DETAIL KOLEKSI

Usulan Peraancangan Tata Letak Lantai Produksi Dengan Menggunakan Metode Process Layout Dan Group Technology Pada Pt. Abacus Kencana Industries


Oleh : Harol Fernando

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Pembimbing 2 : Tiena Gustina Amran

Subyek : Manufacturing – Companies;Production – Process;Material handling;Plant layout

Kata Kunci : layout, production floor, process layout, PT. Abacus Kencana Industries


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06306062_1_Halaman-Judul.pdf 6642.97
2. 2011_TA_TI_06306062_2_Bab-1.pdf 2061.89
3. 2011_TA_TI_06306062_3_Bab-2.pdf 13101.72
4. 2011_TA_TI_06306062_4_Bab-3.pdf 4028.77
5. 2011_TA_TI_06306062_5_Bab-4.pdf 9267.38
6. 2011_TA_TI_06306062_6_Bab-5.pdf 41758.57
7. 2011_TA_TI_06306062_7_Bab-6.pdf 694.28
8. 2011_TA_TI_06306062_8_Daftar-Pustaka.pdf 608.52
9. 2011_TA_TI_06306062_9_Lampiran.pdf 78543.92

P PT.Abacus Kencana Industries adalah perusahaan industri manufaktur yang memproduksi racking system yang bahan bakunya terbuat dari plat besi. Beberapa produk yang dihasilkan di PT.Abacus Kencana Industries adalah wallmount 8U single, wallmount 6U single, tiang antrian BCA, racking A Series. Setelah dilakukan penelitian pada perusahaan tersebut diketahui bahwa sering terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman barang kepada konsumen dikarenakan jumlah mesin yang tersedia pada saat ini masih kurang sehingga perusahaan berniat untuk menambah jumlah mesin yang akan digunakan selain itu terdapat pemasalahan biaya material handling. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan jumlah mesin yang harus digunakan pada lantai produksi pada saat ini, mengingat semakin tinggi permintaan dari konsumen, memberikan usulan perancangan ulang tata letak lantai produksi dan membandingkan rancangan tata letak lantai produksi berdasarkan biaya penggunaan material handling yang minimum. Pada tahap awal pengerjaan, yang dilakukan yaitu menghitung waktu baku yang digunakan pada Peta Proses Operasi (10) sehingga dapat mengerjakan ke tahapan selanjutnya yaitu Routing Sheet yang digunakan untuk mengetahui jumlah mesin teoritis. Pada perhitungan Routing Sheet didapatkan bahwa terdapat beberapa mesin yang harus ditambah yaitu mesin punching, treatment dan oven 1 yaitu dari jumlah mesinnya menjadi 2 sesuai dengan perhitungan Routing Sheet yang ada. Selanjutnya dilakukan perhitungan luas lantai produksi untuk mengetahui perkiraan area yang dibutuhkan berdasarkan jumlah usulan mesin yang ada. Tahap selanjutnya adalah perancangan tata letak proses layout dengan pairwise exchange method (DeCRAFT) dan Genetic Algorithm (GA). Kemudian dibandingkan dengan tata letak Group Technology menggunakan metode Bod Energy Algorithma (BEA) dan Rank Order Clustering (ROC). Pada hasil perhitungan Material Handling Evaluation Sheet (MHES) awal didapatkan hasil sebesar Rp.13.768.443,6. Sedangkan untuk perhitungan dengan DeCRAFT Rp.12.928.620,21 (6%), genetic algorithm Rp. 13.065.446,69 (5%), Bond Energy Algorithm Rp. 13.411.568,35 (2.5%) dan Rank Order Clustering Rp. 13.501.154.60 (2%). Jadi dapat disimpulakan bahwa tata letak usulan dengan metode CRAFT karena memiliki nilai MHES terkecil diantara metode-metode yang diperhitungakan.

P PT.Abacus Kencana Industries is a manufacturing industry company that produces racking system with raw material made from iron plate. Some products produced at PT.Abacus Kencana Industries are wallmount 8U single, wallmount 6U single, pole of BCA queue, racking A Series. After doing research on the company it is known that there is often a delay in the process of delivery of goods to consumers because the number of machines available at this time is still lacking so that the company intends to increase the number of machines to be used in addition there is the problem of material handling costs. This thesis research aims to determine the number of machines that must be used on the production floor at this time, given the higher demand from consumers, to propose a redesign of the production floor layout and compare the design of the production floor layout based on the minimum material handling cost. In the initial stage of work, the calculation of the standard time used in the Operations Process Map (10) so that it can work to the next stage of Routing Sheet is used to determine the number of theoretical machines. In the calculation of Routing Sheet found that there are several machines that must be added the punching machine, treatment and oven 1 of the number of machines into 2 in accordance with the calculation of the existing Routing Sheet. Next, calculate the floor area of production to find the approximate area required based on the number of proposed machines. The next stage is the layout design layout process with pairwise exchange method (DeCRAFT) and Genetic Algorithm (GA). Then compared with Group Technology layout using Bod Energy Algorithm (BEA) and Rank Order Clustering (ROC) method. In the calculation of Material Handling Evaluation Sheet (MHES), the initial result is Rp.13.768.443,6. As for the calculation with DeCRAFT Rp.12.928.620,21 (6%), genetic algorithm Rp. 13,065,446,69 (5%), Bond Energy Algorithm Rp. 13.411.568,35 (2.5%) and Rank Order Clustering Rp. 13.501.154.60 (2%). Thus it can be concluded that the proposed layout is CRAFT because it has the smallest MHES value among the calculated methods.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?