DETAIL KOLEKSI

Studi Laboratorium Pengaruh Penambahan Pelepah Pisang Sebagai Lcm Terhadap Sifat Rheology Lumpur Berbahan Dasar Air Tawar Pada Berbagai Temperatur


Oleh : Prabu Krista

Info Katalog

Nomor Panggil : 675/TP/2017

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : Pauhesti Rusdi

Subyek : Drilling mud density;Loss circulation

Kata Kunci : drilling mud, loss circulation, temperature


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07109182_Halaman-judul.pdf 1801.15
2. 2016_TA_TM_07109182_Bab-1.pdf 267.11
3. 2016_TA_TM_07109182_Bab-2.pdf 482.74
4. 2016_TA_TM_07109182_Bab-3.pdf 241.05
5. 2016_TA_TM_07109182_Bab-4.pdf 634.76
6. 2016_TA_TM_07109182_Bab-5.pdf 9.36
7. 2016_TA_TM_07109182_Daftar-pustaka.pdf 334.32
8. 2016_TA_TM_07109182_Daftar-simbol.pdf 354.74
9. 2016_TA_TM_07109182_Lampiran.pdf 399.71

L Lumpur pemboran merupakan salah satu faktor yang penting dalam bidang pemboran. Lumpur pemboran berperan aktif selama proses pemboran berlangsung. Oleh karena itu, lumpur pemboran yang sesuai dengan kondisi proses pemboran harus dibuat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Lumpur yang digunakan ini difokuskan untuk menangani loss circulation. Loss circulation adalah hilangnya semua atau sebagian lumpur ke dalam formasi. Secara umum loss circulation dibagi menjadi partial loss dan total loss. Partial loss adalah kehilangan lumpur sebagian sedangkan total loss adalah kehilangan semua lumur ke dalam formasi.Loss circulation terjadi akibat adanya celah terbuka yang cukup besar di dalam lubang bor yang memungkinkan lumpur untuk mengalir ke dalam formasi. Dan tekanan di dalam lubang lebih besar dari tekanan formasi celah tersebut dapat terjadi secara alami dalam formasi. Beberapa metode yang dapat dipergunakan untuk menanggulangi loss circulation yaitu mengurangi tekanan pompa, mengurangi berat lumpur, menaikkan viskositas lumpur dan gel strentgth, mengurangi tekanan surge lubang bor, sealing agent, cement plug.Dari hasil penelitian saya dengan menggunakan pelepah pisang sebagai Loss Circulation Material hingga 7 gr sangat baik dilakukan karena lumpur memenuhi spesifikasi yang diinginkan pada 2400F yaitu densitas (8,36 ppg), viskositas (70 sec/quartz), plastic viscisity (17), yield point (14), Gel strength 10’ (7) Gel strength 10”(14), filtrate loss (6), mud cake(2 mm) dan pH(10,2)

D Drilling mud is one the most significant factor in drilling division. Drilling mud has an active role while drilling. Therefore, compatible drilling mud properties must be made so it becomes suitable with the needed mud properties specification. The mud that used for this scientific essay focused to overcome the loss circulation. Loss circulation is the loss of the drilling mud to the formation, total or partial loss. Generally, loss circulation is divided by two, partial and total loss. Partial loss is the loss of the mud partially while total loss is the total loss of the mud to the formation without any back circulation to the mud pit.Loss circulation is caused by an open gap in the formation which allows the drilling mud to flow to the formation. The loss circulation can be caused by the difference between the pressures in the borehole with the formation pressure. There are several methods that used to overcome the loss circulation problem, decreasing the mud pump pressure, decreasing the mud weight, increasing the mud viscosity and gel strength, decreasing the surge pressure within the borehole, the application of sealing agent or cement plugfrom my experiment using Banana Stem as Loss Circulation Materials the addition of banana stem up to 7 gr give affects in healing loss circulation. The physical and rheological properties are meet with the expected spesification at temperature of 2400F such as Density (8,36 ppg), Viscosity (70 sec/quartz), Plastic Viscosity (17), Yield Point (14), Apparent Viscosity (7), Gel strength 10’ (17), Gel strength 10” (14), filtrate loss (6), mud cake (2 mm) dan pH.(10,2)

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?