DETAIL KOLEKSI

Desain Sarana Transportasi Bebas Polusi Untuk Di Lingkungan Bumi Serpong Damai (bsd)


Oleh : Gunawan Wibisono Soesetyo

Info Katalog

Nomor Panggil : 0003/DP/2015

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Diah Asmarandhani

Pembimbing 2 : Krishna Hutama

Subyek : Environmental friendly;Sustainable Design;Public transportation

Kata Kunci : eco - friendly, bicycle, bike, dynamo bike.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_DP_09111107_halaman-judul.pdf 199.1
2. 2015_TA_DP_09111107_Bab-1.pdf 82.36

T Transportasi kini sudah menjadi sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat umum. Transportasi adalah salah satu dari sekian banyak produk yang kita butuhkan setiap harinya sebagai penunjang aktivitas. Tingkat berkembangnya suatu kota sangat berpengaruh pada tingkat kebutuhan transportasi. Seperti yang kita ketahui, hampir semua transportasi yang digunakan menggunakan bahan bakar minyak, hal tersebut memiliki dampak besar terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup. Dampak buruk dari transportasi darat berbahan bakar minyak diJakarta sudah sangat jelas terlihat di depan mata. Kemacetan, kecelakaan, polusi udara, bahan bakar minyak yang semakin langka, dan turunnya kualitas kesehatan masyarakat merupakan beberapa contoh jelasnya. Memang tidak sedikit jumlah masyarakat yang mulai peduli dengan lingkungan. Mereka melakukan berbagai cara seperti; bike towork, reduce reuse recycle, car free day, biocar, dll. Akan tetapi apakah usaha tersebut bisa memperbaiki apa yang sudah terjadi di Jakarta sekarang ini? Belum tentu. Bagaimana dengan daerah-daerah baru yang masih terjaga mobilitas transportasinya seperti Serpong, BSD, dan Bintaro? Apakah 20 tahun mendatang wilayah-wilayah tersebut akan mengalami masalah yang sama dengan Jakarta? Mungkin saja. Dalam masalah ini mahasiswa mempunyai tingkat aktifitas dan mobilitas yang tinggi. untuk itu pemerintah mencoba mendukung haltersebut dengan menghadirkan Edutown di BSD. hiburan, tempat tinggal,dan tempat belajar diposisikan saling berdekatan agar aktifitasnya bisaterpusat dan terkontrol dengan baik. Akan tetapi kebanyakan daripenggunanya masih menggunakan kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar minyak. Jika hal tersebut dibiarkan, maka permasalahanyang telah terjadi di Jakarta akan terulang kembali di BSD. Untuk itulah penulis membuat sebuah konsep desain produk transportasi Peda, demi mencegah pengulangan masalah tanpa pemecahan yang telah terjadi diJakarta

T Transport has now become a major requirement for the general public. Transport is one of the many products that we need every day as a supporting activity. The level of development of a city is very influential on the level of transportation needs. As we know, nearly all transporting that use fuel oil, it has a huge impact on the declining quality of the environment. The adverse effects of road transport fuel is already very clear diJakarta oil in sight. Congestion, accidents, air pollution, fuel increasingly scarce, and the declining quality of public health are examples explained. Indeed, not a few number of people began to care about the environment. They perform a variety of ways such as; bike towork, reduce reuse recycle, car-free day, biocar, etc. However, whether the business can improve what already happened in Jakarta today? Not necessarily. What new areas are still awake mobility of transport such as Serpong, BSD, and Bintaro? Is the next 20 years, these regions will experience the same problems with Jakarta? May be. In this issue the students have this level of activity and high mobility. for it is the government trying to support haltersebut by presenting Edutown in BSD. entertainment, living, and learning place positioned adjacent to each other so that their activities bisaterpusat and controlled. But most daripenggunanya still use private vehicles that use fuel oil. If it is allowed, then permasalahanyang have occurred in Jakarta will recur in BSD. For this reason the author makes a product design concept Peda transportation, in order to prevent a repeat of the problem without solving that have occurred in Jakarta

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?