 0.03 mg/l and the velocity is 8.57 m cubic/s) as the highest contaminantion. The second step of taking the sample is extended of discard channel outlet, with highest contamination at Kalibata 1 (with content is 6.9 mg/l and velocity is 24.90 m cubic/s) and PIK 2 (with content is 7 mg/l and the velocity is 37,65 m cubic /s). And the third step of taking sample is obtained at PIK 2 as the highest contamination., and its result from method of Gravimetri (2.96 mg/l) and ifta Red (0.045 mg/l) and also for the velocity is 37.65 m cubic/s. Aa whole highestcontent for the parameter of fat and oils resid at PIK 2, its mentioned anticipated to be result from density stoey and arrange for high farm so that either direcltly and indirectly can influence life in territorial

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?