DETAIL KOLEKSI

Hubungan Konsumsi Produk Olahan Susu Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Siswa Sma X


Oleh : Annisa Kartikasari

Info Katalog

Nomor Panggil : S 978

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Tjhang Supardjo

Subyek : Dermatology

Kata Kunci : consumption of dairy products, acne vulgaris


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013021_Halaman-judul.pdf 1172.23
2. 2017_TA_KD_03013021_Bab-1-Pendahuluan.pdf 614.76
3. 2017_TA_KD_03013021_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 923.96
4. 2017_TA_KD_03013021_Bab-3-Kerangka-literatur.pdf 691.12
5. 2017_TA_KD_03013021_Bab-4-Metode.pdf 702.94
6. 2017_TA_KD_03013021_Bab-5-Hasil.pdf 776.92
7. 2017_TA_KD_03013021_Bab-6-Pembahasan.pdf 745.43
8. 2017_TA_KD_03013021_Bab-7-Kesimpulan.pdf 606.76
9. 2017_TA_KD_0301302_Daftar-pustaka.pdf 699.01
10. 2017_TA_KD_03013021_Lampiran.pdf 1683.6

H Hubungan Konsumsi Produk Olahan Susu dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswa SMA X. Latar belakang : Akne vulgaris atau jerawat adalah penyakit peradangan kronis dari unit pilosebasea yang disebabkan karena peningkatan sebum akibat produksi hormon androgen yang menyebabkan peradangan oleh kolonisasi bakteri dari folikel rambut pada wajah, leher, dada, dan punggung oleh bakteri Propionibacterium acnes. Meskipun penyabab awal adalah kolonisasi P.acnes, namun terdapat faktor-faktor lain seperti riwayat keluarga, stress psikologis, kebersihan wajah, jenis kulit, dan diet juga memiliki peran penting dalam penyakit ini. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross-Sectional dengan menggunakan metode Survey. Sampel yang diambil adalah 81 siswa SMA yang diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling di SMAN 23 Jakarta. Hasil : Sebanyak 64 responden terdiagnosis akne vulgaris 79,0%, 17 responden tidak mengalami akne vulgaris 21,0%. Susu UHT merupakan produk olahan susu yang paling banyak dikonsumsi yaitu sebanyak 48 orang 59,3%. Hasil analisis bivariat uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi produk olahan susu dengan kejadian akne vulgaris (p > 0,05). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi produk olahan susu (sering, kadang-kadang, dan tidak pernah) disimpulkan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian akne vulgaris.

C Consumption Relationship of Dairy Products with Acne Vulgaris Incidence in High School Students X. Background: Acne vulgaris or acne is a chronic inflammatory disease of the pilosebasea unit caused due to increased sebum due to androgen hormone production causing inflammation by bacterial colonization of hair follicles on the face, neck , chest, and backs by the bacteria Propionibacterium acnes. Although the initial cause is P.acnes colonization, there are other factors such as family history, psychological stress, facial hygiene, skin type, and diet also have an important role in the disease. Method: This was an observational analytic research with Cross-Sectional approach using Survey method. Samples taken were 81 high school students taken using Simple Random Sampling technique at SMAN 23 Jakarta. Results: A total of 64 respondents diagnosed acne vulgaris 79.0%, 17 respondents did not experience acne vulgaris 21.0%. UHT milk is the most consumed dairy product that is 48 people 59,3%. The result of bivariate analysis of Chi-Square and Fisher's Exact statistical test showed that there was no significant relationship between the frequency of consumption of dairy products and the incidence of acne vulgaris (p> 0.05). Conclusions: This study showed that consumption of dairy products (often, occasionally, and never) was concluded that there was no significant association with acne vulgaris events.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?