DETAIL KOLEKSI

Peramalan Produksi Lapisan Na Dengan Menggunakan Metode Decline Curve

0.0


Oleh : Nauval Aristyo

Info Katalog

Nomor Panggil : 647/TP/2017

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Onni Ridaliani P.

Pembimbing 2 : Samsol P.

Subyek : Oil reserves;Forcasting analysis - Hydrocarbon

Kata Kunci : hydrocarbons, oil reserves, decline curve


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TM_07111263_Halaman-Judul.pdf 870.91
2. 2017_TA_TM_0711263_Bab-1.pdf 7.87
3. 2017_TA_TM_0711263_Bab-2.pdf 624.4
4. 2017_TA_TM_0711263_Bab-3.pdf 1197.88
5. 2017_TA_TM_0711263_Bab-4.pdf 13.39
6. 2017_TA_TM_0711263_Bab-5.pdf 144.9
7. 2017_TA_TM_0711263_Daftar-pustaka.pdf 118.48
8. 2017_TA_TM_0711263_Daftar-simbol.pdf 143.7
9. 2017_TA_TM_0711263_Lampiran.pdf 1549.92
10. 2017_TA_TM_07111263_Halaman-Judul.pdf 870.91
11. 2017_TA_TM_0711263_Bab-1.pdf 7.87
12. 2017_TA_TM_0711263_Bab-2.pdf 624.4

B Besarnya cadangan hidrokarbon dari suatu lapangan sangat penting untuk diketahui sebab nilai cadangan ini digunakan untuk mempertimbangkan keekonomian suatu lapangan bagi perusahaan yang akan mengembangkan lapangan tersebut. Oleh karena itu perhitungan cadangan hidrokarbon dan faktor perolehan serta berapa lama waktu produksi dari tiap-tiap sumur yang dipakai untuk memproduksikan lapangan tersebut perlu dihitung seakurat mungkin. Seiring dengan berjalannya waktu dan lapangan terus diproduksikan, maka penting untuk mengoreksi kembali nilai cadangan. Metode analisa decline curve merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengoreksi cadangan dan melihat forecast produksi dari suatu sumur ataupun lapangan.Penentuan besarnya cadangan minyak yang dapat diproduksi (reserves) merupakan salah satu pertimbangan penting yang akan mempengaruhi berbagai aspek dalam pengembangan suatu lapangan, terutama pada perhitungan keekonomiannya. Sehingga dari hasil perhitungan ini perusahaan dapat mengambil keputusan dalam mencapai tujuan yang diinginkannya.Adapun hasil analisa perhitungan estimasi cadangan minyak (Remaining Reserves) minyak pada Lapisan NA sebesar 12.534 STB untuk sumur NA-1, sebesar 156.540 STB untuk sumur NA-5, sebesar 198.460 STB untuk sumur NA-9 demgan menggunakan hyperbolic decline. Dan untuk Lapisan NA dengan metode hyperbolic decline sebesar 363.260 STB.

T The amount of hydrocarbon reserve of a field is very important to be noted for the value of the reserves is used to see how viable the economic of a field for the company. Hence the calculation of hydrocarbon reserves and the revenue and how long the production of each well that are used to produce the field needs to be calculated as accurately as possible. As time goes by and the field continue to be on production, it is important to correct the value of the reserves over time. Decline curve analysis is a method that can be used to correct the reserves and forecast the production of a well or field.The estimation of reserves that can be lifted to the surface is one of important considerations that will affect various aspects in a field development project, particularly on its economical calculation. With the result of this calculation the company can make decisions in achieving the desired objectives.As for the results of decline curve analysis for calculating the estimated oil reserves (remaining reserves) in NA field are 12.534 STB for NA-1 well, 156.540 STB for NA-5 well, 198.460 STB with hyperbolic decline method for NA-9 well. Then for NA Formation with hyperbolic decline method is 363.260 STB.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?