DETAIL KOLEKSI

Perbaikan Kualitas Pelek Kendaraan Roda Empat (car Wheel) Tipe D40d (gran Max) Dengan Metode Six Sigma (dmaic) Dan Failure Mode And Effect Analysis (fmea) Di Pt.inkoasku


Oleh : Lisa Nur Annisa

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Wawan Kurniawan

Pembimbing 2 : Nurlailah Badariah

Subyek : Transportation;Production - Process;Control system;Failure analysis

Kata Kunci : vehicle wheel, type d40d (gran max), six sigma (dmaic)


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TI_06312114_1_Halaman-Judul.pdf 497.53
2. 2016_TA_TI_06312114_8_Daftar-Pustaka.pdf 90.56
3. 2016_TA_TI_06312114_9_Lampiran.pdf 2735.16

P PT.Inkoasku merupakan perusahaan yang menghasilkan produk pelek mobil (car wheel). Salah satu produk yang tingkat permintaannya tinggi adalah jenis D40D digunakan untuk kendaraan roda empat Gran Max oleh perusahaan Astra Daihatsu Motor. Proses produksi produk D40D (Gran Max) memiliki tingkat cacat lebih dari 10.29% pada proses painting. Untuk memperbaiki kualitas produk tersebut, maka diperlukan control. Six Sigma adalah suatu metode yang bertujuan untuk menekan tingkat variasi dan kecacatan yang terjadi pada produk. Tahapan pada Six Sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Pada tahap Define dilakukan identifikasi permasalahan yang ada di perusahaan. Pada tahap Measure dilakukan pengukuran DPMO dan tingkat Sigma perusahaan keadaan actual, dimana diperoleh nilai DPMO sebesar 26300 dan tingkat Sigma sebesar 3.44 Sigma. Pada tahap Analyze menganalisa efek, resiko dan upaya melalui tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengetahui nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi pada cacat endapan cat,bubble dan cat flense lecet. Pada tahap Improve diterapkan implementasi menggunakan Metode Perancangan Produk, dan Metode Poka Yoke, dimana ketiga metode ini digunakan untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan dan mencegah serta merancang ulang upaya yang sudah dilakukan perusahaan guna menghindari kecacatan dari endapan cat. Pada tahap Control, dilakukan perhitungan DPMO dan tingkat Sigma setelah implementasi usulan perbaikan. Nilai DPMO yang diperoleh sebesar 10685 dan tingkat Sigma sebesar 3.81 Sigma. Hal ini menunjukan adanya kenaikan tingkat Sigma sebesar 9.71% dan penurunan nilai DPMO sebesar 59.37 %.

P PT.Inkoasku is a company that produces car rim products (car wheel). One of the products that demand high level is the type of D40D used for four-wheeled vehicles Gran Max by Astra Daihatsu Motor company. D40D product production process (Gran Max) has a defect rate of more than 10.29% in the painting process. To improve the quality of the product, then the necessary control. Six Sigma is a method that aims to suppress the degree of variation and disability that occurs in the product. Stages in Six Sigma is DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). In the Define stage is done to identify the problems that exist in the company. At the Measure stage, DPMO measurement and Sigma level of actual state company were obtained, where the DPMO score was 26300 and Sigma level was 3.44 Sigma. Analyze analyzes the effects, risks and efforts through the FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) table to determine the highest RPN (Risk Priority Number) value on defects in paint, bubble and flange blisters. Improve is implemented using Product Design Method, and Poka Yoke Method, where the three methods are used to determine the action to be taken and prevent and redesign the efforts that have been done by the company to avoid defects from the paint sediment. In Control stage, calculate DPMO and Sigma level after implementation of improvement proposal. The obtained DPMO value is 10685 and the Sigma level is 3.81 Sigma. This shows an increase in Sigma rate of 9.71% and a decline in DPMO value of 59.37%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?