DETAIL KOLEKSI

Analisis Ergonomi Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja Di Pt. Cullet Prima Setia


Oleh : Vanesha Mayadita

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya

Subyek : Manufacturing – companies;Production – process;Quality control

Kata Kunci : ergonomic analysis, increasing work, productivity, pt. cullet prima setia


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_TI_06303142_1_Halaman-Judul.pdf 9983.08
2. 2007_TA_TI_06303142_9_Daftar-Pustaka.pdf 878.72
3. 2007_TA_TI_06303142_10_Lampiran.pdf 56218.41

P PT. Cullet Prima Setia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi piring, mangkuk dan gelas. Proses pengemasan dan inspeksi produk yang dilakukan di PT. Cullet Prima Setia masih bersifat manual, sehingga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan ditentukan oleh produktivitas kerja pekerja Departemen Pengemasan. Peningkatan produktivitas pekerja akan meningkatkan kemampuan kerja pekerja bagian inspeksi dan pengemasan. Berdasarkan basil checklist awal dan diagram pareto diketahui bahwa faktor lingkungan kerja, metode kerja dan pembagian shift kerja yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja para pekerjanya. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut dan detail mengenai faktor lingkungan kerja, metode kerja dan pembagian shift kerja dilakukan penyebaran kuesioner pendahuluan. Selanjutnya hasil kuesioner pendahuluan tersebut dirangkum dalam bentuk Cause and Effect Diagram. Untuk mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja pekerja Departemen Pengemasan, dilakukan identifikasi variabel yang berpengaruh, penyebaran kuesioner penelitian Kansei Engineering, Uji Koefisien Korelasi Spearman. Diperoleh hasil bahwa faktor lingkungan kerja adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap produktivitas pekerja epartemen Pengemasan. Pengukuran persen produktif kondisi awal dilakukan dengan m ggunakan metode sampling pekerjaan dan diperoleh nilai persen produktif kondisi aw sebesar 58.55% serta waktu siklus sebesar 1882.26 detik / gross. Setelah dilakukan analisa untuk faktor lingkungan kerja, diperoleh hasil bahwa terdapat lima variabel yang bermasalah yaitu paparan debu dari peleburan, tingkat kebersihan lantai produksi, bising yang berasal dari mesin produksi, getaran yang berasal dari mesin produksi dan bau gas dan mesin produksi. Untuk memperbaiki lingkungan kerja Departemen pengemasan yang kurang baik, diberikan dua jenis usulan perbaikan terhadap para pekerjanya dan perbaikan langsung ke sumber masalah. Untuk penelitian ini usulan perbaikan yang diterapkan adalah perbaikan terhadap para pekerjanya.Untuk tingkat kebersihan lantai produksi diusulkan melakukan pembersihan secara bergantian setiap 1 jam sekali. Sedangkan untuk keempat faktor lingkungan kerja lainnya dianalisa dengan menggunakan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui faktor mana yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan. Dari basil FMEA yang menjadi prioritas dimulai dan faktor kebisingan, getaran mekanis, paparan debu dan bau-bauan. Selanjutnya dilakukan uji coba untuk berdasarkan hasil randomisasi dengan software MINITAB 13.0. Selanjutnya dilakukan Uji ANOVA untuk mengetahui faktor-faktor yang diuji coba memberikan pengaruh terhadap produktivitas pekerja atau tidak. Setelah itu, dilakukan Uji Duncan untuk mengetahui ada perbedaan rata-rata atau tidak antara taraf perlakuan dan faktor yang memberikan perbedaan produktivitas kerja. Dan hasil Uji ANOVA dan Uji Duncan diperoleh hasil perlakuan yang paling optimal adalah bekerja dengan menggunakan ear plug, sarong tangan dan masker. Dari basil sampling pekerjaan terlihat bahwa terdapat peningkatan persen produktif menjadi 70.3076% dan waktu standar menjadi 1878.36 detik / gross. Berdasarkan hasil uji nilai tengah berpasangan untuk perbandingan persen produktif kondisi awal dan setelah perbaikan lingkungan kerja menunjukkan bahwa penerapan usulan perbaikan lingkungan kerja memberikan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan produktivitas kerja pekerja Departemen Pengemasan.

P PT. Cullet Prima Setia is a manufacturing company that produces plates, bowls and glassware. Packing process and product inspection conducted at PT. Cullet Prima Setia is still manual, so the quality and quantity of the products produced is determined by the work productivity of the Ministry of Packaging workers. Increased worker productivity will improve the work skills of inspection and packaging workers. Based on the result of initial checklist and pareto diagram, it is known that work environment factor, work method and work shift division have the most influence to work productivity of its workers. To identify further and detailed work environment factors, work methods and work shift distribution were carried out the spread of the preliminary questionnaire. Furthermore, the preliminary questionnaire results are summarized in the form of Cause and Effect Diagram. To identify which factors have the most influence on the work productivity of Ministry of Packaging workers, identify the influential variables, the spread of Kansei Engineering research questionnaire, Spearman Correlation Coefficient Test. The result shows that the work environment factor is the most influential factor on the productivity of the packaging epartment workers. Measurement of earning percent of initial condition is done by using sampling method of work and obtained the percentage of earning condition aw equal to 58.55% and cycle time is 1882.26 sec / gross. After analyzing the working environment factor, there are five problematic variables, namely exposure of dust from smelting, the level of cleanliness of the production floor, the noise coming from the production machine, the vibration coming from the production machine and the smell of gas and the production machine. To improve the working environment of the poor Packaging Department, two types of improvement proposals are made to the workers and direct repairs to the source of the problem. For this study the proposed improvement is applied to the improvement of the workers. For the level of cleanliness of the production floor is proposed to do the cleaning alternately every 1 hour. As for the other four working environment factors analyzed by using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) to determine which factors are the main priority for improvement. From the FMEA bases to priority starting and noise factor, mechanical vibration, exposure to dust and odors. Further experiments were conducted based on randomization results with software MINITAB 13.0. Furthermore, ANOVA test is done to find out the factors that tested give influence to worker productivity or not. After that, Duncan Test to determine whether there is a difference or not between the level of treatment and factors that provide differences in work productivity. And ANOVA and Duncan Test results obtained the most optimal treatment is to work with ear plugs, gloves and masks. From the work sampling result shows that there is a productive percent increase to 70.3076% and the standard time becomes 1878.36 sec / gross. Based on the result of the test of paired middle value for comparison of productive percent of initial condition and after improvement of work environment indicates that application of improvement proposal of work environment give a significant influence to increase work productivity of Worker Department Worker.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?