DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Pemakaian Konsentrasi K-soltex Dan Bore Trole Terhadap Sifat Rheologi Lumpur Sistem Kc1 Polimer Pada Pengujian Di Laboratorium Universitas Trisakti


Oleh : Bujasuandi Maulana

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Cahaya Rosyidan

Subyek : Drilling mud;Water-based mud

Kata Kunci : drilling operation, k-soltex and bore trole, laboratory


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TM_07109054_Halaman-judul.pdf 1417.41

L Lumpur pemboran merupakan materi yang sangat penting dalam suatuoperasi pemboran, karena dapat mempengaruhi keselamatan kerja, effisiensi,kecepatan pemboran dan biaya pemboran. Agar lumpur pemboran dapat berfungsi dengan baik, maka lumpur tersebut harus selalu dikontrol sifat-sifat fisiknya, yaitu antara lain terdiri dari berat jenis, rheology, apparent viscosity, daya agar (gel strength), laju tapisan, mud cake, dan pH lumpur. Penggunaan lumpur pemboran disesuaikan dengan kondisi formasi, batuan formasi, dan kandungan fluida yang terdapat dalam formasi. Lumpur bor sendiri terbagi menjadi 3 tipe berdasarkan fasa fluidanya yaitu water base mud, oil base mud, dan emultion mud. Pada studi Laboratorium ini dibahas tentang lumpur berjenis water base mud, yaitu Pottasium Chloride Polymer yang biasa disebut dengan nama KCl Polimer yang mengalami shale problem. Dalam tugas akhir ini, penulis mengadakan serangkaian uji coba di laboratorium untuk mengetahui penambahan K-Soltex dan Bore Trole, terhadap sifat-sifat lumpur Pottasium Chloride (KCl) Polymer yang mengalami pengembangan padatan aktif di laboratorium, serta membandingan diantara kedua additive ini mana yang lebih efektif dalam memperbaiki sifat-sifat fisik pada lumpur yang mengalami q padatan aktif (Shale Problem). Dari serangkaian penelitian di laboratorium, didapat hasil bahwa keduanya hampir bisa mengatasi shale problem, hanya saja Bore Trole dapat lebih cepat mengatasi adanya padatan aktif. Dapat dilihat dari turunnya nilai Funnel Viscosity, Plastic Viscosity, Gel Strength, dan Filte Loss. Sedangkan K-Soltex sedikit lambat untuk mengatasi shale problem tersebut.

D Drilling mud is a material that is very important in a drilling operation, because it can affect the safety, efficiency, speed drilling and drilling costs. Drilling mud in order to function properly, the sludge must be always controlled physical properties, which is comprised of the density, rheology, apparent viscosity, power agar (gel strength), the rate of strainer, mud cake, and the pH of the mud. The use of drilling mud adjusted to the conditions of formation, rock formations, and the content of the fluid contained in the formation. Drilling mud itself is divided into three types based on the fluid phase that is water base mud, oil base mud, and the mud Emultion. In the laboratory study is discussed about the mud manifold water base mud, which Pottasium Chloride Polymer commonly called by the name of KCl polymer shale experiencing problems.In this thesis, the authors conducted a series of tests in the laboratory to determine the addition of K-Soltex and Bore Trole, the properties of mud Pottasium Chloride (KCl) Polymer solids undergo active development in thelaboratory, as well as comparing between these two additive which is moreeffective in improving the physical properties of the sludge solids undergo active development (Shale Problem). Of a series of studies in the laboratory, the result is that both of them can almost resolve the problem shale, only Bore Trole can more quickly resolve their active solids. Can be seen from the decline in value Funnel Viscosity, Plastic Viscosity, Gel Strength, and filte Loss. While K-Soltex little slow to address the problem shale.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?