DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Pemboran Berarah Sumur X-st Lapangan Y Lubang Sumur 12-1/4".


Oleh : Oemar Kamal

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Drilling evaluation;Drilling process

Kata Kunci : drilling evaluation, bottom hole assembly, sandstone


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07112164_Halaman-judul.pdf 1904.68
2. 2016_TA_TM_07112164_Bab-1.pdf 673.71
3. 2016_TA_TM_07112164_Bab-2.pdf 1854.78
4. 2016_TA_TM_07112164_Bab-3.pdf 1922.86
5. 2016_TA_TM_07112164_Bab-4.pdf 830.64
6. 2016_TA_TM_07112164_Bab-5.pdf 656.37
7. 2016_TA_TM_07112164_Daftar-pustaka.pdf 937.74
8. 2016_TA_TM_07112164_Lampiran.pdf 1130.13

P Pemboran adalah salah satu bagian dalam industri perminyakan. Pemboran adalah suatu kegiatan penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan hidrokarbon dibawah permukaan. Pemboran adalah suatu kegiatan membuat lubang dari permukaan menuju target (reservoar) yang telah ditentukan. Dalam melakukan pemboran ada yang dinamakan bottom hole assembly (BHA), BHA adalah serangkaian kombinasi peralatan bawah permukaan yang dipasang pada rangkaian drill string sehingga diperoleh suatu hasil yang baik dalam membentuk kemiringan dari lintasan lubang bor. Dalam mengevaluasi BHA sangat mungkin terjadi berbagai macam masalah yaitu seperti penurunan inklinasi dan pipa terjepit yang dialami oleh sumur X-ST yang terletak di lapangan Y. Tugas akhir ini membahas mengenai evaluasi trayek 12-¼ʺ pada sumur X-ST dari kedalaman 1405-4065 ftMD dengan azimuth 182° dan inklinasi 72°. Evaluasi trayek tersebut dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah yang timbul pada saat proses pemboran. Berdasarkan hasil evaluasi sumur X-ST pada trayek 12- ¼ʺ terjadi masalah kecenderungan penurunan sudut inklinasi sepanjang 100 ft dikarenakan adanya soft formation yaitu sandstone pada kedalaman 3244 ftMD.Untuk mengatasi masalah tersebut maka diputuskan untuk mengganti salah satuBHA yaitu bentsub. Kemudian pada sumur tersebut terjadi lagi masalah pipaterjepit pada kedalaman 3551 ftMD yang disebabkan karena besarnya nilai dogleg.Cara penanggulangan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukanback off pada kedalaman 1815 ftMD. Kemudian metode tersebut berhasil, danproses pemboran dapat dilanjutkan tanpa timbulnya masalah.

D Drilling is part of petroleum industry. Drilling is an important activity that should be done, in order to obtain oil from underground. Well drilling is a process of making a hole from the surface to the target zone (reservoir) which have been determined before. In a drilling process there are Bottom Hole Assembly (BHA), BHA is series combination of subsurface equipment mounted on the drill string in order to gain a good result in forming the slope of trajectory of a drill hole. In evaluating BHA, various kinds of problems are very possible to happen, such as decrease in inclination and stuck pipe which occurs to X-ST Well, located in Y field. This thesis discusses about the evaluation of the 12-¼ʺ trajectory on X-ST well at depth of 1405-4065 ft MD azimuth 182 ° and an inclination of 72 °. Trajectory evaluation is done to determine whether or not there is any problem came up during the drilling process. Based on the results of the evaluation of X-ST well on 12-¼ʺ trajectory, a downward trend of inclination angle occurs along 100ft, due to soft formation at depth of 3244ftMD. To overcome this problem, it was decided to replace one of the BHA, that is bentsub. Afterward, stuck pipe occurred at depth of 3551 ftMD caused by the high value of dogleg. Countermeasures to solve these problems is by doing a back off at depth of 1815ftMD. The back off method succeeded, and drilling process can be continued without any problems.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?