DETAIL KOLEKSI


Intervensi Ergonomi Untuk Mengurangi Potensi Human Error Akibat Gangguan Kualitatidur Dan Shift Kerja Pada Stasiun Kerja Vacuum Forming Di Pt. Topjaya Antariksa Electronics


Oleh : Raden Nadia Azka

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Pembimbing 2 : Pudji Astuti

Subyek : Manufacturing – Companies;Production – Process;Human engineering;Industrial electronics

Kata Kunci : ergonomic intervention, human error, work station, vacuum forming electronics


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2016_TA_TI_06313081_1_Halaman-Judul.pdf 747.81 (KB)
2. 2016_TA_TI_06313081_9_Daftar-Pustaka.pdf 169.8 (KB)
3. 2016_TA_TI_06313081_10_Lampiran.pdf 2005.4 (KB)

P PT. Top Jaya Antariksa Electronics merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang manufaktur dan memproduksi peralatan elektronik berupa kulkas. Stasiun kerja vacuum forming merupakan stasiun kerja pertama dalam memproduksi unit kulkas dengan output yaitu inner linner & door linner (kerangka dalam bagian kulkas). Operator stasiun kerja vacuum forming bekerja dengan 3 shift kerja, yaitu: shift pagi, shift siang dan shift malam. Sistem shift kerja dapat menyebabkan beberapa dampak seperti meningkatnya beban kerja dan kelelahan, serta menurunnya tingkat kewaspadaan yang dapat berakibat pada terjadinya human error. Selain shift kerja, human error seringkali dikaitkan oleh kualitas tidur para pekerja yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh shift kerja terhadap kualitas tidur, mengidentifikasi pengaruh kualitas tidur terhadap potensi terjadinya human error dan memberikan usulan intervensi ergonomi untuk mengurangi potensi terjadinya human error. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas tidur secara subjektif menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index dan pengukuran potensi human error dengan menggunakan kuisoner. Melalui uji statistik non parametrik, yaitu uji friedman dan uji wilcoxon terbukti bahwa terdapat perbedaan kualitas tidur antara shift kerja. Berdasarkan hasil uji regresi sederhana, terbukti bahwa ada pengaruh kualitas tidur terhadap potensi terjadinya human error. Setiap terjadinya penurunan kualitas tidur maka potensi terjadinya human error akan meningkat.Usulan intervensi ergonomi untuk mengurangi potensi terjadinya human error yaitu perusahaan dapat menegakkan kebijakan untuk membatasi jumlah jam kerja seorang operator dapat bekerja, termasuk jam kerja, lembur, dan pergantian waktu (rotasi shift kerja). Selain itu untuk mengurangi potensi terjadinya human error dengan jenis memory lapse mengenai penggunaan alat pelindung diri maka dilakukan perancangan display untuk memberikan peringatan pentingnya penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

P PT. Top Jaya Antariksa Electronics is a private company engaged in manufacturing and producing electronic equipment in the form of refrigerator. Vacuum forming work station is the first work station in producing refrigerator unit with output that is inner linner & door linner (framework in refrigerator part). The operator of the vacuum forming work station works with 3 shifts of work, namely: morning shift, day shift and night shift. The work shift system can cause some impacts such as increased workload and fatigue, as well as decreased levels of alertness that can result in the occurrence of human error. In addition to work shifts, human error is often attributed to poor worker sleep quality. The purpose of this study was to identify the effect of shift on sleep quality, to identify the effect of sleep quality on the potential of human error and to suggest the ergonomic intervention to reduce the potential of human error. In this study, subjected to subjective sleep quality measurements using the Pittsburgh Sleep Quality Index and measuring the potential of human error by using questionnaires. Through non parametric statistical test, that is friedman test and wilcoxon test proved that there is difference of sleep quality between shift work. Based on the result of simple regression test, it is proved that there is influence of sleep quality to the potential of human error. Every occurrence of decreased quality of sleep then the potential for human error will increase. The ergonomic intervention intervention to reduce the potential for human error that the company can enforce policies to limit the number of hours a carrier can work, including working hours, overtime, and time shift (work shift rotation ). In addition to reducing the potential occurrence of human error with the type of memory lapse regarding the use of personal protective equipment, the design of the display to warn the importance of the use of personal protective equipment to prevent accidents.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?