DETAIL KOLEKSI

Kajian Ketersediaan Pelayanan Sarana Kesehatan (studi Kasus : Puskesmas Dan Rumah Sakit Rujukan Bpjs Kota Bekasi)


Oleh : Andreas Alexandro N.

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Endrawati

Pembimbing 2 : Benny Benyamin S.

Subyek : Health facilities

Kata Kunci : urban facilities, health facilities, health service center, hospital


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_PW_083001300003_-Halaman-judul.pdf 273.46
2. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-1.pdf 466.17
3. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-2.pdf 240.35
4. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-3.pdf 241.75
5. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-4.pdf 684.6
6. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-5.pdf 1729.43
7. 2018_TA_PW_083001300003_BAB-6.pdf 104.99
8. 2018_TA_PW_083001300003_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 170.76

K Kota merupakan suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur unsur alami dan non alami dengan adanya gejala gejala pemusatan penduduk yang cukup besar jumlahnya, dengan gaya hidup yang heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya. Kota dapat dilihat dari berberapa sudut pandang ilmu maka, secara umum karakteristik kota dapat ditinjau berdasarkan beberapa aspek dasar. Menurut Pontoh (2009) karakteristik kota dalam hal ini dapat dilihat dari aspek fisik, dan sosial. Berdasarkan Kondisi eksisting di wilayah Jabodetabek Kota Bekasi adalah salah satu kota yang memiliki pertumbuhan penduduk tertinggi yang mana pertumbuhan penduduk adalah salah satu sudut pandang suatu kota berdasarkan karakteristik kota. Menurut Syadah (2014) peningkatan jumlah penduduk ini kemudian berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan lahan yang selanjutnya berdampak pada peningkatan fasilitas pendukung, serta peningkatan pelayanan yang diberikan kota. Oleh karena itu, maka dibutuhkannya kajian mengenai kondisi pelayanan sarana kesehatan yang mana ditinjau dari ketersediaan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah guna mendukung keberlangsungan hidup masyarakat kota serta keterjangkauan sarana kesehatan tersebut untuk diakses oleh masyarakat kota yang membutuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif. Metode spasial yang digunakan bertujuan untuk menganalisis lokasi lokasi terkait pelayanan fasilitas kesehatan dan dilanjutkan dengan mengunakan metode deskriptif untuk menjelaskan hasil analisis spasial yang mana ditinjau dari ketentuan yang berlaku terkait penyediaan dan cakupan pelayanan fasilitas kesehatan. Hasil dari penelitian ini bahwa pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bekasi sudah cukup terlayani akan tetapi, pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bekasi belum optimal yang mana dikarenakan terdapatnya beberapa wilayah di Kota Bekasi yang belum terlayani oleh pelayanan fasilitas kesehatan dengan jenis puskesmas. Pelayanan fasilitas kesehatan yang belum optimal dikarenakan terdapatnya kasus pada rumah sakit yang kapasitas pelayanan terkait kegiatan rujukan berjenjang melampaui dari ketentuan yang berlaku.

C City is a cultural landscape created by natural and non-natural elements with a tendency of large population concentration phenomena, also heterogeneous and materialistic lifestyles compared to the peripheral areas. In general, the characteristics of the city can be reviewed based on some basic aspects. According to Pontoh (2009), the characteristics of the city can be seen from the physical and social aspects. Based on existing condition in Jabodetabek , Bekasi has the highest growth population rate, which is one of the characteristics of the city itself. According to Syadah (2014), the increasing of population affected the increasing of land requirement, furthermore it could impact on the increasing of supporting facilities and services needs. Health facilities and services is one of vital facilities of a growing city. Therefore, a study about the condition of health care services reviewed based on the availability and affordability of health facilities provided by the government to support of urban communities was needed. The research method was spatial and descriptive. Spatial method was used to analyze the locations of health service facilities, and descriptive method was used to explain the result from spatial analysis, which reviewed based on the regulation about availability and affordability of health service facilities. The result of this study, showed that health service facilities in Bekasi already well served. However, there still some areas in Bekasi that got underserved by health service facilities. The result was caused by the hospital services capacity related to tiered referral activities exceeded from the applicable provions.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?