DETAIL KOLEKSI

Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Metode Six Sigma Dan 5 Spada Proses Produksi Part Top Board Holdes Di Pt. Denko Wahana Industries


Oleh : Indra Adhiwardhana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Rina Fitriana

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Total quality management;Six sigma (Quality control standard);Industrial management

Kata Kunci : six sigma, fmea, 5S, drilling, top board holder


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06307009_1_Halaman-Judul.pdf 923.63
2. 2015_TA_TI_06307009_2_Bab-1.pdf 533.32
3. 2015_TA_TI_06307009_3_Bab-2.pdf 1403.18
4. 2015_TA_TI_06307009_4_Bab-3.pdf 537.71
5. 2015_TA_TI_06307009_5_Bab-4.pdf 1561.33
6. 2015_TA_TI_06307009_6_Bab-5.pdf 1837.49
7. 2015_TA_TI_06307009_7_Bab-6.pdf 458.25
8. 2015_TA_TI_06307009_8_Daftar-Pustaka.pdf 541.87
9. 2015_TA_TI_06307009_9_Lampiran.pdf 793.37

P PT. Denko Wahana Industries merupakan perusahaan manufaktur dalam pembuatan komponen alat musik elektronik dan metal parts. Produk yang diamati adalah part top board holder. Salah satu proses yang dijalankan yaitu proses drilling. Drilling adalah proses melubangi dengan ukuran lubang tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh selama 3 bulan, rata-rata persentase cacat pada proses drilling adalah 14.99%. Karena tingginya persentase cacat tersebut maka perusahaan perlu meningkatkan kualitas dari proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi pada proses drilling, menganalisis faktor penyebab kegagalan pada proses drilling, dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimalisasi persentase cacat yang terjadi pada proses drilling. Dalam meningkatkan kualitas dilakukan perbaikan kualitas dengan menerapkan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) serta penerapan Failure Mode and Effect Analysis. Perusahaan saat ini sigma sebesar 3,39. Nilai tersebut masih jauh dari target yang diinginkan sebesar 6 sigma. Untuk mencapai peningkatan nilai sigma, maka perlu dilakukan abalisa perbaikan terhadap proses drilling. Analisa dan perbaikan dilakukan dengan menggunakan diagram sebab akibat dan tabel FMEA untuk mengetahui akar penyebab kegagalan. Berdasarkan analisa tersebut diketahui masalah utama penyebab kegag aitu kec •ratan mesin yangWrpengaruh pada material top board holder. Penyebab kegagalan tersebut memiliki nilai RPN sebesar 147. Faktor ini bisa sangat mempengaruhi tingkat cacat cuil pada proses drilling. Untuk meminimasi adanya penyebab kegagalan maka diberikan rekomendasi perbaikan agar dapat meningkatkan kualitas proses produksi. Rekomendasi perbaikan yang dilakukan yaitu berupa pembuatan standard operational procedure dan 5S untuk proses drilling pada proses produksi top board holder.

P PT. Denko Wahana Industries is a manufacturing company in the manufacture of electronic instrument parts and metal parts. The observed product is a part top board holder. One of the processes that run the drilling process. Drilling is a hollow process with a specific hole size. Based on data obtained for 3 months, the average percentage of defects in the drilling process is 14.99%. Because of the high percentage of defects, companies need to improve the quality of the production process. This study aims to identify the types of defects that occur in the drilling process, analyze the factors causing failure in the drilling process, and provide improvement recommendations to minimize the percentage of defects that occur in the drilling process. In improving quality, quality improvement is done by applying Six Sigma method through DMAIC stage (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) and Failure Mode and Effect Analysis implementation. The company is currently sigma of 3.39. The value is still far from the desired target of 6 sigma. To achieve the increase of sigma value, it is necessary to do the abalisa improvement to the drilling process. Analyzes and improvements were made using causal diagrams and FMEA tables to determine the root cause of failure. Based on the analysis, it is known that the main problem is the cause of engine noise which affect the top board holder material. The cause of the failure has a RPN value of 147. This factor can greatly affect the level of blemishes in the drilling process. To minimize the cause of the failure is given a recommendation improvement in order to improve the quality of the production process. The recommended improvement is in the form of standard operational procedure and 5S for drilling process on top board holder production process.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?