DETAIL KOLEKSI

Adsorpsi Logam Berat Tembaga (cu2+) Oleh Konsorsium Mikroalga Dan Saccharomyces Cerevisiae Terimobilisasi Alginat Sebagai Biosorben Dalam Reaktor Kolom Unggun Tetap


Oleh : David Jonathan

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Astri Rinanti Nugroho

Pembimbing 2 : Mawar DS Silalahi

Subyek : Biosorption;Enviromental biotechnology;Fixed bed column reactor

Kata Kunci : biosorption, microalgae, saccharomyces cerevisiae, immobilization


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08211009_Halaman-judul.pdf 1404.55

T Telah dilakukan penelitian di bidang bioteknologi lingkungan untuk menganalisis sorpsi logam Cu2+ oleh konsorsium mikroalga hijau (Chlorella sp, Ankistrodesmus braunii, Scenedesmus quadricauda) dan Saccharomyces cerevisiae sebagai biosorben terimobilisasi alginat dalam reaktor kolom unggun tetap (Fixed Bed Column Reactor) skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi biosorben dan ketinggian bed terbaik yang memberikan performa biosorpsi terbaik, berdasarkan karakteristik dan nilai parameter kurva breakthrough, serta menentukan kinetika penyerapan menggunakan model BDST dan Thomas. Biosorpsi logam Cu2+ dilakukan dalam reaktor kolom unggun tetap dengan sistem kontinyu, berbahan kaca, bervolume 1,5L, yang dilengkapi dengan pompa peristaltik dengan laju alir 13 mL/menit. Biosorpsi logam Cu2+ diteliti dengan variasi konsentrasi biosorben 0,25; 0,5 dan 1 g/g polimer dan variasi ketinggian bed 2,5; 5; dan 7,5 cm, pada pH 4, dan pada suhu ruangan (26˚±1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi biosorben (0 – 0,5 g/g polimer) performa biosorpsi semakin baik (efisiensi penyisihan mencapai 31,2 – 66,36%), namun menurun menjadi 60,25% pada konsentrasi biosorben 1 g/g polimer, sedangkan performa biosorpsi menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya ketinggian bed. Performa biosorpsi terbaik dicapai pada konsentrasi biosorben 0,5 g/g polimer dan ketinggian bed 7,5 cm, yaitu berdasarkan bentuk kedua kurva paling landai, kapasitasmaksimum (�𝑒 ) 0,1025 dan 0,118 mg Cu2+/g biosorben dan waktu breakthrough 7,34 dan20,6 menit. Studi kinetika menunjukkan bahwa baik model BDST maupun model Thomasdapat menggambarkan proses biosorpsi yang baik dengan nilai �2 maksimum keduanya mencapai 0,938 dan 0,985. Analisis SEM membuktikan bahwa terjadi perubahan morfologipada permukaan biosorben yang menunjukkan adanya sorpsi Cu2+ oleh biosorben.

T Telah dilakukan penelitian di bidang bioteknologi lingkungan untuk analisis sorpsi logam Cu2 + oleh konsorsium mikroalga hijau (Chlorella sp, Ankistrodesmus braunii, Scenedesmus quadricauda) dan Saccharomyces cerevisiae sebagai biosorben terimobilisasi alginat dalam reaktor kolom unggun tetap (Fixed Bed Column Reactor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi biosorben dan. Yang memberikan performa biosorpsi terbaik, berdasarkan karakteristik dan nilai parameter, serta menentukan kinetika penyerapan menggunakan model BDST dan Thomas. Biosorpsi logam Cu2 + dilakukan dalam reaktor kolom unggun tetap dengan sistem kontinyu, berbahan kaca, bervolume 1,5L, yang dilengkapi dengan pompa peristaltik dengan laju alir 13 mL / menit. Biosorpsi logam Cu2 + diteliti dengan variasi konsentrasi biosorben 0,25; 0,5 dan 1 g / g polimer dan variasi tempat tidur 2,5; 5; dan 7,5 cm, pada pH 4, dan pada suhu ruangan (26˚ ± 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi biosorben (0 - 0,5 g / g polimer) performa biosorpsi semakin baik (efisiensi penyisihan mencapai 31,2 - 66,36%), namun menurun menjadi 60,25% pada konsentrasi biosorben 1 g / g polimer, sedangkan performa biosorpsi menunjukkan peningkatan tamu dengan tempat tidur. Performa biosorpsi terbaik pada konsentrasi biosorben 0,5 g / g polimer dan ketinggian bed 7,5 cm, yaitu bentuk bentuk kedua kurva paling landai, kapasitasmaksimum ( 𝑒) 0,1025 dan 0,118 mg Cu2 + / g biosorben dan waktu terobosan 7, 34 dan20,6 menit. Studi kinetika menunjukkan model yang baik BDST maupun model Thomasdapat menjelaskan proses biosorpsi yang baik dengan nilai 2 maksimum keduanyamencapai 0,938 dan 0,985. Analisis SEM terbukti terjadi perubahan morfologipada permukaan biosorben yang menunjukkan adanya sorpsi Cu2 + oleh biosorben.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?