F tabel yaitu 70,64 > 2,21. Reduksi limbah teh tertinggi dicapai perlakuan F sebesar 606,5 gr dan terendah sebesar 512,75 gr. Selama penelitian kadar tanin pada saat awal sebanyak 125,607 ppm mengalami penurunan untuk semua perlakuan. Penurunan kadar tanin tertinggi dicapai oleh perlakuan C yaitu sebesar 116,671 ppm (92,89) dan penurunan kadar tanin terendah dicapai perlakuan A yaitu sebesar 104,836 ppm (83,46)." /> table 70,64 >2,21. The highest waste reduction was happened in treatment F with 606,5 gr and then the lower was happened in treatment C with 512,75 gr. The highest tannin degradation was happened in C with 116,671 ppm (92,89%) and the lower was happened in treatment A with 104,836 ppm (83,46%)." /> F tabel yaitu 70,64 > 2,21. Reduksi limbah teh tertinggi dicapai perlakuan F sebesar 606,5 gr dan terendah sebesar 512,75 gr. Selama penelitian kadar tanin pada saat awal sebanyak 125,607 ppm mengalami penurunan untuk semua perlakuan. Penurunan kadar tanin tertinggi dicapai oleh perlakuan C yaitu sebesar 116,671 ppm (92,89) dan penurunan kadar tanin terendah dicapai perlakuan A yaitu sebesar 104,836 ppm (83,46)." /> table 70,64 >2,21. The highest waste reduction was happened in treatment F with 606,5 gr and then the lower was happened in treatment C with 512,75 gr. The highest tannin degradation was happened in C with 116,671 ppm (92,89%) and the lower was happened in treatment A with 104,836 ppm (83,46%)." /> F tabel yaitu 70,64 > 2,21. Reduksi limbah teh tertinggi dicapai perlakuan F sebesar 606,5 gr dan terendah sebesar 512,75 gr. Selama penelitian kadar tanin pada saat awal sebanyak 125,607 ppm mengalami penurunan untuk semua perlakuan. Penurunan kadar tanin tertinggi dicapai oleh perlakuan C yaitu sebesar 116,671 ppm (92,89) dan penurunan kadar tanin terendah dicapai perlakuan A yaitu sebesar 104,836 ppm (83,46)." /> table 70,64 >2,21. The highest waste reduction was happened in treatment F with 606,5 gr and then the lower was happened in treatment C with 512,75 gr. The highest tannin degradation was happened in C with 116,671 ppm (92,89%) and the lower was happened in treatment A with 104,836 ppm (83,46%)." /> F tabel yaitu 70,64 > 2,21. Reduksi limbah teh tertinggi dicapai perlakuan F sebesar 606,5 gr dan terendah sebesar 512,75 gr. Selama penelitian kadar tanin pada saat awal sebanyak 125,607 ppm mengalami penurunan untuk semua perlakuan. Penurunan kadar tanin tertinggi dicapai oleh perlakuan C yaitu sebesar 116,671 ppm (92,89) dan penurunan kadar tanin terendah dicapai perlakuan A yaitu sebesar 104,836 ppm (83,46)." /> table 70,64 >2,21. The highest waste reduction was happened in treatment F with 606,5 gr and then the lower was happened in treatment C with 512,75 gr. The highest tannin degradation was happened in C with 116,671 ppm (92,89%) and the lower was happened in treatment A with 104,836 ppm (83,46%)." />

DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Penggunaan Em4 Dan Vermicomposting Terhadap Penurunan Kadartanin Dalam Limbah Teh


Oleh : Evi Diana Ratulangi

Info Katalog

Nomor Panggil : TATL.00265

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Budi Rahayu Kosasih

Pembimbing 2 : Bambang Sudiarto

Subyek : Vermincosmoting method - Processing tea waste

Kata Kunci : tea waste, EM4, Vermicomposting.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2000_TA_STL_08294013_Halaman-Judul.pdf 8055.16
2. 2000_TA_STL_08294013_Bab-1.pdf 2481.71
3. 2000_TA_STL_08294013_Bab-2.pdf 13337.27
4. 2000_TA_STL_08294013_Bab-3.pdf 9696.16
5. 2000_TA_STL_08294013_Bab-4.pdf 12385.47
6. 2000_TA_STL_08294013_Bab-5.pdf 1703.39
7. 2000_TA_STL_08294013_Daftar-Pustaka.pdf 2731.49
8. 2000_TA_STL_08294013_Lampiran.pdf 13341.16

T Teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang cukup penting sebagai sumber devisa negara, karena banyak dikonsumsi masyarakat. Seiring dengan perkembangan penduduk maka makin meningkat pula kebutuhan teh di Indonesia. Industri teh juga berkembang sehingga meningkat pula produksi teh yang menghasilkan ampas teh. Limbah ampas teh ini mengandung kadar tanin yang dapat menghambat proses degradasi limbah ampas teh ini adalah pengomposan dengan menggunakan EM4 dan metode "vermicomposting". EM adalah suatu kultur campuran berbagai mikroorganisme (bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, jamur fermentasi, ragi dan actinomycetes) yang memfermentasikan bahan organik. metode " vermicomposting" adalah metode pengomposan dengan bantua cacing tanah. maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sekaligus mengetahui pengaruh penggunaan EM4 dan metode "vermicomposting" pada pengolahan limbah teh terhadap penurunan kadar tanin. penelitian ini terdiri dari 6 (enam) perlakuan yaitu perlakuan A, B dan C adalah perlakuan pengomposan dengan bantuan EM4 yang masing-masing dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan perlakuan D, E dan F adalah perlakuan pengomposan dengan bantuan cacing tanah masing-masing dengan kepadatan populasi 25 gr, 50 gr dan 75 gr. parameter lingkungan yang diukur selama penelitian yaitu suhu lingkungan berkisar antara (18 -32) derajat cecius dan kelembaban lingkungan berkisar antara (60 - 88) %. sedangkan parameter media secara umum yang diukur selama penelitian yaitu suhu media berkisar antara (21 - 41,5) derajat Celsius, kelembaban media berkisar antara ( 35 - 85 )%, dan pH media berkisar antara 6,2 -7. pertambahan bobot cacing tanah tertinggi dicapai oleh perlakuan F sebesar 43,5 gr (58%), sedangkan pertambahan bobot cacing tanah terendah dicapai oleh perlakuan D sebesar 11 gr (44%). berdasrkan uiji statistik pada perlakuan A, B,dan C yaitu perlakuan yang menggunakan EM4 berbeda nyata dalam mereduksi limbah teh dibandingkan dengan perlakuan D,Edan F. yaitu perlakuan yang menggunakan cacing tanah pada tingkat kepercayaan 95% dan dari hasil perhitungan diperoleh nilai F hitung > F tabel yaitu 70,64 > 2,21. Reduksi limbah teh tertinggi dicapai perlakuan F sebesar 606,5 gr dan terendah sebesar 512,75 gr. Selama penelitian kadar tanin pada saat awal sebanyak 125,607 ppm mengalami penurunan untuk semua perlakuan. Penurunan kadar tanin tertinggi dicapai oleh perlakuan C yaitu sebesar 116,671 ppm (92,89) dan penurunan kadar tanin terendah dicapai perlakuan A yaitu sebesar 104,836 ppm (83,46).

T The is one of the important farm commodity as a source of foreign exchange cause so many people consume it. The increasing of the population affected the more necessity of tea in Indonesia. Tea industry are also developing so that the production is getting increasing that can product tea waste. Tea waste area contained tannin concentration which can obstructed the degredation process of the waste. One of the way to overcome the tea waste are composting that is use EM4 and "Vermicomposting". EM4 is the substance which is consist many microorganisms (fotosintetic bacteria, Lactobacillus, fermentation fungus, yeast and actinomycetes) that can fermented the organic matter. "Vermicomposting" method is composting method that use eartworms. This research was aimed to learned and found out the impact of using EM,4 and "Vermicomposting" method in tea waste to degradated tannin concentration. THis research was done experimentally with 6 treatment A, B and C are composting with EM4 1%, 2% and 3%, and Treatment D, E, and F are composting with earthworms 25 gr, 50gr and 75 gr. The environment parameter that is measure during the research is the temperature between (18 -32) derajat celcius with moisture content is (60 - 88) %. The media parameter that is measure during the research is the temperature between (21 - 41,5)% with moisture content is (35 - 85)%, and pH between 6,2 -7. The highest increase of weight earthworms was reached by treatment F was 43,5 gr (58%), the lower increase of weight earthworms was reached by treatment D was 11 gr (44%). In treatment A,B, and C which are use EM4 definetely different treatment D, E and F which are use earthworm to reducted the waste. Based on the statistic calculation was gain the F calculation > table 70,64 >2,21. The highest waste reduction was happened in treatment F with 606,5 gr and then the lower was happened in treatment C with 512,75 gr. The highest tannin degradation was happened in C with 116,671 ppm (92,89%) and the lower was happened in treatment A with 104,836 ppm (83,46%).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?