DETAIL KOLEKSI

Perencanaan pengembangan sistem distribusi air bersih Kecamatan Renggasdengklok dan Kecamatan Kotawaluya hingga perencanaan 2020


Oleh : Alviena Maylasari

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Widyo Astono

Pembimbing 2 : Sri Handoko

Subyek : Water resources development - System

Kata Kunci : drinking water, reservoir


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_STL_08296007_Halaman-Judul.pdf 1924.82
2. 2002_TA_STL_08296007_Bab-1.pdf 716.65
3. 2002_TA_STL_08296007_Bab-2.pdf 3770.57
4. 2002_TA_STL_08296007_Bab-3.pdf 6175.97
5. 2002_TA_STL_08296007_Bab-4.pdf 1294.32
6. 2002_TA_STL_08296007_Bab-5.pdf 3078.12
7. 2002_TA_STL_08296007_Bab-6.pdf 2340.53
8. 2002_TA_STL_08296007_Bab-7.pdf 704.97
9. 2002_TA_STL_08296007_Bab-8.pdf 794.65
10. 2002_TA_STL_08296007_Daftar-Pustaka.pdf 647.37
11. 2002_TA_STL_08296007_Lampiran.pdf 6993.03

A Air bersih merupakan salah satu kebutuhan panting dalam menunjang kehidupan manusia. Pada saat ini PDAM cabang Rengasdengklok baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sekitar 6 % saja, sedangkan sisanya masih banyak yang memanfaatkan air sumur atau air Sungai Citarum yang tidak terjamin kebersihannya.Daerah perencaan terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rengasdengklok yang pada tahun 2000 berpenduduk 145136 jiwa yang terbagi menjadi 17 desa I kelurahan dengan luas total 7920 Ha. Serta Kecamatan Kutawaluya yang berpenduduk50894 jiwa pada tahun 2000 dengan luas total 6057 Ha. Kondisi topografi daerah perencanaan tergolong datar dengan kemiringan O - 5 % dan berada pada ketinggian 31- 50 m diatas permukaan laut Berbagai sarana yang terdapat di wilayah perencanaan diantaranya fasilitas pendidikan, kesehatan. perdagangan. dan peribadatan.Dari hasil perhitungan proyeksi penduduk dengan korelasi diperoleh hasil :1. Metode Aritmatika : 0,64455.2. Metode Geometric Increase : 0,65570.3. Metode Incremental Increase : - 0,5576.4. Metode Least Square : 0,00015.Sehingga terpilih Metode Geometric Increase, karena hasilnya paling mendekati angka 1.Rencana pengembangan ini terdiri dart 2 tahap, yaitu tahap I dart tahun 2000 -2010 dan tahap II dari tahun 2010 - 2020. Masing - masing tahap terdiri dari pengembangan system distribusi dan reservoir distribusi. yang dapat dilihat pada tabel berikut: -Uraian Sistem Distribusi Tahap I terpasang pipa paralel dan pipa baru dengan diameter (450, 350, 325, 300, 250, 150, 125, 100, 75) mm dengan panjang total 35225 m. Tahap II Terpasang paralel pipa dengan diameter (225, 200, 175 , 150, 125100, 50)mm dengan jenis pipa hard PVC dan panjang total 70300 m Reservoir Distribusi Tahap I Terdapat penambahan volume sebesar 2000m3 Tahap II Terdpaat penambahan volume menjadi 4500 m3. Sistem Pengaliran. Tahap I Sistem pemompaan terdapat penambahan pompa merk Torishima tipe ETA-N x 125-400 (1 unit) dan tipe ETA -N 100 x 80- 200 (2 unit) dengan head pompa masing masing 60 m. Tahap II : sistem pemompaan dengan penambahan pompa merk Torishima tipe ETA -N 200 x 150-400 (1 unit) dan tipe ETA -N 150x125 - 400 (1 unit) dengan head pompa masing masing 60 m. Tingkat pelayanan Tahap I 25 % tahap II 50 %. Pelayanan Tahap I terlayani 54673 jiwa, 5467 unit SR, 19 unit HU, Tahap II Terlayani 121.987 jiwa, 9149 SR, 21 unit HU Biaya yang dipertukan untuk pengembangan pada tahap I adalah sebesar Rp. 8.417.379.013,- dan pada tahap II Rp 12.664.127.325,- . Jadi biaya total kedua tahap adalah Rp 21.081.506.338 = Rp 21.100.000.000,-. Untuk biaya pada tahap II perlu peninjauan ulang karena ada kemungkinan terjadi perubahan harga.

C Clean water is one of the vital needs to sustain human lives. Currently, PDAM of Rengasdengklok has just fulfilled only about 6 % from total demand while most of people in there fulfilled their needed from wells and Citarum River without guaranteed cleanless.The planning area consists of two sub-regencies there are Rengasdengklok Sub-regency in 2000 containing 145136 people in 17 villages with total area 7920 ha and Kutawaluya Sub-regency whose population was 50894 in 2000 and divided into 12 villages and total area 6057 ha. The topographical condition of the planning area is cleared with slope O - 5 % and on 31 - 50 m above sea level. Various facilities that could be found in planning area are education, health, trade and worship facility.The result of the calculation of people projection by correlation are as follows :1. Arithmetic Method : 0,644552. Geometric Increase Method : 0,655703. Incremental Increase Method : -0,55764. Least Square Method : 0,00015And the chosen method is Geometric Increase because it coefficient correlation result was nearly 1.The development plan consist of two stages, the first stage from 2000 - 201 Operiod ang the second stage from 201 O - 2020 period. Each stage consist of d eve Iooment system and reservoir distribution, which is presented in the following table : Description Distribution system Stage I installed pipa hard PVC with diameters (450,325, 300, 250, 150, 125, 100, 75)mm with totallenght 35225 meters, Stage II installed pipe hard PVC with diameters (225, 200, 150, 125 100, 50)mm and totallenght 70300 meters. Distribution Reservoir Stage I there is additional volume as 2000 m3 Stage II there is additional volume to 4500 m3 Current System Stage I pumping system. There are additional pumps which are Torishima pump type ETA-N 150 x125 - 400 (1unit) and type ETA -N 100 x80-200 (2 uit)with pump head 60 m each Stage II Pumping system with additional Torishima pump type ETA-N 200x 150 - 400 (1 unit) and type 150 x125 -400 (1 unit) with pump head 60 m each . Service level Stage I 25 % Stage II 50 % . Costing System Stage I 5473 people served, 5467 SR units, 19 HU units. Stage II 121987 people served, 9149 SR units and 21 HU units. The cost needed for stage I development is Rp 8.417. 379.013 and stage II Rp12. 664.127.325. Thus the total cost for all stages is Rp 21.081.506.338 ~ Rp21.000.000.000. It is very necessary to review the second stage because it has possibility to change.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?