DETAIL KOLEKSI

Strategi Pengendalian Perubahan Bentuk Dan Fungsi Bangunan Pada Kawasan Pemugaran Menteng


Oleh : Ajeng Wulansari

Info Katalog

Nomor Panggil : 083.14

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah

Pembimbing 2 : Sugihartoyo

Subyek : Menteng restoration;Richness in arts - Menteng area

Kata Kunci : residential function, structure feature, historic building.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_PL_08397001_Halaman-judul.pdf 786.83
2. 2002_TA_PL_08397001_Bab-1.pdf 923.84
3. 2002_TA_PL_08397001_Bab-2.pdf 965.52
4. 2002_TA_PL_08397001_Bab-3.pdf 967.48
5. 2002_TA_PL_08397001_Bab-4.pdf 2523.53
6. 2002_TA_PL_08397001_Bab-5.pdf 670.68
7. 2002_TA_PL_08397001_Bab-6.pdf 744.29
8. 2002_TA_PL_08397001_Daftar-pustaka.pdf 585.72
9. 2002_TA_PL_08397001_Halaman-judul.pdf 786.83

J Jakarta yang pada awalnya bernama Jayakarta mewarisi gedung-gedung bersejarah yang tak ternilai bagi kola Jakarta sekarang ini. Gedung-gedung bersejarah itu memperfihatkan keunikan, keindahan dan kekayaan dari sebuah komunitas menjadi jati diri, identitas dan karakter kota Jakarta. Sa/ah satu produk sejarah yang menyimpan dan meref/eksikan keunikan dan kekayaan seni adalah kawasan Menteng yang sarat o/eh bangunan-bangunan bernilai arsitektur tinggi yang juga dalam sejarah tapak perlumbuhan kota direncanakan dapat memberikan citra baru Batavia.Kawasan Menteng menampung peranan penting da/am sejarah pertumbuhan kola Jakarla yang direncanakan sebagai permukiman penduduk Hindia-Belanda keturunan Eropa yang diilhami o/eh konsep \'Garden City\'. Sebagai kawasan yang menampung kaum elit Hindia-Belanda, Menteng sarat o/eh bangunan-bangunan dengan nilai arsilektur tinggi. Unluk ilu perfu meleslarikan kawasan Menteng yang merupakan aksentuasi kota sebagai bagian dari \'Urban Design\'. Upaya melindungi kawasan perumahan Menleng di/akukan o/eh Pemerintah Propinsi OKI Jakarta dengan menetapkannya sebagai kawasan pemugaran, melalui SK. Gubernur No. D.IV.6098/d/3311975.Kepentingan ekonomi mengakibatkan terjadinya penyeragaman wajah kota-kota yang ditunjukkan dari adanya penyeragaman bentuk arsitektur. Geja/a penyeragaman wajah kota ini dimulai dengan lerjadinya geja/a pengerusakan bangunan yang dapat di/ihat pada JI. Imam Banjo/, JI. Teuku Cik Diliro, JI. Wahid Hasyim, dan JI. H.O.S. Cokroaminoto. Penyeragaman wajah ini yang mengakibatkan kawasan pemugaran Menteng mengalami masa/ah perkembangan kola.Hasil ana/isis menyimpulkan bahwa masa/ah yang paling dominan pada kawasan pemugaran Menteng yaitu dengan adanya perubahan bentuk dan fungsi bangunan. Perubahan bentuk ini terjadi karena tekanan perubahan fungsi dari perumahan menjadi perkantoran, komersial, dan tungsi /ainnya, sebagai contoh dapat dilihal pada JI. Imam Banjo/, JI. Teuku Cik Ditiro, JI. Wahid Hasyim, dan JI. H.0.S. Cokroaminoto. Olehkarena itu diperfukan suatu stralegi pengenda/ian terhadap perubahan bentuk dan fungsi bangunan. Hal ini dilakukan karena mengingat kawasan Menteng berada pada pusat pertumbuhan kola yang dimaksudkan unluk mempertahankan, me/indungi serta memperkuat karakter kawasan dan bangunan khas Menteng yang memiliki signifikasi linggi sekaligus mengendalikan pertumbuhan akibat perkembangan kola.

J Jakarta, first named as Jayakarta, inherit many historical buildings which invaluable for today Jakarta. These historical buildings show their unique, beauty and richness from a community, which became distinctions, identity and character the city of Jakarta. One of these historical heritage, which contain and reflecting uniqueness and richness in arts is Menteng area, which full of high architectural value buildings where in history of site urban development was planned to give new image for Batavia.Menteng area plays important role in development history of Jakarta. This area planned as a residential area for European descendant West-Hindia people, based from \"Garden City\" concept. As an area that contains elite community of West-Hindia, Menteng is full of building with high architectural value. Therefore it needed to conserve this area as city accentuation as part of \"Urban Design\". Efforts in protecting this area already done by the authority of Province of OKI with establishing this area as restoration zone with SK Gubemur No. D.IV.6098/d/3311975. Economic interests have made homogeneous appearance in the face of the city and architectural style. The tendency of uniformity city\'s form was start with the demolishing old structures that located in Imam Banjo/ St., Teuku Cik Ditiro St., Wahid Hasyim St., and H.O.S Cokroaminoto St. Homogenous in feature made Menteng as restoration zone had problem in urban developing.Analysis results show the most dominant issue in Menteng restoration zone is the alteration in structure feature and function. These changes happen because the pressure on residential function to became office, commercial and others function, like in case Imam Banjo/ St., Teuku Cik Ditiro St., Wahid Hasyim St., and H.O.S Cokroaminoto St. For that reason, we need a development strategy to control alteration in structure form and function. This is needed because Menteng is located at center of growing in Jakarta therefore to sustain, to protect and enhance the character of the area and the building with Menteng style that has significant to city history also controlling development from city expands.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?