DETAIL KOLEKSI

Penetuan Setting Optimum Proses Pemintalan Benang Toc60bnz Menggunakan Metode Pramuka Respon Dan Jaringan Saraf Tiruan Di Pt. Kumatex


Oleh : Silviana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Dadang Surjasa

Subyek : Production - process;Industrial companies;Defect-product

Kata Kunci : surface spc, artificial neural network


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06311029_Halaman-Judul.pdf 533.61
2. 2015_TA_TI_06311029_Bab-1.pdf 884.93
3. 2015_TA_TI_06311029_Bab-2.pdf 1635.63
4. 2015_TA_TI_06311029_Bab-3.pdf 584.58
5. 2015_TA_TI_06311029_Bab-4.pdf 5959.85
6. 2015_TA_TI_06311029_Bab-5.pdf 18797.47
7. 2015_TA_TI_06311029_Bab-6.pdf 473.41
8. 2015_TA_TI_06311029_Daftar-Pustaka.pdf 415.46
9. 2015_TA_TI_06311029_Lampiran.pdf 1927.94

P PT. Kumatex merupakan salah satu perusahaan di tanggerang yang bergerak di industri tekstil. PT Kumatex memiliki tiga pabrik, dimana pabrik 1 dan 2 bertugas melakukan pemintalan sementara pabrik 3 melakukan tenun dan rajut. Obyek penelitian adalah benang TOC6OBNZ yang dihasilkan oleh pabrik 2. Observasi di lapangan menunjukkan bahwa cacat yang ditemukan pada produk, 61.5% berasal dari cacat kekuatan tank benang. Kekuatan tank benang yang tidak mencapai standar, menyebabkan benang mudah putus pada saat proses tenun sehingga pesanan selesai lebih lama dari waktu yang ditentukan. Perlunya minimasi cacat kekuatan tank dalam hal ini, sehingga penelitian diarahkan untuk menemukan solusi dalam meningkatkan proses pemintalan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka akan dilakukan eksperimen pada mesin spinning. Mesin spinning merupakan mesin utama dalam industri pemintalan sehingga modifikasi yang dilakukan pada setting mesin dapat menunjukkan perubahan langsung pada hasil kekuatan tank benang TQC6OBNZ. Metode yang akan digunakan adalah permukaan respon dengan bantuan PC serta eksperimen 2 untuk screening factor. Setelah melewati eksperimen orde 1 an orde 2 serta pengujian ANOVA, didapatkan setting mesin 9 draft untuk fakto rafting dan 20.56 tpi untuk faktor puntiran. Pembandingan dengan metode jaringan saraf tiruan juga dilakukan untuk mendapatkan hasil setting 9 draft untuk faktor drafting 21.4 tpi faktor puntiran, dengan nilai square 0.995 dan MSE 1.2672 yang jauh lebih baik dari metode permukaan respon.

P PT. Kumatex is one of the leading companies in the textile industry. PT Kumatex owns three factories, where factories 1 and 2 are in charge of spinning while factory 3 weaving and knitting. The research object is the TOC6OBNZ yarn produced by the factory 2. Field observations show that the defects found in the product, 61.5% are from the tank's yarn strength defects. The strength of the yarn tank that does not reach the standard, causing the thread to break easily during the weaving process so that the order is completed longer than the specified time. The need for a minimization of tank power defects in this case, so that research is directed to finding solutions in improving the spinning process. To solve the problem, it will be done experiments on the spinning machine. The spinning machine is the main engine in the spinning industry so that modifications made to the machine settings can show a direct change in the result of the strength of the TQC6OBNZ yarn tanks. The method to be used is surface response with PC help as well as experiment 2 for screening factor. After passing the 1st and 2nd order experiments and the ANOVA test, there was 9 draft machine setting for facto rafting and 20.56 tpi for twist factor. Comparison with artificial neural network method is also done to get the result of draft setting 9 for drafting factor 21.4 tpi puntiran factor, with the value of square 0.995 and MSE 1.2672 which is much better than surface response method.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?