DETAIL KOLEKSI

Pemodelan Sistem Panasbumi Berdasarkan Metode Gravitasi Dan Magnetotelurric Lapangan "js" Nusa Tenggara Timur


Oleh : Heny Rachmawati

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Untung Sumotarto

Pembimbing 2 : Eng.Supriyanto

Subyek : Gravity - Modelling;Modeling geothermal system

Kata Kunci : gravity, spectrum analysis, SVD, modeling geothermal system.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GL_07212107_Halaman-judul.pdf 3086.42
2. 2016_TA_GL_07212107_Bab-1.pdf 939.68
3. 2016_TA_GL_07212107_Bab-2.pdf 1153.73
4. 2016_TA_GL_07212107_Bab-3.pdf 1208.46
5. 2016_TA_GL_07212107_Bab-4.pdf 1028.55
6. 2016_TA_GL_07212107_Bab-5.pdf 4135.11
7. 2016_TA_GL_07212107_Bab-6.pdf 652.92
8. 2016_TA_GL_07212107_Daftar-Pustaka.pdf 748.75
9. 2016_TA_GL_07212107_Lampiran.pdf 535.9

S Salah satu metode geofisika yang digunakan untuk menentukan struktur geologibawah permukaan dan mengidentifikasi sistem migas adalah metode gravitasi.Metode ini dilakukan pada lapangan ‘JS’, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untukmemetakan struktur bawah permukaan yang ada. Luas daerah penelitian sekitar38.000 ha. Jarak spasi antar pengukuran 1km di tiap lintasan. Hasil anomali yangdianalisis merupakan hasil dari metode tapis rataan bergerak. Metode inimemisahkan anomali regional-residual. Berdasarkan analisis spektrum, daerahpenelitian memiliki lebar jendela 19x19km², kedalaman anomali residual yangmencerminkan batuan dasar sekitar 3,1km, sedangkan kedalaman anomaliregional yang mencerminkan bidang moho sekitar 14,4km. Untuk analisis struktursesar penulis menggunakan metode analisis SVD dan terhadap interpretasikualitatif penulis juga menggunakan peta anomali SVD untuk menganalisisstruktur perlipatan. Pemodelan sistem panasbumi menggunakan data-datapendukung, seperti peta geologi yang dikorelasikan dengan perhitungan SVD.Berdasarkan hasil analisis anomali residual terlihat bahwa daerah penelitianmempunyai pola anomali relatif kelurusan baratdaya-timurlaut yang memilikiarah relatif sama terhadap struktur sesar. Berdasarkan hasil analisis sistempanassbumi yang meliputi elemen-elemen berupa batuan induk, batuan reservoir,up flow, dan batuan penutup pada daerah penelitian telah memenuhi syaratsebagai sistem panasbumi dan merupakan daerah yang prospek.

O One of geophysical method to determine subsurface geology structure and identify petroleum system is gravity method. This method was conducted in ‘JS’ area, EastNusa Tenggara Province, for mapping subsurface structures exist. This researcharea is about 38.000 ha. Spacing between the measument points on each track is1km. The result anomaly which used for analysising is the result of filtering frommoving average filter. This method separates regional-residual anomaly. Based onspectrum analysis, this research area has length window 19x19km², the depth ofresidual anomaly that reflects basement Tersier is about 3,1km, while the depth ofregional anomaly is about 14,4km. For analysis fault structure, the writer used SVDmethod. For analysis fold, the writer used qualitatif interpretation of residualanomaly map. Modeling of geothermal system used supporting data, such as geologymap which of those is correlated with SVD calculation. Based on result of residualanomaly can be seen that the research area has a relatively southeast-northwest hassimilar relatively trend of fault structure. Based on the analysis of geothermal systemthat includes elements such as source rock, reservoir rock, up flow, and cap rock thearea of research has been qualified as petroleum system and is an area that prospect.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?