DETAIL KOLEKSI

Usulan Perancangan Sistem P-kanban Dan C-kanban Untuk Meminimasi Keterlambatan Material Pada Lini Produksi Perakitan Laundry System Business Unit (lsbu) Di Pt.y


Oleh : Yulia Diah Dinanty

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Sumiharni Batubara

Pembimbing 2 : Nora Azmi

Subyek : Industrial management - Simulation methods;Production control;Business planing

Kata Kunci : p-kanban system, c-kanban system, material shortage, production assembly line, laundry system busine


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06308090_Halaman-Judul.pdf 6539.46
2. 2012_TA_TI_06308090_Daftar-Pustaka.pdf 663.92
3. 2012_TA_TI_06308090_Lampiran.pdf 60401.18

P PT. Y merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan beberapa macam alat elektronik yang salah satunya adalah mesin cuci. Keterlambatan pasok material di antara lini dan gudang menyebabkan tidak tercapainya target produksi perhari dan hams dilakukan overtime pada setiap akhir bulan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka diusulkan suatu sistem produksi tepat waktu atau Just In time dengan perancangan kartu Kanban Produksi (P-Kanban) dan Kanban Pengambilan (C-Kanban) untuk penyelesaiannya. Sebelum menerapkan sistem Kanban dilakukan pengujian keseimbangan lini awal sebagai salah sate syarat dalam penerapan sistem Kanban. Rata-rata dari target produksi perhari adalah sebesar 740 unit mesin cuci dengan target produksi perbulan sebanyak 14000 unit. Pada perhitungan keseimbangan lini awal di cell preparation didapatkan hasil efisiensi lini (EL) sebesar 42,83%, balance delay (BD) 57,11%, dan smoothness index (SI) 111,28. Sedangkan pada cell panel a assembly EL sebesar 96,25%, BD 3,75%, dan SI 4,06. Pada cell main assembly EL sebesar 91,34%, BD 8,66%, dan SI 30,22. Pada cell inspection & final test EL sebesar 97,4%, BD 2,6 %, dan SI 3,23. Penyeimbangan lini dilakukan dengan menggunakan metode J-Wagon dan COMSOAL. Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode algoritma J-Wagon dan COMSOAL terjadi peningkatan efisiensi pada cell preparation. Pada perhitungan dengan metode J-Wagon performansi meningkat menjadi EL 99,94%, BD 0,06%, dan SI 0,1. Sedangkan dengan metode COMSOAL nilai performansi meningkat menjadi EL 75,05%, BD 24,95%, dan SI 60,42. Dari hasil tersebut dipilih metode J-Wagon sebagai perbaikan untuk litii perakitan yang barn. Selanjutnya dilakukan perancangan dan penerapan sistem P-Kanban dan C-Kanban pada lini produksi LSBU. Berdasarkan dari perhitungan kartu Kanban yang diperlukan untuk 1 siklus, jumlah kartu Kanban persiklus adalah 1 kartu. Dari perancangan kartu P-Kanban dan C-Kanban didapatkan hasil bahwa target produksi perhari dapat tercapai tepat waktu dengan rata-rata kebutuhan siklus pertukaran kartu Kanban adalah 10 siklus perhari.

P PT. Y is a manufacturing company that produces several kinds of electronic devices. One of them is washing machine. Delay in supply of material between the line and the warehouse makes daily production targets not achieved. It leads the company to do overtime at the end of each month. In connection with this problem, it is proposed to design a system for the timely production or Just In time with Production Kanban cards (P-Kanban) and Kanban Decision (C-Kanban) to solve the problem. Before implementing Kanban system, current line balance is tested as a prerequisite for the implementation of Kanban systems. Average production target of a washing machine is 740 units per day and its production target is 14,000 units per month. In the calculation of the current balance in the line of cell preparation, line efficiency is obtained (EL) of 42.83%, balance delay (BD) 57.11%, and the smoothness index (SI) 111.28. While the cell panel a assembly has EL of for 96.25%, ED 3.75%, and SI 4.06. In the cell main assembly EL play at 91.34%, BD 8.66%,and SI 30.22. In cell inspection and final test, EL at 97.4%, Bll 2.6%, and SI 3.23. Line balancing is performed by using J-Wagon and COMSOAL. After performing the calculation algorithm using J-Wagon and COMSOAL, the efficiency of the cell preparation increase. By using J-Wagon method, line performance increased at 99.94%, BD 0.06%, and SI 0.1. The next step, design and implementation of P-Kanban system and C-Kanban are performed at LSBU. Based on Kanban card calculations required for I cycle, the number of Kanban cards is 1 card percycle. From the design of the P-Kanban and C-Kanban, it is identified that daily production targets can be achieved on time with an average needs of Kanban cards exchanges cycle is 10 cycles per day.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?