DETAIL KOLEKSI


Desain Trayektori Dan Analisa Penggunaan Rotary Streerable System (rss) Pada Lubang 12 1/4" Sumur N-20 Berdasarkan Di Lapangan "n"


Oleh : Irvon Meidyno

Info Katalog

Nomor Panggil : 595/TP/2017

Subyek : Drilling;Wells

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Faizal E. Yazid

Pembimbing 2 : Abdul Hamid

Kata Kunci : drilling, cost analysis.


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2017_TA_TM_071001300100_Halaman-judul.pdf 2230.22 (KB)
2. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-1.pdf 247.23 (KB)
3. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-2.pdf 300.44 (KB)
4. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-3.pdf 871.9 (KB)
5. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-4.pdf 950.16 (KB)
6. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-5.pdf 272.14 (KB)
7. 2017_TA_TM_071001300100_Bab-6.pdf 252.54 (KB)
8. 2017_TA_TM_071001300100_Daftar-pustaka.pdf 347.21 (KB)
9. 2017_TA_TM_071001300100_Daftar-simbol.pdf 258.51 (KB)
10. 2017_TA_TM_071001300100_Lampiran.pdf 1100.29 (KB)

T Tugas utama dari operasi pemboran adalah membor suatu lubang secara aman, efektif dan efisiensi dari lapisan permukaan bumi hingga mencapai formasi yang diperkirakan terdapat cadangan minyak atau gas yang cukup potensial untuk dikelola dan dari segi keekonomisannya menguntungkan apabila diproduksi. Teknik yang digunakan untuk membuat lubang bor terdapat bermacam - macam, seperti Vertical Drilling, Directional Drilling dan Horizontal Drilling. Tugas Akhir ini membahas perencanaan pemboran sumur horizontal N-21 serta permasalahan yang terjadi pada sumur N-20. Pemboran sumur horizontal ini diharapkan dapat mencapai daerah pengurasan yang lebih luas dibandingkan sumur vertikal, sehingga produksi hidrokarbon dapat meningkat meskipun mempunyai resiko dan biaya lebih tinggi dari sumur vertikal.Perencanaan trayektori sumur horizontal N-21 ini didesain dengan memperhatikan dogleg maksimum standar perusahan yaitu 1°- 4°/100ft . Pada sumur N-21 dianjurkan untuk menggunakan Rotary Steerable System (RSS). Hal ini dinyatakan berdasarkan studi kasus pada sumur N-20, dimana pada proses pengeboran sumur ini digunakan mud motor sebagai Directional Tool, hingga menyebabkan berbagai masalah yang terjadi, seperti terjepitnya pipa bor pada saat proses pemboran lubang 12-1/4”. Perencanaan penggunaan RSS ini dikaji berdasarkan berbagai parameter seperti nilai Rate Of Penetratiron (ROP) hingga Cost Analysis.

T The main task of drilling operations is to drill a hole in a safe, effective and efficient from surface layers of the earth to penetrate and reach the formations that predicted to be reserved of oil or gas that has enough potential to be managed in terms of economic and beneficial when it’s produced. There are various kinds of technique used to drill holes, such as Vertical Drilling, Directional Drilling and Horizontal Drilling. This Final assignment will discuss the planning of drilling horizontal of well N-21 as well as the problems that occur in the N-20 wells. Drilling horizontal wells is expected to reach the depletion area wider than the vertical wells, so that the production of hydrocarbons may increase although the risk and the well cost is higher than vertical wells.Planning the trajectory of horizontal well N-21 is designed with attention to the standard maximum dogleg of 1 ° - 4 ° / 100ft. In the drilling of N-21 well it is recommended to use the Rotary steerable system (RSS). This was concluded from a case study on N-20 well, which in the drilled well used mud motor as a Directional Tool, causing a variety of problems occurred, such as stuck pipe during the process of drilling phase 12-1 / 4 \". Planning the use of RSS is assessed based on various parameters such as the value of Rate of Penetration (ROP) to Cost Analysis.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?