DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Penambahan Biomikro Dan M2g Terhadap Proses Pengomposan Ampas Tapioka


Oleh : Mirakusuma

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Setijati H. Ediyono

Pembimbing 2 : Dwi Indrawati

Subyek : Compost

Kata Kunci : biomicrobial, M2G, composting of dregs, tapioca dregs


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2000_TA_TL_08294082_Halaman-Judul.docx 38.42
2. 2000_TA_TL_08294082_Bab-1.pdf 2254.15
3. 2000_TA_TL_08294082_Bab-2.pdf 9568.13
4. 2000_TA_TL_08294082_Bab-3.pdf 5423.79
5. 2000_TA_TL_08294082_Bab-4.pdf 14087.53
6. 2000_TA_TL_08294082_Bab-5.pdf 1542.42
7. 2000_TA_TL_08294082_Daftar-Pustaka.pdf 1765.61
8. 2000_TA_TL_08294082_Lampiran.pdf 13588.49

I Industri Tapioka biasanya berkembang di daerah yang banyak terdapat ketela pohon. Biasanya berupa industri rumah tangga yang terdapat di perkampungan atau berkelompok membentuk suatu sentra industri. Industri tapioka ini sering menimbulkan masalah bagi masyarakat yang bermukim di sekitamya, terutama limbah padat yang berupa ampas tapioka, maupun limbah cair yang antara lain menimbulkan bau yang khas dan penurunan estetika lingkungan.Pembuatan kompos merupakan upaya pengelolaan sampah yang sekaligus mendapatkan bahan-bahan kompos yang dapat menyuburkan tanah. Pengomposan secara fermentasi dengan memanfaatkan mikroorganisme yang menguntungkan merupakan suatu proses mempercepat terjadiny aktivitas biologis didalam bahan organik, sehingga waktu yang diperlukan untuk pengomposan me;njadi le ih singkat. Teknologi mikroorganisme efektif tersebut diantaranya adalah Biomi o dan 2 .Tujuan dari penelitian ini ada ah menge ui proses pengomposan ampas tapioka dengan bantuan inokulan Biotnikr dan MlG, serta menge ahui perbandingan kualitas yang dihasilkan dilihat dari parameter rasio CIN, P, K, dan KTK.Penelitian ini dilaku an d ri Ian Juli sam • gustu 000. Data. yang diperoleh akan ditabulasikan dan dihitusg dengan er 1 ng sta:tistk, dengan rancangan faktorial.f Dari\uji laboratorium • , di etahui k ra ristik a pas tapioka asalah sebagaiberikut : kadar air : 76.05%, C-Organik : 16.95%, N-Total : 0.05%, P-Total : tu, K-Total :0.01%.Proses pengomposan ampas tapioka sebelurnnya dicampurkan dengan bahan organik tarnbahan, yaitu kotoran sapi dan dedeak, serta perlakuan dibedakan dengan kondisi aerobik dan anaerobik.Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa lama proses pengomposan untuk media dengan penambahan Biomikro aerobik adalah 16 hari dan 15 hari anaerobik, untuk penambahan M2G adalah 14 hari aerobik dan 12 hari anaerobik, scrta tanpa penambahan inokulan (kontrol) 20 hari aerobik dan 19 hari anaerobik.Berdasarkan uji laboratorium, kompos hasil penelitian yang terbaik adalah media dcngan penambahan inokulan M2G pada kondisi anaerobik, dcngan kandungan kadar air :59.85%, C-Organik: 16.75%, N-Total: 1.35%, P-Total: 0.31%, K-Total: 0.15%, dan KTK: 38.37%.Bcrdasarkan basil pcnclitian, bahwa pcngomposan ampas tapioka tidak dipengaruhi oleh penambahan inokulan baik Biomikro dan M2G, dilihat dari lama proses pcngomposan dan kualitas basil kompos yang dihasilkan.

T Tapioca industry usually developes in the region where many tapioca trees grow on. The industry takes form of home industry that can be found in villages or at a group of people running the same buisness. Tapioca industry often causes trouble to the community close to it. The tapioca waste that has the shape of solid waste liquid waste cause typical odor and envirornent aesthetic degradation,Composting is one of the efforts to treat the waste into compost that can make land fertile. Composting applying fermentation using microorganism is a process to accelerate biological activity in organic material, so that composting goes more quickly. Among the effective microorganism are biomicro and M2G.The objective of the research is to find out the tapioca waste composting process which inoculant biomicro and l'v12G and compare the different qualities of compost produced using parameter ratio C/N, P, K and KTK.The research was carried out from July until August 200. Data collected were tabulated and processes using statistics calculation and factorial design.The laboratorium test shows that the tapioca waste consists of water content 76, 05 % , C-Orgabic 16,95 % . N total 0,05 %, Ptotal tu, K total 0,01 %.The research shows that duration of composting process for the media with aerobic biomicro addition is 16 days and 15 days with anaerobic addition with M2G addition, the duration becomes 14 days aerobic and 12 days anaerobic and without inocu!ant addition, it becomes 20 days aerobic and 19 days anaerobicBased on the laboratonum test. the best compost is obtained using media with inoculanr \12G addition in aerobic condition and with water content• 59.85 %, C organic 16 75 , N total I ,35 5, P total o.3l % . K total 0 15 % and KK 38 37 %The conclusion of the research is that tapioca waste composting is not in fluenced b) inoculant addition either biomicro and M2G based on the duration of composting process and the quality of compost produced

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?