DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas cold drawn steel bar dengan metode failure mode and effect analysis dan fuzzy - analitycal hierarcy process untuk meminimasi defect di PT. Iron Wire Works


Oleh : Hafiz Faturrahman

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Rina Fitriana

Subyek : Steel - Quality control;Industrial engineering

Kata Kunci : six sigma, FMEA, fuzzy-AHP


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001500165_Halaman-Judul.pdf 932.86
2. 2020_TA_STI_063001500165_Lembar-Pengesahan.pdf 690.35
3. 2020_TA_STI_063001500165_Bab-1_Pendahuluan.pdf 285.86
4. 2020_TA_STI_063001500165_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 680.59
5. 2020_TA_STI_063001500165_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 484.53
6. 2020_TA_STI_063001500165_Bab-4_Pembahasan.pdf 3058.77
7. 2020_TA_STI_063001500165_Bab-5_Kesimpulan.pdf 62.1
8. 2020_TA_STI_063001500165_Daftar-Pustaka.pdf 149.31
9. 2020_TA_STI_063001500165_Lampiran.pdf 648.08

P PT. Iron Wire Works Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri kawat dan besi. Sebuah perusahaan memiliki kunci utama untuk menjaga kepercayaankonsumen yaitu dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,untuk meningkatkan kualitas produk dibutuhkan pengecekan dan pengendalian kualitas yang sesuai. Pada saat ini cacat produk yang terjadi pada perusahaan masihdiluar dari ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 5%. Penelitian iniberfokus pada produk Cold Drawn Steel Bar yang memiliki persentase cacat terbesardibandingkan produk lain yaitu 6.36% untuk produksi bulan Juni 2019-Agustus 2019.Penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka berpikir DMAIC. Pada tahapdefine dilakukan identifikasi critical to quality dan pembuatan diagram SIPOC. Tahapmeasure dilakukan uji batas kendali menggunakan peta kendali P dan peta kendali Ckemudian perhitungan DPU dan DPMO yang diperoleh nilai 0.41 dan 102.500sehingga diperoleh tingkat sigma sebesar 2.77. Tahap analyze dilakukan pembuatandiagram pareto dan identifikasi menggunakan metode Failure mode and effectanalysis(FMEA) untuk menentukan proses yang harus diprioritaskan untuk diberikansolusi. Untuk identifikasi menggunakan FMEA dihasilkan perbaikan prioritas padaproses cutting jenis kegagalan potongan tidak rapih dengan nilai RPN sebesar 252 danproses Coil To Bar Drawing jenis kegagalan retak dengan nilai RPN 240. Tahapimprove menggunakan metode fuzzy-AHP untuk menentukan usulan perbaikan yangpaling sesuai pada kegagalan yang terjadi. Hasil dari perhitungan fuzzy-AHP ialahbeberapa usulan perbaikan yang akan di implementasikan pada perusahaan. Usulanperbaikan terpilih berdasarkan perhitungan bobot kriteria pada masing-masing jeniskegagalan, usulan yang terpilih ialah pembuatan form pembersihan scrap pada prosescutting jenis kegagalan potongan tidak rapih dengan bobot kriteria 0.2850 danpembuatan form checksheet pada proses coil to bar drawing jenis kegagalan retadengan bobot kriteria 0.4108. setelah dilakukan implementasi dengan usulan perbaikanterpilih, terjadi penurunan persentase cacat yang dialami pada proses produksi besiCold Drawn Steel bar yaitu 6,34% menjadi 5,25%. Dan terjadi penurunan yang cukupsignifikan pada nilai DPMO setelah implementasi yaitu 102.500 menjadi 39.375 yangmenyebabkan peningkatan tingkat sigma dari 2,77 menjadi 3,26.

P PT. Iron Wire Works Indonesia is a company engaged in the wire and iron industry. Acompany has the main key to managing consumer confidence by maintaining andimproving the quality of the products produced. To improve the quality of product needto checking and controlling quality accordingly. At this time product defects that occurin the company are still outside the provisions set by the company that is equal to 5%.This research focuses on Cold Drawn Steel Bar products which have the largestpercentage of defects compared to other products, namely 6.36% for production in June2019 to August 2019. Research conducted using the DMAIC framework. At the definestage, critical to quality identification and SIPOC diagram was made. The measurephase is carried out a control limit test using the P control chart and C control chartthen the DPU and DPMO calculations obtained values of 0.41 and 102,500 that a sigmalevel of 2.77 is obtained. The analyze phase is done by making a Pareto Diagram andidentifying it using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to determinethe process that must be prioritized to provide a solution. To identify using FMEA,priority improvements were made in the process of cutting the type of failure of theuntidy pieces with an RPN value of 252 and the Coil To Bar Drawing process for thetype of crack failure with an RPN value of 240. The improve stage uses the Fuzzy-AHP method to determine the most appropriate improvement proposals for failure thathappened. The results of the Fuzzy-AHP are several proposed improvements that willbe implemented in the company. The proposed improvement is based on the calculationof the weight of the criteria for each type of failure, the proposed option is to make ascrap cleaning form in the process of cutting the type of failure of the fragile pieceswith the criteria weight 0.2850 and making a checksheet form on the coil to bar drawingprocess type of failure with the weight criteria criteria 0.4108. After implementing theproposed improvements, a decrease in the percentage of defects experienced in theCold Drawn Steel bar production process was 6.34% to 5.25%. And there was asignificant decrease in the DPMO value after implementation, namely 102,500 to39,375 which caused an increase in the sigma level from 2.77 to 3.26.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?