DETAIL KOLEKSI

Analisis Karakteristik Reservoir Dalam Mengidentifikasi Penyebaran Porositas Batuan Karbonat Formasi Kais Berdasarkan Wireline Log Dan Data Seismik 2d Pada Lapangan "jm-nita", Cekungan Salawati,papua

5.0


Oleh : Harlan Renaldi

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Muhammad Burhannudinnur

Subyek : Wireline log;Seismic interpretation

Kata Kunci : mineral solver analysis, porosity, RMS amplitude


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GL_07212104_Halaman-judul.pdf 7010.49
2. 2016_TA_GL_07212104_Bab-1.pdf 934.04
3. 2016_TA_GL_07212104_Bab-2.pdf 1567.72
4. 2016_TA_GL_07212104_Bab-3.pdf 2110.67
5. 2016_TA_GL_07212104_Bab-4.pdf 5291.33
6. 2016_TA_GL_07212104_Bab-5.pdf 669.41
7. 2016_TA_GL_07212104_Daftar-pustaka.pdf 750.37
8. 2016_TA_GL_07212104_Lampiran.pdf 3691.94

D Daerah yang dijadikan penelitian berada pada lapangan “JM-NITA” yang secaraadministratif terletak pada daerah Salawati Provinsi Papua Barat. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi jenis dan zona prospek hidrokarbon berdasarkan analisa mineral solver, yang mengacu kepada sistem analisis neural network. Dalam melakukan analisa daerah penelitian yang berada pada Formasi Kais dibagi atas 3 zona berdasarkan kesamaan pola log. Pada penelitian ini analisa petrofisika akan lebih terfokus kepada porositas pada masing – masing zona tersebut, parameter petrofisik seperti saturasi air dan permeabilitas juga dilakukan perhitungan akan tetapi tidak dibahas secara rinci. Data yang digunakan dalam analisa ini adalah data seismik 2D, data wireline log dan dataanalisa core. Dalam melakukan interpretasi seismik konfigurasi dari seismik menunjukan adanya bentukan build-up yang menandakan bahwa daerah penelitian merupakan daerah batuan karbonat. Hasil dari pengolahan data seismik tersebut nantinya akan dapat menghasilkan peta struktur waktu dan kedalaman, peta fasies, peta amplitudo RMS dan peta isoporositas. Peta fasies dibuat berdasarkan interpretasi dari konfigurasi seismik dan pendekatan terhadap regional. Fasies pada daerah pemetaan dibagi atas 2 fasies yaitulagoonal dan patch reef. Peta yang didapat dari interpretasi seismik masing – masing terbagi atas 3 peta berdasarkan zonasi dari korelasi wireline log. Peta isoporositas yang paling baik berada pada zona ke 3, dimana porositas yang berkembang pada zona tersebut sangat baik terutama pada sumur JM-NITA2, JM-NITA 3 dan JM-NITA8. Peta isoporosity zona 2 mempunyai nilai baik dimana nilai porositas tersebut ditunjukan pada sumur JM-NITA1, JM-NITA 2, JM-NITA3 dan JM-NITA8. Dan pada nilai porositas pada zona pertama memiliki nilai yang cukup dengan porositas JM-NITA1, JM-NITA 3, dan JM-NITA7.

T The research area being located on JM-NITA of field, which is theadministation in Salawati, West Papua Province. In this case, the inditify type and hydrocarbon prospect zone base on analysis of mineral solver, which refers to system neural network analysis. In analyzing of research area in the Kais Formation is divided into three zones of equality shapes log. In this research petrophysical analisys will be focused to porosity in the respective zone, the petrophysical parameter likes water saturation and permeability also made calculation but not for detail. The data used of the analysis is seismic 2D, wireline log and core analysis. In interpretation configuration from seismic shows their formation build-up which the research area is carbonate rock. The result of processing seismic data will be able to produce time or depth sturucture map, the facies map, the RMS amplitude map and isoporosity map.The Fasies map based on the interprestation from sismic configuration and approaced to regional. Map of fasies divided into two facies is lagoonal and patch reef. The obtained map from seismic interpretation is divided three maps based on zone from wireline log corelation. The isoporosity map most well located in the third zone, where the porosity developed in the zone is very good wells especially on JM-NITA2, JMNITA3 and JM-NITA8. The isoporosity map most well located in the second zone, where the porosity developed in the zone is good wells especially on JM-NITA1, JMNITA2, JM-NITA3 and JM-NITA8. And the isoporosity map most well located in the first zone, where the porosity develofed in the zone is fair wells especially on JMNITA1, JM-NITA3 and JM-NITA7.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?