DETAIL KOLEKSI

Desain Mainan Interaksi Sosial (terinspirasi Dari Permainan Tradisional)


Oleh : Ghian Fatin Fauziyah

Info Katalog

Nomor Panggil : 0002/DP/2015

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Eveline C.S

Pembimbing 2 : Krishna Hutama

Subyek : Psychology play;The existence of traditional toys

Kata Kunci : fun, smart, geometrys.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_DP_09111106_Halaman-judul.pdf 195.37
2. 2015_TA_DP_09111106_Bab-1.pdf 46.98

K Kegiatan berkomunikasi bagi anak-anak perlu diterapkan dengan adanya interaksi social, berbicara kepada lawan bicara dengan perbandingan umur yang sebaya,lebih tua, maupun lebih muda darinya. Berinteraksi social dalam budaya Indonesia merupakan kepentingan bermasyarakat yang selalu terjaga. Dengan interaksi yang baik maka setiap individu dapat menyesuaikan dirinya pada lingkungan sekitar. Perbedaan era dan zaman membuat orang tua melupakan akan pentingnya interaksi social bagi anak. Anak lebih sering diupayakan main didalam rumah dan bermain sendiri. Berinteraksi social pada anak-anak yang kurang baik atau tidak dibiasakannya berbicara dengan lawan jenis dengan adanya sikap toleransi, berbagi, dan gotong-royong, mengakibatkan pembentukan diri anak menjadi kurang baik pada sikapnya, anak menjadi lebih egois, pemarah, pemalas dan bahkan pemalu (pendiam). Sikap ini kurang baik bagi keberlangsungan bermasyarakat pada anak. Tidak seperti jaman dahulu setiap anak bebas bermain dimana dan dengan siapa tanpa adanya aturan dan kekangan orang tua. Mainan –mainan tradisional yang mempunyai cara yang dapat membuat pemainnya lebih dapat membaur dan berinteraksi social karena permainan tradisional jarang adanya yang bermain sendiri. Permasalahan yang di alami yang berkaitan akan kegiatan interaksi social pada anak yaitu kurangnya kegiatan bersosial dengan sebayanya dan kurangnya alat/mainan pendukung untuk berinteraksi langsung individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Sehingga anak lebih cenderung bermain atau berinteraksi sendiri dengan alat yang digital yang membuat anak menjadi mempunyai teman sendiri dengan tidak langsung dan timbal balik yang dibuat-buat. Dengan adanya permasalahan tersebut dapatlah disimpulkan bahwa dibutuhkannya mainan yang mendorong anak untuk bermain dengan individulangsung atau nyata. Sehingga anak mempunya teman berinteraksi social dengan langsung dan nyata. Dan adanya timbal balik yang spontan dari lawan bicara/mainnya sehingga tercipta kemampuan menyelesaikan dan spontanitas berinteraksi.. Rancangan desain yang akan di buat fokuskan pada interaksi social pada anak yang di ambil dari permainan tradisional agar adanya komnikasi dan pengembangan diri yang baik, dan mengangkat nilai budaya yang makin meluntur dimakan zaman.

C Communication activities for children need to be applied to their social interactions, talk to the other person with a life peer comparison, older, or younger than himself. Interact socially in Indonesian culture is a societal interest that is always awake. With a good interaction so that each individual can adjust itself to the surrounding environment. Differences in age and old age make people forget about the importance of social interaction for children. Children are more often sought to play in the house and play alone. Interact socially in children who are less well or not dibiasakannya talk to the opposite sex with their tolerance, sharing, and mutual help, resulting in the formation of the child becomes less good in attitude, children become more selfish, grumpy, lazy and even shy ( reserved). This attitude is not good for the sustainability of society in children. Unlike antiquity every child is free to play where and with whom the absence of rules and restraints of older people. -mainan traditional toys that have a way to make players more able to mingle and interact socially because of the traditional game play rarely their own. The problems experienced with regard to the work of social interaction in children is the lack of social skills activities with peers and lack of tools / toys to interact directly supporting individual to individual, the individual with the group, and group by group. So that children are more likely to play or interact themselves with the digital tools that make children have their own friends with indirect and reciprocal artificial. With the existence of these problems can be concluded that the need toys that encourage children to play with or real individulangsung. So that children interact socially with friends has an immediate and real. And their spontaneous reciprocal of the speaker / game so as to create the ability to complete and spontaneous interaction .. The design of the design that will be created to focus on the child's social interaction that takes the traditional game that their komnikasi good and self-development, and raised the value of a culture that increasingly faded with age.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?