DETAIL KOLEKSI

Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Metode Six Sigma Dan Fmea (failure Mode And Effect Analysis) Pada Proses Welding Fuel Tank Tipe Fu 150 Di Pt. Suzuki Indomobil Motor


Oleh : Okky Aprilyanto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Subyek : Manufacturing – Companies;Production – Process;Quality control

Kata Kunci : six sigma, failure mode and effect analysis PT. Suzuki Indomobil Motor


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06306076_1_Halaman-Judul.pdf 6463.57
2. 2011_TA_TI_06306076_8_Daftar-Pustaka.pdf 780.04
3. 2011_TA_TI_06306076_9_Lampiran.pdf 11101.6

P PT. Suzuki Indomobil Motor merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang otomotif. PT. Suzuki Indomobil Motor memproduksi dua jenis kendaraan, yaitu kendaraan roda dua dan kenadraan roda empat. Penelitian dilakukan untuk kendaraan roda dua ( motor ). PT Suzuki Indomobil Motor memproduksi tiga jenis motor dimana tipe Satria ( FU 150 ) merupakan tipe kendaraan yang masih mengalami masalah dalam hal kualitas, yaitu banyak ditemukannya kecacatan yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dalam produksi komponen-komponen FU 150, rata-rata persentase cacat terbanyak berada pada proses produksi untuk komponen Fuel Tank yaitu 1,275%. Target tersebut sangat jauh melebihi target perusahaan yaitu sebesar 0.577%. Berdasarkan tingginya persentase cacat tersebut, perusahaan perlu untuk terus meningkatkan kualitas produk. Dalam peningkatan kualitas dilakukanlah penelitian dengan menerapkan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) dimana pada tahap Analyze, dilakukan dengan metode FMEA. Pemilihan proses produksi Fuel Tank yang akan diteliti berdasarkan jumlah persentase kecacatan terbanyak sehingga proses Rotary GMAW menjadi fokus di dalam penelitian. Dari analisis, PT. Suzuki Indomobil Motor memiliki nilai DPMO sebesar 4520 dengan tingkat sigma yaitu 4,1 sigma. Untuk mencapai peningkatan timgkat six sigma, maka perlu dilakukan analisa dan perbaikan lebih lanjut terhadap proses produksi. Analisa dan perbaikan dilakukan dengan menggunakan tabel Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). FMEA berguna untuk mengetahui penyebab kegagalan yang menjadi prioritas penanganan masalah. Diketahui penyebab masalah kegagalan terbesar berada pada proses mesin Rotary GMAW yaitu base plate yang kotor dengan nilai RPN 378, dan setting kuat arus > 270 ampere dengan nilai RPN 280. Untuk mengurangi adanya penyebab kegagalan proses, maka diberikan usulan perbaikan agar dapat meningkatkan kualitas roduk. sulan perbaikan berupa membersihkan meja base plate dan base plate pada setup membersihkan, melumasi, dan mengganti nozle las secara berkala, melakukan perbaikan Standar Operasional Prosedur SOP agar operator lebih mudah rnelihat prosedur penggunaan mesin. Setela.h usulan perbaikan diimplementasikan, maka diperoleh penurunan nilai DPMO menjadi 3630 dengan peningkatan tingkat sigma menjadi 4,2 sigma.

P PT. Suzuki Indomobil Motor is one of the automotive manufacturing company. PT. Suzuki Indomobil Motor produces two types of vehicles, namely two-wheeled vehicles and four-wheeled model. The study was conducted for two-wheeled vehicles (motor). PT Suzuki Indomobil Motor manufactures three types of motorcycle where Satria type (FU 150) is a type of vehicle that is still experiencing problems in terms of quality, ie many finds defects that cause losses for the company. In the production of 150 FU components, the average percentage of defects in the production process for the Fuel Tank component is 1.275%. The target exceeds the company's target of 0.577%. Based on the high percentage of defects, companies need to continuously improve product quality. In improving the quality of research done by applying Six Sigma method through DMAIC stage (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) where in Analyze stage, done by FMEA method. Selection of Fuel Tank production process to be studied based on the highest percentage of disability so that GMAW Rotary process becomes the focus in the research. From the analysis, PT. Suzuki Indomobil Motor has a DPMO value of 4520 with a sigma level of 4.1 sigma. To achieve a six sigma increase, it is necessary to analyze and further refine the production process. Analysis and improvement is done by using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) table. FMEA is useful for knowing the cause of failure which is the priority of handling the problem. Given the cause of the biggest failure problem lies in GMAW Rotary engine process that is dirty base plate with RPN 378 value, and current setting> 270 ampere with RPN 280. To reduce the cause of process failure, it is proposed improvement in order to improve the quality of rod. sulan repair in the form of cleaning the base plate table and base plate on the setup clean, lubricate, and replace the welding nozle periodically, make improvements Standard Operational Procedure SOP for operators more easily see the procedure of using the machine. After the improvement proposal is implemented, the DPMO value is decreased to 3630 with the increase of sigma level to 4.2 sigma.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?