DETAIL KOLEKSI

Analisis Potensi Kawasan Peristirahatan Di Kabupaten Bogor


Oleh : Mulyandari

Info Katalog

Nomor Panggil : 083.18

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah

Pembimbing 2 : Eko Budi Kurniawan

Subyek : Recreation places - Environmental aspects;Recreation - Regional planning

Kata Kunci : potential destination, recreation places, puncak


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2003_TA_PL_08396013_Halaman-judul.pdf 721.91
2. 2003_TA_PL_08396013_Bab-1.pdf 958.54
3. 2003_TA_PL_08396013_Bab-2.pdf 939.68
4. 2003_TA_PL_08396013_Bab-3.pdf 1220.99
5. 2003_TA_PL_08396013_Bab-4.pdf 747.06
6. 2003_TA_PL_08396013_Bab-5.pdf 1837.37
7. 2003_TA_PL_08396013_Bab-6.pdf 641.81
8. 2003_TA_PL_08396013_Daftar-pustaka.pdf 587.07
9. 2003_TA_PL_08396013_Halaman-judul.pdf 721.91

K Kola Jakarta berkembang sangat pesat karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan dinamika. Banyaknya bangunan fisik, perumahan bertingkat dan kendaraan bermotor merupakan indikasi nyata bahwa penduduk Jakarta memiliki kehidupan ekonomi yang relatif baik. Dengan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat maka memicu adanya kebutuhan akan ruang, begitu juga kebutuhan ruang untuk fasilitas peristirahatan dan rekreasi. Namun disatu sisi ada keterbatasan fisik Jingkungan pada kawasan peristirahatan kawasan Puncak, Kabupaten Boger maka perlu adanya kawasan peristirahatan yang baru.Salah satu kawasan peristirahatan yang sudah mapan di wilayah Kabupaten Baogor adalah kawasan Puncak. Sehubungan dengan itu kawasan Puncak di Kabupaten Begor dijadikan sebagai rujukan.dalam memilih kawasan peristirahatan yang berpotensi terutama dilihat dari kondisi fisiknya. Kriteria pemilihan kawasan peristirahatan yang berpotensi dikategorikan menjadi kriteria kuantitaif dan kriteria kualitatif. Yang termasuk di dalam kriteria kuantitatif adalah: 1) memiliki ketinggian 400-700 m dpl dan 700-1200 m dpl, 2) memilikikemiringan 15%-30% dan 30%-50%, 3) bukan merupakan daerah resapan air tinggi, 4) memiliki tata guna Jahan dimana bukan kawasan lindung, kawasan bukan terbangun dan bukan hutan. Sedangkan untuk kriteria kualitatifnya adalah:1) Panorama, 2) Aksesibilitas, 3) Obyek WisataBerdasarkan dari kriteria-kriteria yang ada maka Kabupaten Boger memiliki enam delineasi potensi kawasan peristirahatan yaitu daerah Cariu/Pasirkalong, daerah Jonggol, daerah Sentul, daerah Purasari, daerah Lawangtaji/Leuwiliang dan daerah Cigudeg. Dimana keenam daerah tersebut merupakan kawasan peristirahatan yang berpotensi untuk dikembangkan di masa yang akan datang.

J Jakarta is growing very fast to along with the growth of technology. The growth of housing, apartement and vehicles indicate tnat the economical growth of people in Jakarta are better. There for they also need recreation places. But places like puncak area is over crowded and populated so they needed a new places to go which is close by to Jakarta.Another option, for Puncak resort are Bogar which is close by to Puncak, which has the same condition as Puncak area. Which has the same condition as Puncak area which has all the quantitative criteria :1) Elevation is 400 m dpl - 700 m dpl and 700 m dpl - 1200 m dpl,2) The slope is about 15% - 30% and 30% - 50%,3) Not an area for high ground water to penetrate,4) Place you can build and not a forest or conservation. Qualitative criteria:1) Panorama,2) Accessibility,3) Recreation PlacesAnd Bogar has about six potential destination for this purpose : Cariu IPasirkalong, Jonggol, Sentul, Purasari, Lawngtaji I Leuwiliang, Cigudeg. All of these places got all the potential to be developer in near future.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?