DETAIL KOLEKSI

Analisis Risiko Faktor Kebisingan Terhadap Pekerja Pada Di Pt. Cidas Supra Metalindo Gunung Putri, Jawa Barat.


Oleh : Ibnu Tri Laksono

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Melati Ferianita Fachrul

Pembimbing 2 : Endro Suswantoro

Subyek : Noise risk analysis

Kata Kunci : noise, risk analysis, health problem worker, PT. Cidas Supra Metalindo


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08212029_Halaman-judul.pdf 1532.8
2. 2017_TA_TL_08212029_Bab-1.pdf 95.99
3. 2017_TA_TL_08212029_Bab-2.pdf 822
4. 2017_TA_TL_08212029_Bab-3.pdf 1171.98
5. 2017_TA_TL_08212029_Bab-4.pdf 2895.5
6. 2017_TA_TL_08212029_Bab-5.pdf 93.98
7. 2017_TA_TL_08212029_Daftar-pustaka.pdf 79.55
8. 2017_TA_TL_08212029_Lampiran-marked-F.pdf 1504.32

P PT Cidas Supra Metalindo merupakan sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 dan menjadi pelopor dalam industri manufaktur untuk memasok kebutuhan spare part. Mengingat industri manufaktur dalam setiap tahapan produksinya memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja maka dilakukan penelitian untuk menganalisis risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada proses produksi di perusahaan, khususnya area produksi PT.Cidas Supra Metalindo. Pengambilan sampel tingkat dilakukan pada 13 titik pengukuran, yaitu produksi transformer tank dan Press Jig, dimana waktu pengukuran kebisingan dilakukan selama berjalannya aktivitas kerja yang terbagi dalam 2 (dua) shift kerja, yaitu shift pagi (07.00 – 16.00), shift sore (17.00-23.00). Berdasarkan hasil perhitungan tingkat kebisingan ekuivalen (Leq) dan kebisingan selama siang dan malam (LSM) dari 13 titik pengambilan sampel di PT.Cidas supra metalindo, pada area kerja nilai Leq tertinggi adalah 94,0 dB(A) yang terdapat di titik 2 (Press jig) ,sedangkan pada titik 3 (grinding jig) sebesar 89,6 dB(A), sedangkan pada titik 4 sebesar 88,1 dB(A) , sedangkan pada titik 9 sebesar 88,7 dB(A) dan pada titik 10 sebesar 87,6 dB(A) Tingkat kebisingan di area kerja telah melewati baku mutu kebisingan lingkungan yang di tetapkan oleh pemerintah sebesar 85 dB(A). Sedangkan untuk Nilai Leq terendah adalah 60,6 dB(A) yang terjadi di titik 13 (Lapangan). Kondisi ini ditunjukkan bahwa kegiatan operasi di PT.Cidas Supra Metalindo sudah melampaui baku mutu tingkat kebisingan pada lingkungan KepMen Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996 yaitu sebesar 70 dB(A). Berdasarkan hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko yang dialami pekerja pada proses produksi pembuatan transfomer tank di PT. Cidas Supra Metalindo, didapatkan bahaya kerja yang terjadi adalah kebisingan dari aktifitas grinding, dentuman palu, dan penggunaan crane yang mengakibatkan gangguan pendengaran, aktifitas produksi lainnya mengakibatkan terjatuh dari ketinggian yang berakibat cidera, dan terjepit dari produk transformer tank pada saat pengangkutan yang mengakibatkan cacat tubuh/cidera. Dari hasil identifikasi potensi bahaya di area kerja finishing dapat diamati faktor-faktor yang paling dominan berisiko terhadap gangguan kesehatan pekerja adalah paparan kebisingan. Dari paparan kebisingan yang berhubungan dengan gejala kurang pendengaran adalah (OR=1,333). Sedangkan faktor yang berhubungan dengan keluhan darah tinggi adalah bising (OR=3,090). Faktor yang berhubungan dengan sakit kepala (OR=1,750) dan hubungan kebisingan terhadap cepat lelah (OR=2,659)

P PT. Cidas Supra Metalindo was established in 1984 and becomes the leader of manufacture industry to supplying spare parts. Consider that manufacture industries have a lot of health and safety risk in every phase of production, so this research did to analyze health and safety in production process, especially in the production area of PT. Cidas Supra Metalindo. Sampling was done at 13 sampling points, those are transformer tank production and press jig, noises sampling was done when operational hours which divided by 2 shift, morning shift (08.00 -16.00), evening shift (17.00 – 00.00).Based on the calculation of equivalent noise level (Leq) and morning and afternoon noise level (Lsm) in 13 sampling points at PT. Cidas Supra Metalindo, the highest Leq in production area was 94,0 dB(A) at the 2nd point (Press jig), whereas at the 3rd point (grinding jig) was 89,6 dB(A), whereas at the 4rd point (genset) was 88,1 dB(A) and then at the 9th point was 88,7 dB(A) and at the 10th point was 87,6 dB(A). Noise level in the working area was above the noise quality standard which determine by the government (85 dB(A)). From the result of exposure time limit there are 6 points of exposure time that exceed the quality standard. At point 2 (press jig) the exposure time limit was 3,2 hours at the day time, While for point 8 (painting) equal to 6,3 hours at the day time and point 10 (machining jig) equal to 7,2 hour at the day time. This is because at that point it has noise above 90 dB (A), so the exposure time limit must be lower than that decided by OSHA Where as the lowest Leq was 55,8 dB(A) at the 13th point (field). This condition showed that PT.Cidas Supra Metalindo had transcend the noise quality standard from Kep Men Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996 70 dB(A). Based on the identification of the potential risk and hazard in the production area of transformer tank at PT. Cidas Supra Metalindo, the risk could happened was noise from grinding activity, hammer sound and when the worker used crane which make hearing disorders, other production activity that could make fall from the height that possible the workers to get injury and pinched in transformer tank when transport process. Based on the identification of the potential risk and hazard in the finishing area, the most risky dominant factor with the workers’ health was noise exposure. Based on the noise exposure which relate with less hearing disorder was (OR =1,333). Which is the factor that relate with the high blood pressure was noise (OR = 3,090). The related between headache and noise exposure (OR = 1,750) and then noise exposure towards fatigue (OR =2,659).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?