DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas produk jar bunga 15 gr menggunakan metode six sigma pada PT. Natamas Plast


Oleh : Destiana Saskia Putri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Triwulandari

Subyek : Product - Quality control;Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : six sigma, dmaic (define, analyze, improve, control), fmea, 15 gram flower jars


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001600065_Halaman-Judul.pdf 1022.42
2. 2020_TA_STI_063001600065_Lembar-Pengesahan.pdf 716.13
3. 2020_TA_STI_063001600065_Bab-1_Pendahuluan.pdf 475.73
4. 2020_TA_STI_063001600065_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 979.71
5. 2020_TA_STI_063001600065_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 739.46
6. 2020_TA_STI_063001600065_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 3684.33
7. 2020_TA_STI_063001600065_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 232.23
8. 2020_TA_STI_063001600065_Daftar-Pustaka.pdf 474.42
9. 2020_TA_STI_063001600065_Lampiran.pdf 1194.54

P PT.Natamas Plast memproduksi dua jenis jar yaitu jar bunga 15gr dan akrilik jar 10gr. Penelitian berfokus pada produk Jar Bunga 15gr dengan presentase jumlah cacat terbesar. Persentase jumlah produk cacat produk Jar Bunga 15gr bulan Juni–Agustus 2019 sebesar 9.49%, toleransi cacat perusahaan sebesar 1.0%. Kecacatan menimbulkan kerugian bagi perusahaan, dengan adanya perbaikan kualitas menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan metode fault tree analysis (FTA) dapat meninimalisir kecacatan produk. Tujuan penelitian, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecacatan serta memperbaiki kualitas. Terdapat lima fase six sigma yaitu DMAIC (define, measure, analyze, improve, control). Tahap Define menggunakan data pengamatan produk yang terpilih dan peta proses operasi. Tahap measure adalah untuk mengukur performansi sebelum dilakukannya perbaikan. Dengan mengidentifikasi CTQ, pehitungan peta kendali, perhitungan DPMO dan pengukuran tingkat sigma. Nilai DPMO dan Tingkat sigma sebelum implementasi perbaikan sebesar 75950 dan 2.9 sigma. Tahap Analyze untuk analisis penyebab masalah yang terjadi, melalui diagram pareto menentukan kecacatan dominan. Kecacatan berupa warna tercampur/belang, shortshot dan flashing. Selanjutnya penyebab kecacatan diidentifikasi menggunakan FMEA untuk mengetahui penyebab potensi kegagalan berdasarkan RPN tertinggi. Menggunakan FTA untuk mendapatkan faktor penyebab dasar kegagalan. Tahap Improve untuk memberikan rencana tindakan dengan analisa 5W+1H untuk penyebab kegagalan material tidak tercampur dengan baik berupa checksheet material, kurangnya kerapatan mold pada pertemuan 2 plate berupa recordcard, aliran mold tidak merata berupa checksheet. Dan terakhir tahap control yaitu tahapan setelah dilakukannya implementasi didapatkan Usulan perbaikan yang diberikan berupa pengawasan, pelatihan, instruksi kerja dan checksheet material, memberikan waktu kelonggaran kepada operator, membuat checksheet mesin dan membuat record card pada pemakaian mold. Setelah dilakukannya implementasi didapatkan nilai DPMO sebesar 52800 dengan tingkat sigma sebesar 3.1 sigma

P PT Natamas Plast produces two types of nets, namely 15 gram cerbung and 10 gram Jar Acrylic. The study focused on 15 gram flower jar products with the largest number of defects presentations. The percentage of the total number of product defects in the Jar flower product is 15 grams in June - August 2019 at 9.49%, the company defect tolerance is 1.0%. Defects cause harm to the company by improving quality using the FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method and the FTA (Fault Tree Analysis) method can, minimizing Product defects. The purpose of the study is to identify the factors that cause disability and improve quality. There are five six Sigma phases, namely DMAIC. The define stage uses the selected product observation data and a map of the operation process. The Measure stage is to measure performance before improvements are made. By identifying CTQ, DPMO calculation control chart calculation and sigma level measurement. The DPMO value and the Sigma level before the implementation of improvement were 75950 and 2.9 Sigma. Analyze stage to analyze the causes of problems that occur through Pareto diagrams determine the dominant disability. Disability in the form of mixed colors/stripes shortshot and flashing. Furthermore, the causes of disability were identified using FMEA to find out the potential causes of failure based on the highest RPN. Using FTA to get the basic causes of failure. The improve phase to provide an action plan with a 5W + 1H analysis for the causes of material failure is not well-mixed in the form of material checksheets, the lack of mold density at the 2 plate meeting in the form of a record card, uneven mold flow in the form of a checksheet. And finally the control stage, after the implementation of the implementation of the proposed improvement, which is given supervision, training, work and check sheet materials, giving leeway time to operators, making machine check sheets and making note cards on printing usage. After the implementation of the implementation, the DPMO value is 52800 with a sigma level of 3.1 sigma.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?