DETAIL KOLEKSI

Analisis Metode Gaya Berat Untuk Menentukan Struktur Bawah Permukaan Daerah Bengkulu

0.0


Oleh : Arvinrandy Gunawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 669/TG/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Agus Guntoro

Pembimbing 2 : Dewi Syavitri

Subyek : Gravity methods - Sub surface structures;Regional Stratigraphy

Kata Kunci : gravity, spectrum analysis, SVD, modeling subsurface structure


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GL_07211016_Halaman-Judul.pdf 1418.11
2. 2016_TA_GL_07211016_Bab-1.pdf 734.18
3. 2016_TA_GL_07211016_Bab-2.pdf 1320.37
4. 2016_TA_GL_07211016_Bab-3.pdf 1010.66
5. 2016_TA_GL_07211016_Bab-4.pdf 1918.7
6. 2016_TA_GL_07211016_Bab-5.pdf 3364.23
7. 2016_TA_GL_07211016_Bab-6.pdf 536.93
8. 2016_TA_GL_07211016_Daftar-Pustaka.pdf 667.67
9. 2016_TA_GL_07211016_Lampiran.pdf 831.73

S Salah satu metode geofisika yang digunakan untuk menentukan struktur geologi bawah permukaan adalah metode gayaberat. Metode ini dilakukan pada daerah Bengkulu dan sekitarnya, Provinsi Bengkulu, untuk memetakan struktur bawah permukaan yang ada. Luas daerah penelitian sekitar 210x150km². Jarak spasi antar pengukuran 1km di tiap lintasan. Hasil anomali yang dianalisis merupakan hasil dari metode tapis rataan bergerak. Metode ini memisahkan anomali regional-residual. Berdasarkan analisis spektrum, daerah penelitian memiliki lebar jendela 17,5x17,5km², kedalaman anomali residual yang mencerminkan batuan dasar Pra-Tersier sekitar 2,59km, sedangkan kedalaman anomali regional yang mencerminkan bidang moho sekitar 23,502km. Untuk analisis struktur sesar penulis menggunakan metode analisis SVD. Pemodelan struktur bawah permukaan menggunakan data-data pendukung, seperti peta geologi regional dan penampang seismik. Berdasarkan hasil analisis anomali residual terlihat bahwa daerah penelitian mempunyai pola anomali relatif kelurusan barat-timur dan baratlaut-tenggara yang memiliki arah relatif sama terhadap struktur sesar, hal tersebut merupakan hasil dari aktivitas tektonik Miosen Tengah hingga Pleistosen.

O One of geophysical method to determine subsurface geology structure is a gravity method. This method was conducted in surrounding of Bengkulu, Bengkulu Province, for mapping subsurface structures exist. This research area is about 210x150km². Spacing between the measument points on each track is 1km. The result anomaly which used for analysising is the result of filtering from moving average filter. This method separates regional-residual anomaly. Based on spectrum analysis, this research area has length window 17,5x17,5km², the depth of residual anomaly that reflects basement Pre-Tersier is about 2,593km, while the depth of regional anomaly is about 23,502km. For analysis fault structure, the writer used SVD method. Modeling of subsurface structure used supporting data, such as regional geology map and seismic data. Based on result of residual anomaly can be seen that the research area has a relatively east-west and northwest-southeastt anomaly trend patterns that has similar relatively trend of fault structure, it is the result of tectonic activity Middle Miocene-Pleistocene.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?