DETAIL KOLEKSI

Hubungan kualitas hidup dengan hiposalivasi : kajian pada lansia di Jakarta (laporan penelitian)


Oleh : Albert Budiman

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 BUD h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : drg. Marcia, Sp.PM.

Subyek : Oral medicine - Elderly

Kata Kunci : quality of life, hyposalivasion, geriatric


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KG_040001300004_Halaman-Judul.pdf 1078.24
2. 2017_TA_KG_040001300004_Bab-1.pdf 716.62
3. 2017_TA_KG_040001300004_Bab-2.pdf 855.32
4. 2017_TA_KG_040001300004_Bab-3.pdf 638.75
5. 2017_TA_KG_040001300004_Bab-4.pdf 843.68
6. 2017_TA_KG_040001300004_Daftar-Pustaka.pdf 722.06
7. 2017_TA_KG_040001300004_Lampiran.pdf 1450.06

P Populasi lansia di Indonesia diprediksi meningkat lebih tinggi dari pada populasi lansia di wilayah Asia dan global setelah tahun 2050. Bersamaan dengan bertambahnya usia terjadi pula penurunan kesehatan dan fungsi mulut yang pada umumnya akan mengalami kemunduran seiring dengan pertambahan usia. Hiposalivasi berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan. Hiposalivasi dapat menghasilkan efek negatif serius pada kualitas hidup pasien melalui kebiasaan diet, status nutrisi, pengucapan, pengecapan dan toleransi terhadap protesa gigi dan peningkatan resiko infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hiposalivasi dengan kualitas hidup pada penduduk lansia di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectinonal yang dilakukan pada beberapa panti jompo di Jakarta yang berusia >60 tahun berjumlah 80 orang. Kualitas hidup yang berkaitan dengan rongga mulut diukur menggunakan instrumen General Oral Health Assessment Index (GOHAI) yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Sebanyak 93,47% subjek yang tidak mengalami hiposalivasi memiliki kualitas hidup baik. Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas hidup berdasarkan instrumen GOHAI dengan hiposalivasi pada lansia dengan nilai p = 0,001. Penelitian ini menunjukkan lansia yang mengalami hiposalivasi akan menyebabkan semakin buruknya kualitas hidup seseorang yang berkaitan dengan rongga mulut.

T The geriatric population of Indonesia is predicted to rise higher than the geriatric population of the Asian region and worldwide after year 2050. Along with increasing age, a decline in oral health and function is expected to decline as well. Hyposalivation contributes to a number of health problems, it has negative impacts on the quality of life. It is the cause of altered dietary habits, poor nutritional status, impaired speech, loss of taste, intolerance to dentures and increased risk of infection. The purpose of this study is to determine the association between hyposalivation and the quality of life of geriatric population in Jakarta. The type of study used was cross-sectional that, it was conducted at several nursing homes in Jakarta. The population sample was people over the age of 60, there were 80 person included in the study. Quality of life related to the oral cavity was measured using instruments General Oral Health Assessment Index (GOHAI) translated into Indonesian. A total of 93.47% of the samples without hyposalivation was shown to have a good quality of life. Kolmogorov-Smirnov test revealed that there was a significant association between quality of life (using GOHAI instrument) with hyposalivation in the geriatrics, with p = 0.001. The study showed that population samples with hyposalivation has a declined quality of life.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?