DETAIL KOLEKSI

Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Metode Six Sigma Dan Knowledge Map Pada Proses Bending Pipa Cerobong 22 Kompor Gas Di Pt. Aditec Cakrawala


Oleh : Teddo Satria Adiptha

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Total quality control;Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : quality improvement, six sigma, knowledge map, bending process, gas stove.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06306078_Halaman-Judul.pdf 6329.77
2. 2011_TA_TI_06306078_Daftar-Pustaka.pdf 857.76
3. 2011_TA_TI_06306078_Lampiran.pdf 5251.09

P PT. Aditec Cakrawiyasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produk rumah tangga, yaitu kompor gas dengan merek Quantum. Dalam memproduksi komponen-komponen kompor gas, terdapat salah satu produk komponen yang memiliki jumlah cacat terbanyak, yaitu adalah Pipa Cerobong 22. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan data historis perusahaan periode Oktober skl Desember 2010, dimana rata-rata persentase cacat tertinggi pada Pipa Cerobong 22 sebesar 0,284%. Untuk menekan nilai persentase cacat tersebut, perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas produk. Dalam peningkatan kualitas, dilakukan penelitian dengan menerapkan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, don Control) dan pembuatan Knowledge Map. Pemilihan proses produksi yang diteliti dipilih berdasarkan jumlah persentase kecacatan terbanyak sehingga proses Bending menjadi fokus di dalam penelitian. Perusahaan saat ini memiliki nilai DPMO sebesar 1350 dengan tingkat sigma 4,5 sigma. Untuk mencapai peningkatan sigma, maka perlu dilakukan analisa dan perbaikan lebih lanjut terhadap proses produksi. Analisa dan perbaikan dilakukan dengan menggunakan tabel Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab kegagalan yang menjadi prioritas penanganan masalah. Berdasarkan hasil analisa tersebut, diketahui masalah penyebab kegagalan yaitu Roll pada mesin bending manual sudah aus dengan nilai RPN sebesar 256, Operator kurang teliti dan terburu-burn dengan nilai RPN sebesar 192, dan Tidak ada pemeriksaan di awal setiap proses dengan nilai RF'N sebesar 168. Pada tahap Improve dilakukan pembuatan Knowledge Map dengan tujuan untuk mempercepat pengguna atau perusahaan mendapatkan pengetahuan atau informasi yang diperlukan mengenai perbaikan yang dilakukanuntuk dapat meningkatkan kualitas. Knowledge map dalam penelitian ini dibuat berdasarkan upaya penanggulangan dari tabel FMEA yang memiliki 3 nilai RPN tertinggi sehingga akan membahas mengenai bagaimana mengatasi kegagalan pipa cerobong berkerut, pipa cerobong penyok, dan pipa cerobong bengkok. Implementasi terhadap usulan perbaikan pada perusahaan berupa mengganti plastik pengganjal yang telah rusak, melumasi ruas roll mesin bending, melakukan penggantian roll dengan yang ban', melakukan penghalusan (diamplas) pada roll yang sudah haus, memberi pengarahan kerja kepada operator, dan membuat lembar Standard Operating Procedure (SOP). Setelah usulan perbaikan diimplementasikan maka diperoleh penurunan nilai DPMO menjadi 565 dengan peningkatan tingkat sigma menjadi 4,75 sigma.

P PT Aditec Cakrawiyasa is one company engaged in the manufacture of household products, ie a gas stove with brands quantum. In producing the components of a gas stove, there is one component of a product which has the largest number of defects, it is a 22 Chimney Pipe. This is proved by company's historical data for period of October to December 2010, This is proved by company's historical data for period of October to December 2010, which has average of highest defects percentage in Chimney Pipe 22 at 0,284%. To decrease the value of defective percentage, companies need to improve product quality continuously. In quality improvement, research conducted by applying Six Sigma methods through the stages of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) and using Knowledge Map. The Selection of the production process chosen based on the percentage of defects, so that the process of Bending become the focus in the research. The company currently has a number of 1350 DPMO with sigma level of 4.5. To achieve an increase in sigma, it is necessary to further analysis and improvement of production processes. Analysis and improvements carried out by using the table Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine the cause of the failure to prioritize the handling of problems. Based on the results of this analysis, known to cause problems on the failure of Roll bending machine manual was worn out with RPN value of 256 Operators are less scrupulous and hurry with RPN value of 192, and No examination at the beginning of process with RPN value of 168. In the Improve phase, carried out making of Knowledge Map in order to accelerate the user or company obtain the necessary knowledge or information regarding the improvements that can improve the quality. Knowledge map in this study is based on the response of the FMEA table that has three highest RPN values that will discuss how to overcome failure wrinkled pipe, pipe bender, and the crooked pipe. Knowledge map in this study is based on the response of the FMEA table that has three highest RPN values that will discuss how to overcome failure wrinkled pipe, pipe bender, and the crooked pipe. Implementation of the proposed improvements for the company to replace the plastic that has been damaged, lubricate the roll bending segment, do the replacement with a new roll, do the smoothing (sanded) roll that is thirsty, give directions for the work of the operator, and Create a Standard Operating Procedure (SOP) sheets. After the proposed improvements are implemented then the obtained reduction in DPMO value becomes 565 with increased levels of sigma to 4.75 sigma.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?