DETAIL KOLEKSI

Pengendalian persediaan bahan baku plywood dengan continous review yang mwmpertimbangkan kapasitas penyimpanan berdasarkan minimasi total biaya persediaan PT. Gerbang Winas Utama


Oleh : Jimmy Antonio Wattimury

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Pembimbing 2 : Nurlailah Badriah

Subyek : Design engineering;Construction industry

Kata Kunci : continuous review, reorder point, eoq, storage capacity


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06311022_Halaman-Judul.pdf 1374.2
2. 2015_TA_TI_06311022_Bab-1.pdf 465.37
3. 2015_TA_TI_06311022_Bab-2.pdf 782.32
4. 2015_TA_TI_06311022_Bab-3.pdf 827.59
5. 2015_TA_TI_06311022_Bab-4.pdf 1544.87
6. 2015_TA_TI_06311022_Bab-5.pdf 1821.25
7. 2015_TA_TI_06311022_Bab-6.pdf 530.26
8. 2015_TA_TI_06311022_Bab-7.pdf 444.54
9. 2015_TA_TI_06311022_Daftar-Pustaka.pdf 455.25

P PT. Gerbang Winas Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Design & Engineering, Construction Management, Technical Asssitance dan Advice. Produk yang dihasilkan adalah Toilet Cubicle dan Shower Partition. Permasalahan yang dihadapi PT. Gerbang Winas Utama adalah pengendalian persediaan bahan baku yang tidak mempertimbangkan Reoder Point dan kapasitas penyimpanan bahan baku, sehingga dapat mempengaruhi biaya persediaan. Berdasarkan analisis grafik dan data permintaan, produk yang mampu berpotensi menyebabkan total biaya persediaan yang tinggi adalah Toilet Cubicle jenis HPL yang bahan baku utamanya adalah Plywood dengan ketebalan 18 mm.Penelitian ini menggunakan Continuous Review yang mempertimbangkan kapasitas penyimpanan bahan baku yang mengacu pada jurnal Hariga (2010). Penelitian ini menggunakan data historis dan permintaan dan lead time sebanyak 26 periode, dimulai dan April 2012 hingga April 2015. Tkrdapat dua kondisi dalam penelitian ini, yaitu kondisi pertama, dimana permintaan se ama lead time yang bersifat probabilistik tidak melampaui kapasitas penyimpanan ketika pesanan (Q) diterima, dan kondisi kedua adalah ketika permintaan selama lead tim melebihi kapasitas penyimpanan ketika pesanan (Q) diterima. Nilai Reoder Point yang didapat sebesar 40 lembar, jumlah pemesanan optimal (Q) sebanyak 39 lembar, dan kapasitas penyimpanan bahan baku (W) sebanyak 66 lembar dengan luas area, penyimpanan 30 m². Hasil perhitungan yang mempertimbangkan dua kondisi diatas mendapatkan total biaya persediaan sebesar Rp. 9,910,000 yang dibandingkan dengan total biaya persediaan dan perusahaan berdasarkan periode April 2012-April 2015, yaitu sebesar Rp 14,649,720 dimana mengalami penurunan sebesar Rp 4,739,720 atau 32.35 %.

P PT. Gates Winas Utama is a company engaged in the field of Design & Engineering, Construction Management, Technical Assistance and Advice. The products produced are Cubicle Toilet and Shower Partition. Problems faced by PT. Winas Utama gate is the control of raw material inventory that does not consider Reoder Point and raw material storage capacity, so it can affect the cost of inventory. Based on graph analysis and demand data, a product capable of potentially causing a high total inventory cost is the HPL type Cubicle Toilet whose main raw material is Plywood with a thickness of 18 mm.This study uses Continuous Review considering the storage capacity of raw materials referring to the journal Hariga (2010). This study uses historical and demand data and lead time of 26 periods, beginning and April 2012 to April 2015. There are two conditions in this study, the first condition, where the demand for probability lead time does not exceed the storage capacity when the order (Q ) Is accepted, and the second condition is when the demand during the team lead exceeds the storage capacity when the order (Q) is received. Value of Reoder Point obtained for 40 sheets, optimal order quantity (Q) of 39 sheets, and raw material storage capacity (W) as much 66 sheets with wide area, storage 30 m². The results of the calculations that consider the above two conditions get the total cost of inventory of Rp. 9,910,000 compared to the total inventory cost and the company based on the period April 2012-April 2015, amounting to Rp 14,649,720 which decreased by Rp 4,739,720 or 32.35%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?