DETAIL KOLEKSI

Studi evaluasi zat pencemar logam berat Pb (timbal) pada beberapa jenis ikan konsumsi di Perairan Dangkal Teluk Jakarta


Oleh : Iriadona Sekarani

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Herman Haeruman

Pembimbing 2 : Astri Rinanti Nugroho

Subyek : Water pollution

Kata Kunci : heavy metal (Pb), Water bay of Jakarta, environmental parameter.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_STL_08299078_Halaman-Judul.pdf 1989.59
2. 2004_TA_STL_08299078_Bab-1.pdf 840.34
3. 2004_TA_STL_08299078_Bab-2.pdf 2982.69
4. 2004_TA_STL_08299078_Bab-3.pdf 1851.55
5. 2004_TA_STL_08299078_Bab-4.pdf 2842.53
6. 2004_TA_STL_08299078_Bab-5.pdf 739.97
7. 2004_TA_STL_08299078_Daftar-Pustaka.pdf 887.14
8. 2004_TA_STL_08299078_Lampiran.pdf 2000.04

K Keberadaan logam berat di perairan Teluk Jakarta, akibat kegiatan industri, rumah tangga, dan transportasi akan berakibat.. buruk terhadap biota laut maupun kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena logam berat tidak mudah terurai dan bersifat akumulatif pada tingkat pemangsaan yang lebih tinggi. Untuk mengetahui sejauh mana logam berat Pb telah mencemari hasil laut di perairan Teluk Jakarta, maka perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui seberapa besar kandungan logam berat Pb dalam daging dan organ perut pada ikan yang berarti akan menggambarkan kondisi perairan Teluk Jakarta.Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2004, pada 2 stasiun yaitu seasiun 1 daerah muara Kamal dan stasiun 2 daerah Pulau Ayer. Pengamatan pada beberapa parameter seperti suhu air, kedalaman, pH, salinitas dilakukan secara insitu. Pengambilan contoh untuk analisis logam berat pada ikan yaitu ikan yang di konsumsi dan berasal dari basil tangkapan bagan dan bubu. Logam berat yang dianalisis adalah Pb. Contoh ikan yang dianaOlisis adalah ikan Alu-alu (Sphyraena barracuda), Tembang (Sphyraena barracuda), ikan Kembung (Rastre/liger sp.), Pasir-pasir (Sco/opsis auratus), Kea-kea (Siganus virgatus) dan ikan Kakatua (Scarusfasciatus ).Hasil pengukuran parameter lingkungan yang diukur umumnya menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang diperbolehkan untuk kegiatan perikanan. Suhu diperairan Teluk Jakarta berkisar antara 28°C - 30°C, salinitas diperairan Teluk Jakarta berkisar antara 31 °1oo - 35 °1oo, pH diperairan Teluk Jakarta antara 7,92 - 8,30. Kandungan logam berat Pb pada daging ikan Alu-alu,Tembang, Kembung = 5,58 ppm (33,55%), 6,11 ppm (36,74%), 4,94 ppm(29,70%) rata-rata lebih besar dibandingkan Pb pada daging Pasir-pasir , ikanKea-kea, Kak:atua yaitu 6,01 ppm (47,73%), 2,96 ppm (26,51%), 3,62 ppm (28,75%). Berdasarkan basil perhitungan dipero leh keterangan bahwa akumulasi Pb lebih besar pada ikan yang berukuran lebih kecil (56,91 %) daripada ikan berukuran lebih besar (43,08 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa organ perut berkemampuan mengak:umulasiPb lebih besar daripada daging, seperti pada ikan Pasir-pasir (Scolopsis auratus) perbandingan persentase organ perut dengan daging sebesar 30,92% : 23,51% clan pada ikan Kakatua (Scarus fasciatus) perbandingan persentase organ perut dengan daging sebesar 45,32% : 28,75%/''Kandungan Pb baik pada ikan di stasiun 1 maupun stasiun 2 telah melebihibaku mutu menurut Standar Nasional Indonesia, yaitu sebesar 2ppm. Dengandiketahui tingginya kandungan Pb dalam ikan di Teluk Jakarta, maka perairanTeluk Jakarta dapat dikatakan mengandung logam berat Pb.

E Existence heavy metal in territorial water Bay of Jakarta, effect industrial activity, household, and transportation will cause ugly to biota go out to sea and also health of society. This matter is caused by heavy metal not easy to ravelled and have the character accumulative at higher level goose level. To know how far heavy metal Pb have contaminated marine product in territorial water Bay of Jakarta, hence require to be done by research with a purpose to know how big heavy metal content Pb in stomach organ and flesh at fish to depict the condition territorial water Bay of Jakarta.Research in January-March 2004, at 2 station that is estuary area stasion of Kamal and sstation 2 Island area of Ayer, Perception at some parameter like water temperature, deepness pl-l, salinitas by insitu. Intake for example for the analysis heavy metal at fish that is fish which in consumption and come from schema haul and fish trap. Heavy metal the analysed is Pb. Example fish the analysed is Alu• alu fish (Sphyraena barracuda), Tembang fish (Sardinella fimbriata), Kembung fish (Rasrelliger sp.), Pasir-pasir fish (Scolopsis auratus), Kea-kea fish (Siganus virgatus), and Kakatua fish (Scarusfasciatus).Result of measurement environmental parameter which measured generally show compared to higher level value enabled for the activity of fishery. Temperature territorial water Bay of Jakarta range from 28°C - 30°C, salinitas territorial water Bay of Jakarta range from 31 °/oo - 35 °/oo, pH territorial Bay of Jakarta between 7,92 - 8,30. Heavy metal content Pb at fish Alu-alu, Tembang, Kembung = 5,.58 ppm (33,55%), 6,11 ppm (36,74%), 4,94 ppm {29,70%)compared to bigger mean Pb at flesh of fish Pasir-pasir, Kea-kea, Kakatua that is6,01 ppm (47,73%), 2,96 ppm (26,5.1%), 3,62 ppm (28,75%). Pursuant to result calculation obtained by boldness that accumulation Pb bigger at smaller fairish fish (56,91 %) than bigger fairish fish (43,08 %). Result of research indicate that capable stomach organ accumulate bigger Pb than flesh, like at fish Pasir-pasir (Scolopsis auratus) comparison percentage of stomach organ with flesh equal to30,92%: 23,51% and at Kakatua fish(Scarusfasciatus) comparison percentage ofstomach organ with flesh equal to 45,32%: 28,75%. .Content Pb go up at fish in station 1 .and also station 2 have excededstandard quality of according to Standard Nasional Indonesia (SNI), that is equal to 2 ppm, known by obstetrical height Pb in fish Bay of Jakarta, hence territorial water Bay of Jakarta can be told to contain heavy metal Pb.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?