DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Properties Lumpur Kcl Polimer Di Trayek Bor 17-1/2 ", 12-1/4", Dan 8-1/2" Pada Struktur Pok Lapangan Soy Pt. Pertamina Ep


Oleh : Foggie Sciorra

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Yusraida Khairani

Subyek : Physical character of drilling mud;Drilling mud

Kata Kunci : mud system, drilling operation, KCl polymer


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07111147_Halaman-judul.pdf 2834.72
2. 2016_TA_TM_07111147_Bab-1.pdf 753.15
3. 2016_TA_TM_07111147_Bab-2.pdf 1302.78
4. 2016_TA_TM_07111147_Bab-3.pdf 1567.2
5. 2016_TA_TM_07111147_Bab-4.pdf 784.3
6. 2016_TA_TM_07111147_Bab-5.pdf 765.86
7. 2016_TA_TM_07111147_Daftar-pustaka.pdf 733.17
8. 2016_TA_TM_07111147_Lampiran.pdf 4836.96

L Lumpur KCl polimer merupakan sistem lumpur yang paling umum digunakan dalam pemboran. Dasar dari sistem ini adalah anionik pengkapsulan (encapsulating) polymer fluid yaitu polimer membungkus serbuk bor (cutting) pada saat pembersihan lubang. Lumpur KCl Polimer merupakan lumpur non disperse dengan harga yang relatif mahal, sedangkan untuk lumpur disperse biasanya lebih murah, contohnya lumpur Lignosulfonate. Namun total biaya sumur yang menggunakan lumpur KCl Polimer lebih murah dibanding lumpur Lignosulfonate dan biasanya kerusakan formasi yang ditimbulkan oleh lumpur non disperse lebih sedikit daripada lumpur disperse. Melihat hambatan-hambatan yang terjadi pada saat pemboran dengan menggunakan lumpur KCl Polimer, maka perlu dicari properties lumpur terbaik yang kompatibel di struktur POK lapangan SOY. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan lumpur KCl polimer pada sumur-sumur yang sudah dilakukan pengeboran perlu dilakukan agar perusahaan mendapatkan sebuah properties lumpur acuan untuk melakukan pengeboran selanjutnya pada sumur baru di struktur yang sama sehingga dapat terhindar dari masalah-masalah pemboran dan dapat mengoptimalkan waktu yang telah dibuat oleh program dari suatu perusahaan. Evaluasi properties lumpur KCl polimer pada sumur-sumur di struktur POK lapangan SOY dilakukan pada trayek 17-1/2”, 12-1/4”, dan 8-1/2”. Hal ini dikarenakan penggunaan lumpur pada trayek sebelumnya yaitu trayek 26” bukan merupakan lumpur KCl polimer, melainkan hanya digunakan lumpur gel water. Dalam evaluasi properties lumpur KCl polimer ini digunakan beberapa parameter untuk mengukur kinerja sistem lumpur yang digunakan pada setiap sumur. Parameter tersebut antara lain: rate of penetration, gain/loss time from ROP, excess cement, dan trip time.Analisis pada setiap parameter ini terbagi sesuai trayek-trayek yang diamatidimana pada setiap trayeknya terdapat sembilan buah sumur untuk dianalisis. Hasil analisis pada setiap parameternya nanti akan dibandingkan dengan sumur-sumur lainnya dan ditentukan sumur manakah yang mempunyai hasil paling baik sehingga properties lumpur KCl polimer yang digunakan pada sumur dan trayek tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan dan acuan untuk perencanaan sistem lumpur pada sumur selanjutnya di struktur yang sama.

K KCl Polymer mud is the most commonly used mud system in drilling. Thebase for this system is an anionic encapsulating polymeric fluid, a polymer which encases drill cuttings during hole cleaning. KCl Polymer mud is a relatively expensive non-dispersed mud, in contrast to dispersed muds which are usually cheaper, such as Lignosulfonate muds. However, the total expenditure for a well using a KCl Polymer mud is lower compared to one using a Lignosulfonate mud and usually the formation damages caused by non dispersed muds are less severe than disperse muds. Having considered the challenges that may arise during a drilling operation using KCl Polymer mud, the next step was to identify the best compatible mud properties for the POK structure at SOY field. Therefore, evaluations needed to be conducted on the usage of KCl Polymer muds in newly drilled wells in order to provide the company with a set of mud properties that may serve as a point of reference for future well-drilling operations in the same structure to mitigate drilling problems and to maximize the time-schedule provided by the company.Evaluation on the properties of KCl Polymer mud in some wells of the POKstructure at SOY field were conducted at 17-1/2”, 12-1/4”, and 8-1/2” trajectories. This is because the difference of mud type used on the previous trajectory (26”): instead of KCl polymer mud, only a water gel mud was used. In evaluating these KCl Polymer mud properties, there were a number of parameters selected to define the performance of the mud system used in each well. Those parameters are, among others: Rate of Penetration, Gain/Loss Time From ROP, Excess Cement, and Trip Time. Analysis of each of these parameters was sectioned according to the trajectories under observation, in turn, there were nine wells available for analysis for each trajectory. The result of the analysis of each parameter was then compared by order of wells and it was then decided which well(s) exhibited the best results thus establishing those KCl Polymer mud properties to be fit for use in deliberation and as reference for future mud system planning in wells of the same geological structure.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?